Beranda Traveling Apem Kesesi untuk Selikuran

Apem Kesesi untuk Selikuran

301
0
BERBAGI

Kue apem, yang bentuknya bulat pipih, di Kota Pemalang, Jawa Tengah, mempunyai arti tersendiri. Makanan yang biasa dikonsumsi masyarakat sebagai camilan ini, ketika memasuki bulan puasa, memegang peranan penting. Karena menjelang selikuran, ketika kaum muslim yang sedang puasa banyak berdiam di masjid, dalam rangka menyambut malam lailatul qhodar, apem ini menjadi camilan. Rasanya memang lezat.

Banyak orang yang tidak tahu, kalau sesungguhnya, kue ini ternyata sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Sampai sekarang belum ada yang bisa menjelaskan secara terperinci, asal usul dari kata “apem”.  Namun ada juga yang menyebutkan kalau nama jajanan ini merupakan kependekan dari kata “Asli Pemalang”. Kendati hal itu belum bisa diakui kebenarannya.

Terdapat kesan yang melekat pada jajanan itu, yang selalu diidentikkan dengan kota Pemalang yang punya semboyan Ikhlas. Hal tersebut tidak lepas dari merakyatnya jajanan tradisional ini, baik dimasa lampau, maupun jaman sekarang. Tidak berlebihan rasanya, jika kue ini menjadi salah satu makanan  khas kota pantai ini, dan merupakan bagian dari obyek wisata kuliner dari Pemalang. Disamping kue apem, juga ada kue kamir yang juga sama-sama terkenal, bahkan sampai ke luar kota.

Meskipun sudah ada sejak ratusan tahun lalu, bentuk dan rasa dari jajanan ini  tidak banyak mengalami perubahan. Kue apem yang berbahan dasar tepung beras dan gula merah itu memiliki bentuk hampir sama dengan kue kamir, walaupun bahan dasar dari keduanya tidaklah sama.

Di Pemalang sendiri, jenis jajanan ini yang paling banyak digemari, dan diburu oleh banyak kalangan adalah yang berasal dari daerah Kesesi.  Biasa disebut dengan istilah  apem kesesi, karena  memiliki rasa yang lebih enak jika dibandingkan dengan yang diproduksi di daerah lain, meski sama-sama di dalam kota Pemalang. Kesesi adalah sebuah desa di kecamatan Comal dan merupakan tempat penjualan apem terbesar di kota ini.

Menurut salah seorang pedagang yang biasa mangkal di pasar Comal, Saefuddin Yusuf, kepasa wartawanObyektif Cyber Magazine Biro Pemalang, Nahdluddin, mengatakan, kalau  para pembeli kue tidak hanya masyarakat setempat saja, tetapi banyak yang dari luar kota, untuk dijadikan sebagai barang bawaan atau oleh-oleh.

“Para pemudik lebaran yang sebagian besar berasal dari Jakarta dan Bandung, kalau mudik di kota ini, seolah tidak mau ketinggalan, banyak yang membeli apem untuk oleh-oleh kalau kembali ke kota besar,” tambahnya. Hal seperti itu, seolah sudah menjadi tradisi tahunan, hukumnya wajib, kalau pulang harus membawa makanan tradisional ini.

Sayang sekali keberadaan apem pada daerah-daerah tertentu, hanya besifat musiman. Hal itu ditunjukkan, dengan tidak semua pasar di Pemalang, bisa dijumpai pedagang yang menjajakannya. Memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat setempat, hanya mengkonsumsi kue apem pada bulan puasa saja.

Dengan demikian, pada bulan tersebut, biasanya permintaan dari konsumen akan meningkat. Terutama dalam menghadapi malam selikuran, yaitu sebuah tradisi yang dilakukan umat muslim setempat, dalam menyambut malam lailatul qhodar dengan membagikan kue apem ke masjid atau musholla, untuk camilan. (Nahdluddin)

——————————

KERAMAT SUMUR PANDAN

Meskipun baru beberapa tahun dibuka, kehadiran obyek wisata Pantai Keramat Sumur Pandan, di kota Pemalang, Jawa Tengah, ternyata banyak mengundang antusias warga terutama warga desa Nyamplung Sari dan sekitarnya.Terbukti dengan tidak pernah sepinya tempat wisata tersebut, yang selalu ramai dipadati pengunjung terutama pada hari-hari menjelang liburan sekolah.

Nama Keramat Sumur Pandan, diambil dari nama sebuah sumur yang terletak tidak jauh dari bibir pantai. Dimana sumur tersebut memiliki keanehan-keanehan, yaitu meski berada di tepi pantai, tetapi rasa airnya tawar. Karena airnya tidak asin,  meskipun berada di tepi pantai, maka oleh sebagian warga, sumur itu dianggap keramat.

Terlepas dari semua itu, pantai Keramat Sumur Pandan banyak dikunjungi wisatawan karena tempatnya yang adem (teduh). Memang pantainya banyak sekali ditumbuhi pohon cemara, hingga menambah nyaman bagi pengunjung. Sementara dari pihak pengelola juga menyediakan tempat bermain bagi anak anak, seperti kereta air, kereta kuda dan juga kereta khusus, untuk yang ingin jalan-jalan berkeliling di lokasi pantai.

Menurut penuturan Rasidi, salah seorang penjaga tiket, kepada Obyektif Cyber Magazine di lokasi pantai, mengatakan:  “Wisatawan yang datang tidak hanya dari penduduk lokal, tetapi banyak juga yang datang dari luar kota. Bahkan ada juga wisatawan asing seperti dari Malaysia dan Singapura. Sebagian dari mereka ada yang kembali berkunjung, setelah beberapa tahun kembali ke negaranya,” katanya menjelaskan.

Tidak seperti tempat tempat wisata pantai lain, yang pengunjungnya lebih banyak didominasi kaum remaja, pengunjung pantai Keramat Sumur Pandan amat beragam. Mulai dari anak-anak sampai orang tua juga ikut meramaikan lokasi wisata yang terletak di pesisir pantai utara Pemalang tersebut.

Namun sayangnya, obyek wisata ini tidak didukung sarana dan prasarana yang memadai. Kondisi jalanan yang rusak dan berlobang, sedikit banyak mempengaruhi jumlah wisatawan yang berkunjung.  Di samping membahayakan para pengendara, masyarakat sangat mengharapkan kepada pihak-pihak terkait, agar segera memperbaikinya. (Nahdluddin)

————————-

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here