MENIKAHI BONEKA SEBAGAI ISTERI Ditulis Oleh :anggoro suprapto, Pada Tanggal : 13 - 01 - 2012 | 05:25:10
 BERITA TERKAIT
Bila Anda ingin mempunyai isteri yang cantik, masih ABG, dan tidak merepotkan, serta tidak membebani biaya, nikahilah boneka. Sebentar, Anda jangan tertawa dulu, ini sebuah kenyataan di abad ini. Menikah dengan boneka, Bung! Dalam era Cyber ini, boneka dibuat semirip mungkin dengan wanita.
Amerika terkenal sudah bisa membuat robot wanita yang bisa melayani seks bagi pemiliknya. Bisa mendesah, berkedip, dan orgasme seperti wanita betulan. Sebelumnya, Jepang memang terkenal pembuat boneka ABG yang cantik-cantik dan diekspor ke berbagai negara. Kalau robot seks dari Amerika mahal harganya, sampai sekitar Rp 30 jutaan per-boneka, tidak demikian halnya dengan buatan Jepang. Berkisar Rp 10 - 17 jutaan. Murah kan?
Menurut data, para penggemar yang ingin mempunyai istri boneka ini, dari ke hari semakin banyak saja jumlahnya. Alasan lelaki yang menjadi penggemarnya, simpel saja, yaitu murah, sehat, dibutuhkan sewaktu-waktu, jawabannya hanya: Yes. Juga bisa dibawa kemana-mana, karena bisa dikempiskan dan digelembungkan, hingga menyerupai wanita betulan. Sebetulnya, tradisi memperistri wanita boneka ini, dalam sejarah umat manusia, cukup panjang juga perjalannnya. Sudah berlangsung ratusan tahun yang lalu.
Inilah sejarahnya beristri boneka. Sekian ratus tahun yang lalu, di pagi hari yang cerah, di candi Kannondo Kiyomizu di Ueno, Jepang, upacara pemakaman sedang berlangsung. Selusin atau lebih biarawan berlutut. Nyanyian sutra Buddhis pun bergema. Membangun suara mereka ke dalam crescendo menderu, ketika emosi dan batin mereka berpindah ke alam roh, guna menempatkan jiwa lain, untuk beristirahat.
Jiwa yang dimaksudkan di sini adalah "jiwa" boneka. Setelah sekian tahun “istri” boneka ini bergaul layaknya suami isteri dengan suaminya, yaitu para lelaki pemiliknya, ketika sang suami akan menikah dengan manusia betulan, maka “jiwa” boneka harus ditenteramkan di alamnya. Harus ada upacara khusus keagamaan untuk itu, dan bukan main-main, tetapi betul-betul serius.
Menurut mereka yang mengikuti upacara, ini adalah hari istimewa, hari baik, dimana “jiwa” istri boneka dikembalikan ke asalnya. Sebagai ucapan terima kasih, atas "boneka cinta" yang telah banyak memberikan kenikmatan pada pemiliknya, yaitu “suami” gadis boneka tersebut. Oleh karena suaminya akan menikah, maka istri boneka pun diruwat. Upacara ini disebut "ningyo kuyo," atau “pemakaman” boneka, yaitu dikembaikan ke pabrik, untuk pembongkaran.
"Dia bercahaya dengan kasih dari pemiliknya," kata Yoshio Nakamura, 63, salah satu dari beberapa karyawan pabrik boneka Orient Industri yang hadir dalam acara tersebut. "Sekarang dia akan kembali ke rumah orang-tuanya yang asli, di pabrik boneka, seperti “satogaeri”, yaitu mantan istri yang akan kembali ke keluarganya yang asli.
Kasih sayang sangat kuat, kepada istri boneka, seperti Nakamura ini, adalah karakteristik pecinta boneka di Jepang, yang sering disebut "dolar", yang lebih memilih "pengguna boneka" sebagai istri dalam jangka waktu yang panjang. Dalam ukuran tahun saja, penggunanya meningkat, setidaknya tercatat ada 20.000 “dolar” yang jumahnya terus berkembang.
Bahkan ketika boneka seks menuai kritik dari masyarakat dunia, penjualan “boneka istri” ini sempat menghilang dari backstreets Tokyo. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Ketika pihak Barat mengumumkan telah berhasil menciptakan “robot seks” yaitu boneka cantik yang aman untuk melayani kaum lelaki, penjualan “boneka istri” di negeri Matahari Terbit ini mulai muncul kembali. Dengan dukungan positif dari media massa, dan kampanye para “dolar”, akhirnya “boneka istri” bisa diterima oleh publik di negeri Sakura ini.
Jepang telah menggunakan boneka untuk tujuan agama dan upacara sejak sekitar 1000 M. Tercatat, pada “Periode Edo”, negara itu cepat menangkap inovasi Barat seperti "karakuri ningyo", dimana orang modern mengatakannya sebagai robot seks. Sebelumnya “boneka istri” ini, di Jepang juga populer disebut sebagai "istri Belanda." Takatsuki Yasushi's, menyebutnya, “istri Belanda” menjadi dasar pecinta boneka, sebuah budaya dasar “gai azumagata ningyo”. Katanya, pertama kali muncul di Ryugoku's Yotsumeya tahun 1626, dan cepat menyebar ke seantero negeri. (anggoro suprapto).
--------------------------------------------------
ISTRI BONEKA UNTUK PEKERJA DI POS TERPENCIL
Sejarah dari “boneka istri” terus berkembang. Pada tahun 1950-an, pemerintah Jepang mulai menggunakan boneka seks untuk meningkatkan kehidupan para pekerja di pos-pos terpencil seperti Kutub Selatan. Sebuah string film pada tahun 1960 dan manga di 70-an, membuktikan adanya hal itu. Reiji Matsumoto dalam "Seks Droid, Ishinomori Shotaro's Sexadoll" dan Osamu Tezuka dalam "No Yakeppachi Maria," menggambarkan hal tersebut.
Mereka menyebutkan, boneka seks yang sebelumnya hanya ada dalam mimpi, sekarang ada di alam nyata. Dan kita, termasuk saya dan Anda yang sedang membaca artikel ini, bisa memilikinya. Bayangkan, punya istri ABG cantik, dari boneka, tetapi yang tinggi, tekstur, kelembutan kulit, desah, sama dengan ABG yang asli. Wah.
Oleh karena itu, saat Ini adalah saat dimana Orient Industri, salah satu pabrik pembuat “boneka istri”, naik ke panggung dengan nyata, untuk mengubah boneka mimpi menjadi realitas fisik. Ternyata, ada sekitar 33 orang karyawan ahli, yang membuat hanya satu produk, boneka istri, yang muda-muda dan cantik. Mereka mengelola proses dari awal rantai produksi, di pabriknya di Katsushika, dengan kualitas yang ketat dan teliti, sehingga menyamai gadis betulan, dengan detail A sampai Z. Setelah jadi, mereka mengimrimnya untuk penjualan akhir, dan kustomisasi, di outletnya Tokyo dan Osaka.
Candy Girl seri mereka, yang terdiri dari silikon daging kenyal, dengan kerangka logam fleksibel, yang legendaris di Jepang, terus diproduksi dengan hati-hati sebagai karya seni dengan cita rasa tinggi. Sehingga galeri seni Vanili Host ketika mengadakan ulang tahunnya yang ke 30, telah mengundang pihak Orient Industri, memamerkan “gadis-gadis” cantiknya di Ginza pada bulan Juni 2007.
"Peristiwa itu adalah sesuatu yang luar biasa bagi kami," kata Nakamura, manajer showroom Ueno. "Kami tidak menargetkan untuk menampilkan boneka cantik yang membuat otak orang yang melihatnya jadi “ngeres”, tetapi boneka kami adalah hal yang normal untuk dijadikan boneka istri bagi para lelaki normal yang sehat,” kilahnya.
Di Jepang, pabrik boneka untuk istri ini ada di beberapa tempat. Salah satunya, pabrik boneka “Orient” mengungkapkan, angka penjualan perusahaannya, perbulannya setidaknya memproduksi 50 boneka dengan harga antara $ 1.300 dan $ 1.600. Konsumennya minta dikirimkan ke tujuan di Asia, Eropa dan Amerika Serikat. Diperkirakan, Orient menangguk keuntungan $ 200.000 perbulan dengan memproduksi boneka saja. Jika ditambahkan dengan penjualan berbagai bagian tubuh boneka, aksesori, jumlah keuntungan meningkat secara drastis.
Memang, di showroom Orient di Ueno, staf melakukan tur, 130 tur per bulan. Setiap tur dibatasi untuk 1-10 orang dengan waktu hanya 30 menit per kelompok. Saking banyak peminat tur, banyak yang tidak kebagian tur semacam ini. "Beberapa orang mendapat kesan keliru bahwa ini adalah toko mainan atau ruang sewa, tetapi kita mengubah image mereka setelah mengikuti tur," kata Nakamura. "Kami juga buka di Akihabara, penggemarnya kebanyakan kaum muda. Mereka datang secara massal untuk mencari kesenangan."
Produksi Orient terbaru dan harga jualnya juga paling mahal, adalah: Diva. Boneka dengan anatomis yang mendekati gadis aslinya. Boneka ini sama dengan buatan AS, Real-Dolls. Serie boneka ini termasuk yang sukses dijual dengan serie “Petite yang berkarakter anak” atau “Anime si Suka”, adalah pilihan yang lebih populer. Di Jepang terutama di kota-kota besar seperti Tokyo, toko boneka seperti itu, sedikitnya ada 150 toko. Namun, menurut catatan terakhir, mereka tetap kekurangan stok dan masih mengimpor “Real-Dolls” dari Amerika.
Tradisi mencintai boneka ini sudah turun termurun. Menurut salah seorang sahabat saya, Mr Mayayoshi Maatsura, sebelum ada boneka untuk istri, keluarga Jepang sudah terbiasa membeli boneka mainan besar, seharga $ 150, yang disimpan di rumah. Boneka ini dilengkapi dengan berbagai asesoris, jadi bisa seperti keluarga kita, bisa didandani dengan keinginan pemiliknya.
Kadang kalau rumah sedang sepi, boneka itu untuk teman. Bisa dipindah-pindah, misalnya didudukkan di kursi dan menemani minum teh di senja hari. Bisa diajak bercakap-cakap, atau bersenda gurau, meski bonekanya hanya diam dan memangi pemiliknya. “Namun adanya boneka di rumah, sepertinya membuat suasana jadi tenang dan tidak sepi,” tutur Maatsura kepada saya ketika berkunjung ke Semarang belum lama ini. Tentu saja, di rumahnya dia juga punya boneka seperti itu, yang dianggapnya sudah seperti keluarganya sendiri.
Perkembangan selanjutnya, setelah melampuhi evolusi yang panjang, boneka itu berkembang menjadi sex-toys. Dan para pengusaha pabrik boneka di Jepang seperti Orient tadi, mencium aroma peluang bisnis besar di masa mendatang. Mereka pun mulai memproduksi secara massal dan terus menyempurnakan produknya, agar mendekati anatomi gadis yang sesungguhnya. Sang waktu terus berjalan, permintaan membanjir.
Bahkan tidak hanya kaum lelaki saja yang memesan, tetapi juga kaum perempuan. Oleh karena itu, pabrik pun juga memproduksi boneka lelaki. Bagi wanita yang kesepian, karena sendirian, juga bisa “menikahi” boneka lelaki. Tidak hanya itu saja, lebih gilanya lagi, pabrik juga memproduksi boneka waria, shemale, ladyboy, dan lain-lain.
Konsumen tinggal pilih, menggemari yang mana. Mau yang gendut, yang kurus, yang “ukurannya” besar, atau over-size, semua tersedia. Mau yang pirang, berkulis putih, hitam, bermata coklat, biru, hijau, atau berambut blonde, hitam dan lain-lain. Juga dijual asesorisnya, seperti pakaian dalam, BH, pakaian tidur, sampai “onderdil” alat vitalnya, yang bisa diganti dan dicuci bersih. Juga dijual jelly pelumasnya. Wah, wah, wah….
“Ditanggung tidak menimbulkan iritasi dan mirip dengan aslinya” begitu selalu iklan-iklan yang disebar ke masyarakat, guna memasarkan boneka ini. Sekarang ada 150 pabrik boneka seks di Jepang dan jumlahnya terus berkembang. Diperkirakan, dalam waktu mendatang, dunia akan diguncang dengan hadirnya “istri” atau “suami” boneka ini di mana-mana. Aman digunakan dan yang jelas anti HIV. Pertanyaannya: Apakah Anda berminat memperistri atau mempunyai suami boneka yang siap melayani Anda di tempat tidur? Pilihan: Terserah Anda. (anggoro suprapto).
-----------------------------------------------
Catatan: Kalau mau lihat contoh berbagai boneka istri: Klik saja di: http://www.realdoll.com.
|