Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
Artikel 24 Komentar  |  5157 Pembaca

REVOLUSI VESPA GEMBEL
Ditulis Oleh :daniswari, Pada Tanggal : 02 - 06 - 2011 | 11:51:31

Hati-hati, revolusi sedang berlangsung di berbagai kota yang ada di Indonesia. Hah….!  Betul, tetapi revolusi “Vespa Gembel”. Terbentuknya grup-grup Vespa Gembel di berbagai kota, bukan menunjukkan kalau pemiliknya gembel, tetapi hanya merupakan sikap mental, melawan kemapanan. Memang kalau kita amati, diam-diam sedang terjadi revolusi di berbagai kota melawan kemapanan. Misalnya munculnya kelompok anak-anak “Punk”, lalu Vespa Gembel, Geng Motor  dan entah nanti apa lagi.

Ingatan jadi melayang pada era tahun 70 sampai 80-an. Dunia dilanda komunitas Hipies, yang hidup menggelandang di kota-kota besar, bak masyarakat Gypsi. Hidup di tenda-tenda di sembarang tempat, mengcuhkan semua aturan, hidup bebas, termasuk free-sex, hanya untuk melawan sistem yang telah ada: kemapanan! Namun dengan perjalanan sang waktu, mereka hilang dengan sendirinya.

Nah, apakah munculnya anak-anak Punk dan kelompok Vespa Gembel juga meniru seperti itu? “Ya, kami sebagai komunitas juga butuh diperhatikan oleh masyarakat kita yang semakin acuh tak acuh dan hanya mengaggungkan kelompoknya sendiri saja. Di luar kelompok mereka dianggap salah, bahkan diseblak,” tutur Sutarno (28) penduduk Bongsari, Semarang, Jawa Tengah, yang bangga dengan Vespa Gembelnya dan tergabung dalam “Scooter Butut Club”.

Pernyataan itu ada benarnya juga. Ketika mereka melintas di jalan raya dengan Vespa Gembelnya, semua mata tertuju pada dirinya. Ada rasa bangga, dan sepertinya eksitensinya mereka diakui masyarakat. Inilah salah satu bentuk revolusi melawan kemapanan. Disamping itu juga ada unsur kreativitas, urakan (meminjam istilahnya WS Rendra), dan tanpa aturan.

Motor vespa, atau yang dulu dikenal dengan sebutan scooter, yang sudah tua dan teronggok sia-sia, dirubah penampilannya oleh mereka. Kadang dikerjakan sendiri dalam modivikasinya, tetapi banyak juga yang menggunakan jasa bengkel setempat. Setelah disulap sesuai selera, vespa itu ada yang diselubungi daun, jala, ditempeli kaleng-keleng bekas, di depannya ditempelkan tengkorak kepala hewan bertanduk, dan lain-lain. Pokoknya, tampilannya dibuat ancur-ancuran. Karena itulah disebut sebagai vespa gembel, hasil modifikasi para penggemarnya.

Begitu melihat vespa yang mereka kendarai, terlihat beda dengan tampilan vespa pada umumnya. Ada yang bodynya dibuat pendek banget, malahan sebaliknya ada yang dibuat memanjang bak ular naga. Tampilannya jadi aneh. Komunitas Vespa Gembel, ada yang menyebut diri “kelompok motor nyentrik”, atau “aliran vespa ekstrim” atau ada pula yang menamakan “komunitas vespa butut”. Sementara orang luar mengenalnya sebagai Vespa Gembel.

Tampilan sengaja dibikin hancur lebur, kayak rongsokan. Hanya mesin yang performanya dibikin bagus. Dari mulai dudukan toilet, angkoran sapi, sampai binatang yang sudah diawetkan dengan dair keras, bisa ikut menghiasi. Singkat kata, tak ada batasan. Terserah imajinasi yang punya vespa. Termasuk modifikasi, ukuran panjang vespa.

Ngak tau kebetulan atau bukan, tampilan vespa yang berkesan urakan tapi dengan mesin yang siap buat dibawa jalan jauh, seperti mencerminkan kepribadian para penggemarnya, yang terkesan cuek dan bebas dari aturan. Namun didalam hatinya sangat menjunjung persahabatan. Mereka seperti sang pengembara dalam film “ Mad Max”, mengembara dengan vespa kesayangan dari kota ke kota, adalah salah satu wujud betapa vespa menjadikan hidup mereka penuh warna. Dalam perjalanan itu juga, solidaritas yang ada di antara sesama pengguna vespa nyentrik itu, bisa terwujud. (daniswari)

                                      ----------------------------------------

GEMBEL, TAPI CINTA LINGKUNGAN

Jangan heran kalau  melihat tampilan sebuah Vespa kumal, dengan gantungan kaleng bekas oli, kaleng minuman, botol plastik, potongan kain, spanduk kumal, jerami, sampai celana dalam, sering kita temui melintas di jalanan. Kendaraan bermotor seperti itu tentu membuat penilaian yang beragam di masyarakat. Bagaimana tanggapan para pecinta sepeda motor jenis skuter  vespa itu,  atas tudingan yang dianggap miring tersebut? Yang jelas, mereka yang menjalaninya, cuek atau acuh tak acuh saja.

Suatu siang yang cerah,  suara knalpot sember memecah suasana di jalan utama kota  Semarang. Hampir semua mata di sekitarnya mengalihkan pandangan ke arah sumber suara. Sebuah kendaraan bermotor jenis Vespa penuh dengan ”hiasan” sampah melintas pelan. Kecepatannya tak sebanding dengan suaranya yang kencang memekakkan telinga. Kendaraan yang berjalan tak lebih dari 40 kilometer per jam itu hendak menuju Ungaran, Kabupaten Semarang. Pengendaranya seorang lelaki muda berboncengan dengan cewek cantik. Di tempat duduk paling belakang, terlihat  gulungan karpet yang terlipat rapi.

Jika diamati lebih dekat, kendaraan bermotor tersebut ternyata sebuah  Vespa rombeng tahun 1970-an  yang sudah dimodifikasi sesuka mereka   Vespa dirombak sedemikian rupa, shingga bentuknya jadi aneh. Setang tinggi menjulang yang biasa disebut setang monyet, karena pengendaranya terlihat seperti monyet sedang menggelayut di batang pohon. Tetapi pengendara  dan yang diboncengkan enjoy saja.

Perombakan Vespa seperti itu memang macam-macam. Ada yang menambahi gerobak atau sespan di sampingnya. Ada pula yang menceperkan dan memanjangkan badan vespa hingga bermeter-meter, ada yang 2 meter, ada pula yang sampai 8 meter. Edan tenan. Memang ciri khusus Vespa Gembel adalah kotor dan penuh cantelan barang bekas atau sampah. Maklum, penggemarnya sengaja tidak mencucinya berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Tampilan vespa makin terlihat kumuh karena penggemarnya kerap menempelkan aneka ”sampah” sebagai aksesori. Mulai dari karung goni, drum bekas, galon air, sandal jepit, CD, selongsong mortir, botol infus, tengkorak sapi, hingga celana dalam, batu nisan dan lain-lain. Jika dibilang sebuah sepeda motor, sepertinya sudah ”menyalahi kodrat”.

Namun, tudingan masyarakat yang beragam seperti tidak menaati peraturan lalu lintas, atau kotoran berjalan, dianggap angin lalu oleh mereka. Namun, sikap mereka ternyata tak sekumuh penampilannya. Mereka tetap menaati peraturan yang berlaku di jalan. Sopan bila diajak bicara, dan disetiap tempat, pemberhentian, selalu menjaga kebersihan lingkungan.

Komunitas Vespa Gembel, ada di berbagai kota di Indonesia. Khusus di Semarang, ada Komunitas Vespa Orang Semarang (VOS). Kelompok ini bermarkas di Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Mereka tidak mau disebut sebagai grup Vespa Gembel, tetapi menyebut diri sebagai kelompok Kendaraan Vespa Ekstrem.

Pengurus VOS Hari Setyawan (22) menjelaskan, komunitas yang berdiri tahun 2001 ini sudah ”kebal telinga” disebut sebagai komunitas preman, gembel atau tidak patuh terhadap hukum. Terutama kepada delapan anggotanya yang memakai vespa ekstrem. Sebutan itu justru membuat komunitas yang memiliki 25 anggota ini makin eksis dan dikenal hingga ujung pulau Sumatera dan Bali. ”Kami juga manusia biasa yang memiliki akal, pikiran dan hati nurani. Jangan asal melihat dari penampilan saja. Surat-surat kendaraan kami lengkap, kami warga yang taat terhadap hukum,” ujarnya.

Mengembara dengan vespa kesayangan dari kota ke kota adalah wujud betapa vespa menjadikan hidup mereka penuh warna. Dalam perjalanan itu juga, solidaritas di antara sesama pengguna vespa nyentrik itu terwujud. Saling melambaikan tangan atau hormat antarpengendara sebagai ciri khas yang konon tak pernah dilakukan oleh pengendara motor lainnya. Bahkan, saat pengendara vespa melihat ada pengendara vespa lainnya mogok di pinggir jalan, meski belum saling mengenal, mereka akan berhenti dan membantu agar bisa berjalan lagi.

”Ini yang membedakan dan menjadi ciri yang tak ada duanya dengan pengguna motor lainnya. Saya pernah kehabisan uang dan bensin di Ngawi, Jawa Timur, saya ditolong oleh pengendara vespa yang awalnya tidak kenal dan sekarang seperti keluarga saja,” ungkap Owol, panggilan akrab Hari Setyawan .

Sedangkan ”sampah” yang menggantung di belakang dan depan vespa, menurutnya, bukan sampah yang mengotori jalanan. Para penggemar vespa ekstrem ini justru turut membantu pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kaleng bekas dan botol minuman yang dibawa ini sebenarnya dikumpulkan oleh merekadi jalanan. Setelah barang bekas terkumpul banyak, dijual ke tukang rosok. Sementara barang yang tidak laku, dibiarkan menggantung. ”Uang hasil penjualan barang-barang itu untuk beli bensin dan makan saat melakukan touring,” tandasnya.

Mengembara dari kota ke kota lain dan menyambangi komunitas pecinta motor buatan:Enrico Piaggio tahun 1884 ini,  tak pernah membawa bekal yang cukup. Maklum, penggemar vespa mayoritas adalah masyarakat dengan ekonomi kelas bawah. Mengumpulkan barang bekas adalah solusi mereka agar tetap bisa berjalan, selain berhenti di samping lampu merah untuk mengamen.

Syarat untuk menjadi anggota komunitas vespa ini sangat gampang, yakni memiliki vespa yang harganya murah, dan mau ngumpul. Sedangkan untuk iuran, komunitas ini tidak membatasi jumlahnya. Alasannya, menyesuaikan kemampuan ekonomi anggota. Iuran itu biasanya digunakan untuk kegiatan sosial, seperti membantu anggota komunitas yang sakit, anggota yang menikah, istri anggota yang melahirkan atau anggota yang benar-benar tidak mampu membeli beras. Tak ada aturan yang mengikat, karena komunitas ini memang tidak memiliki anggaran dasar maupun anggaran rumah tangga (AD/ART).

”Organisasi yang bebas tapi menjunjung tinggi kekeluargaan, itu semangat yang tak boleh hilang dari komunitas vespa. Kalau orang kaya bisa pamer kemewahan, kita bisa pamer kegembelan atau keekstreman,” tutur mereka berargumentasi. Memang harus diakui, tampilan vespa ekstrem merupakan bentuk kebebasan yang ditunjukkan oleh pemakainya. Meski anggotanya tidak dilarang menggunakan vespa jenis ini, dia menilai vespa ekstrem sebagai bentuk pemakainya yang ingin mencari sensasi tersendiri saat melintas di jalanan. 

Jejaring komunitas Vespa Gembel sangatlah kuat hingga ke kota-kota lain di luar Pulau Jawa. Mereka saling mengunjungi, saling membantu dan saling mendoakan. Ada aturan tidak tersurat ketika sebuah komunitas lain yang mampir ke markas mereka, yakni kewajiban menjamu. Menyediakan makanan, tempat menginap sederhana, kadang juga membantu uang bensin. ”Dengan Vespa Gembel, kita satu keluarga”, itulah semboyan mereka. Masihkah kita menutup mata dengan keberadaan mereka? Ataukah ini pertanda revolusi melawan kemapanan sedang berlangsung? Ah, entahlah. (daniswari)

                                               -----------------------------------------------------------

 


KOMENTAR

24 Komentar

galih
Tanggal 30 - 08 - 2011
oke mantap....!!!!
ane dukung....ank vespa never die...!!!!
basofi
Tanggal 31 - 08 - 2011
saya sangat setuju dg vespa rosok sprti yg di katakan di atas.
Ambon
Tanggal 01 - 09 - 2011
Yess,, bagus,, sya setuju,,, karena masyarakat kita sendiri memang mayoritas hidup di bawah garis kemiskinan,, jika pemerintah lebih meningkatkan lagi perhatian pada wong cilik seperti kami,bisa mensejahterakan kehidupan setiap warga negara ini,bisa saja lain ceritanya !!! Terima kasih !
R,Silas ( Kordinator Aliansi LSM-Peduli Hukum & Keadilan
Tanggal 11 - 09 - 2011
Anak negeri dalam ketertiban,ingat Vespa gembel.....Mengenang perjuangan orang tua kita dulu....Berjuang untuk tetap hidup...Sukses komunitas Vespa...Maju terus gerakan sesama manusia yang ber Sosial,ber Agama....dan Cinta Indonesia.
saydiamri
Tanggal 24 - 10 - 2011
emang btl anak indonesia .
keren semuanya
iwew cakh gembel
Tanggal 29 - 10 - 2011
ya sya dkung communitas scoters di indonesia
anak vespa never gan lets go...

salam dri kami iwew cakh gembell ank BOS!!!
bambang
Tanggal 21 - 11 - 2011
oke
rZthyan amin
Tanggal 14 - 12 - 2011
mantap bngt tuh bro
DON-KING GODALL
Tanggal 18 - 12 - 2011
persatuan,persamaan,persaudaraan..
gembel bersatu hancurkan penindasan..
ozhie pecyex
Tanggal 08 - 01 - 2012
muuaanntttteeeppp oomm. .
gw jga nak vespa. . .
lisa setyaningrum
Tanggal 14 - 01 - 2012
siiiiiiiiiiiieeeeeeeeppppp
dorsen
Tanggal 14 - 01 - 2012
Menurut saya pribadi bukan langkah yg tepat membuat sesuatu menjadi lebih buruk"gembel" itu adalah ekpresi dari seorang yg sudah putus asa menghadapi hidup,, jadi yah sudahlah sekalian jadi gembel sja bgitu mkn...., coba tengok negara" maju ga ad yg bangga pny gembel, sdh bgitu sya pernah ditabrak dgn sengaja ama vespa gembel trus dia malah marah"
robertus
Tanggal 14 - 01 - 2012
kejadian yg menimpa gw ; berikut ceritanya waktu itu gw jalan jalan keBandung dago ketemu vespa gembel trus pas putar balik... gubbrak!!! tuh vespa gembel nambrak pintu mobil gw, lantas dia akting jatuh trus panggil teman'nya ngumpul mengepung mobil gw lalu minta ganti pengobatan, iseng gw balik lagi ,, eh ga tau nya mereka pesta pora beli miras ..
p-men
Tanggal 17 - 01 - 2012
itu bukan gembel.. tapi pelit...ha..ha...
celeng
Tanggal 21 - 01 - 2012
walaupun masyarakat bilang kita gembel, yg penting anak vespa coy? boleh gabung...
kediri
Tanggal 30 - 01 - 2012
siap.berangkat
salenk
Tanggal 17 - 02 - 2012
aku bangga dengan anak gembel ato anak jalanan..... maju terus broooooo...... mngkin bagie mereka ato orang tua kita ..... kita2 ini kotoran masyakat tapi bagiku gembelll punk... slankers gue bangettttttttttt
sogol jember
Tanggal 22 - 02 - 2012
Apanya yang dibanggakan ???? Koq nggak dg penampilan bersih, rapi, tapi tetap menjaga solidaritas ?? Menjijikkan !!!!!
ardye
Tanggal 17 - 03 - 2012
I LIKE VESPA
>
>
>
vespa is the best ?????????
terus semangat kakak ........
reza ajal palembang
Tanggal 02 - 04 - 2012
bwt sluruh anak vespa di tanah air indonesia jgan ptah smangat trus brjuang smpai akhir ayat ini.............. karna vespa is the best ???????????????????????? cinta lingkunan damai orrrrrrr vis di mana pun anak vespa berada
acep
Tanggal 04 - 04 - 2012
salute.....sayangi vespa anda....safety ridding brother...extreem my style....
adi beardy
Tanggal 06 - 05 - 2012
biarin gembel.......!!!! vespa gembel bukan kriminal....
terus berkarya......!!!!
akbar
Tanggal 07 - 05 - 2012
Ayo anak'' vesva se indonesia junjung lah creatif mu terus berkarya dimana pun dan kapan pun.....

salam; Akbar scooter Tasixmalaya' JABAR
abid
Tanggal 10 - 05 - 2012
don't woryy maannnn..be hapy!!!

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter