Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
Artikel 8 Komentar  |  807 Pembaca

WARISAN HARTA DARI GADIS ASING CANTIK
Ditulis Oleh :anggoro suprapto, Pada Tanggal : 06 - 10 - 2011 | 10:08:10

Hati-hatilah kalau berselancar di dunia maya, begitu selalu wanti-wanti sahabat kecilku, Anggie, bila aku baru akan mulai online (OL). Tentu saja nasehatnya itu selalu kuperhatikan. Sebab bila tidak mendengar peringatannya itu, kadang memang orang susah membedakan antara maya dan nyataMenganggap bahwa dunia maya adalah dunia nyata. Akibatnya tentu saja banyak yang terkecoh. Seorang gadis berwajah cantik ketika di OL, bisa saja sejatinya “mengerikan”. Atau pria tampan, di dunia nyata wajahnya di bawah nilai lima.

Tidak hanya pemalsuan identitas, bahkan banyak 1001 cara penipuan yang sesungguhnya tindakan pidana. Ada toko OL bodong, alias bohong-bohongan, sampai mengajak kerjasama bisnis, yang sarat dengan penipuan. Lalu ada yang mau menghibahkan dananya, baik untuk membangun proyek, dana bantuan usaha, pendidikan, sampai ke hibah yang tidak masuk akal. Sekarang ini marak, gadis-gadis cantik nan seksi, menawarkan warisannya kepada Anda. Tidak hanya “em-eman” rupiah jumlahnya, tetapi  kadang sampai triliunan.

Gadis yang mau memberikan warisannya itu juga melampirkan fotonya ke email Anda. Rata-rata sangat muda, seksi dan cantik. Lalu bagaimana sikap Anda bila mendapatkan tawaran seperti itu? Kembali ke laptop: ini dunia maya bung! Jangan mudah percaya. Sebagai contoh, ini penulis paparkan tawaran dari gadis cantik lengkap dengan fotonya. Tentu saja emailnya lewat tahapan demi tahapan. Dari perkenalan, say-hello, saling bertanya keluarga masing-masing, basa-basi, dan sebagainya, puncaknya menawarkan warisan. Nah, setelah Anda membaca sampai habis, tawarannya lewat email, penilaian, saya serahkan kepada Anda sekalian. Selamat mengikuti:

Kepada Teman Sejatiku: Anggoro Suprapto,

Saya tahu bahwa email ini merupakan kejutan untuk anda, dan saya yakin anda akan sulit untuk percaya bahwa email tersebut dari saya. Soalnya, kita hanya teman baru dari online.Tetapi toh saya tetap melakukannya, karena situasi, dan perasaan kebahagiaan saya, telah “ditemukan hati” dengan anda. Setelah melihat informasi anda, saya memutuskan untuk membiarkan anda tahu, segalanya tentang diriku. Saya percaya ini yang membuat adalah Allah, yang menghendaki. Saya tahu anda, karena setelah beberapa waktu berdoa dan berpuasa  kepadaNya. Aku juga siap menjadi pendamping anda, jika anda menerima saya dengan sepenuh hati anda.

Nama saya Vevan Johnson, lahir  tanggal 18 November 1985, di kota Monrovia Kuno, Republik Liberia. Putri  dari Dr Lambat David Johnson. Keluarga yang diberkati, yang berhasil dalam kariernya, bekerja Kedutaan Besar Liberia di Senegal, United Kingdom, dan pindah ke Kanada. Kami keluarga besar yang taat beragama, yang menghargai prinsip anak membawa keberuntungannya. Keadaan memberikan saya kesempatan memiliki segalanya dan menikmati kenyamanan keluarga. Tuhan tahu dan selalu memberikan segala yang terbaik bagi keluarga besarku.

Kehidupanku terus berjalan. Namun mendadak saya harus kehilangan ibuku dua hari menjelang ulang tahunku yang ke 19. Saya masih ingat, saat itu hari Jumat 16 November 2004. Saya tidak akan pernah sekalipun melupakan kejadian itu. Saat itu, ibuku berusaha menyelamatkan korban pemerkosaan oleh seorang pemberontak di negeriku. Namun dia langsung dibunuh oleh pemberontak yang kejam tersebut.

Setelah kematian ibuku, ayahku mengundurkan diri dari semua kegiatan dan pekerjaannya. Dia sangat kecewa karena menghadapi kenyataan, bahwa di Liberia tidak demokratis. Oleh karena itu, ayahku bertekad, saya harus terus bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi, dan  memutuskan bahwa saya akan melanjutkan pendidikan saya, ke negara lain yang dirasa aman.  Semua itu dilakukan untuk keselamatan saya. Kalau tetap di negeri ini, seperti kebanyakan perempuan yang lain, saya akan jadi korban pemerkosaan para pemberontak dan kemungkinan juga dibunuh. Mempertimbangkan semua itu, kemudian dia menetapkan, aku harus melanjutkan pendidikan saya di Senegal, yang dinilai aman.

Air mataku kembali mengalir, ketika beberapa tahun kemudian aku mendengar kabar, ayahku kecelakaan mobil. Selanjutnya, ayahku hidup dengan cedera yang barat. Penderitaan tidak hanya berhenti sampai si situ, pada hari Jumat 26 Desember 2006, adikku meninggal karena sakit. Semua kejadian itu merupakan pukulan telak dalam hidupku. Dalam keadaan kritis itu, ayahku mengharapkan aku tetap survive dalam persaingan kehidupan yang semakin berat ini. Aku pun tidak mau mengecewakan dirinya dan tetap melanjutkan hidupku dengan tegar.

Maaf, aku menulis dan menceriterakannya semua ini kepadamu, teman sejatiku, karena semata-mata rahmat Tuhan dan dalam nama Allah yang maha pemurah, maha pengasih dan maha penyayang. Aku saat ini hanya percaya kepadamu saja, meski baru kenal, karena mata hatiku diarahkan oleh yang maha kuasa, hanya kepadamu.

Setelah kejadian itu, bertahun-tahun kemudian, ayahku memintaku pulang ke Liberia, negeriku tercinta. Ternyata ayahku dalam keadaan kritis di rumah sakit. Oleh sebab itu dia mengundang pengacaranya dan menginstruksikan, beberapa hal penting, yaitu  untuk menyerahkan beberapa dokumen tertentu kepadaku. Disamping itu, ayah juga memberiku  sejumlah uang yang sangat besar lewat pengacaranya, untuk mem-back-up kehidupan dan kelangsungan pendidikanku. Uang diatur oleh pengacara ayahku dan akan diberikan kepada secara bertahap, bila kuperlukan.

Singkatnya, pada hari Selasa 30 Desember, 21 hari setelah pengburan ayahku, aku mengambil uang sebagian dari pengacara dan kembali lagi ke Senegal. Aku tidak memiliki pilihan lain, kecuali mencari suaka di Senegal guna melanjutkan hidupku. Saya  dibawa ke kamp “Komisi Tinggi PBB” untuk pengungsi (UNHCR) di Grand Yoff, Dakar, Senegal. Ketika aku menulis ini, saya sangt bersyukur pada Allah, atas semua perlindungannya untuk  mempertahankan hidupku.

Aku dapat warisan dari ayahku, yang memberiku dokumen berbentuk obligasi sertifikat deposito dengan jumlah $ 4.500,000.00 (empat juta, lima ratus ribu dolar AS), di kas ayahku yang disimpan Bank Senegal, atas nama saya. Menurut ayahku, selama waktu pengendapan, obligasi menunjukkan, bisa menjadi milikku kalau usiaku sudah 25 tahun, sebagaimana di usiaku sekarang ini.

Inilah saatnya saya mencari orang, yang dapat diandalkan dan terpercaya yang bisa membantu mengurus klaim. Kemudian menerima uang dengan aman, sebagai pengasuhku. Soalnya pihak bank bilang, mereka tidak bisa langsung deal dengan diriku, karena statusku sebagai pengungsi. Pertanyaannya, kenapa saya menghubungi anda? Saya dibimbing roh saya dengan sepenuh hati, setelah melihat profil anda di online, saya memutuskan sangat percaya pada anda.

Tolong beritahu saya jika anda siap membantu saya, sehingga saya bisa memberi anda informasi tentang dana ini. Kirim nama lengkap anda, alamat dan nomor telepon negara anda, untuk komunikasi mudah, dan juga meyakinkan saya, bahwa anda tidak akan mengkhianati ketika nanti anda menerima uang saya itu. Saya percaya, proses transfer uang, akan berlangsung lancar. Saya berjanji dalam nama Allah, akan memberikan anda, pembagian dari dana ini.

Mengenai untuk apa,  dana akan diinvestasikan, saya sangat percaya. Semuanya saya serahkan anda. Semuanya lakukanlah oleh anda sendiri, karena saat ini saya tidak memiliki ide untuk investasi. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada Tuhan atas segala kemuliaan untuk Allah, yang membimbing saya kepada seseorang seperti anda dan juga saya.

(Teman baru anda: Vevan Johnson. Email: vevan_johnson@live.fr

Semula aku tertarik juga melihat foto dan tawarannya. Namun ketika beberapa hari kemudian aku menerima tawaran yang hampir sama, juga gadis-gadis cantik, juga melampirkan foto masing-masing yang aduhai, aku jadi sadar. Saya hitung, sebulan di emailku ada tawaran seperti itu sekitar 12 tawaran. Modus operandinya sama, menawarkan hibah warisan.

Mereka semua mungkin tidak sadar, rata-rata ada kemiripan dalam menjalankan aksinya, sehingga penerima email jadi curiga. Namun anehnya, banyak juga para teman-teman atau sahabat yang tetap percaya dan jadi korban. Pada akhirnya, selalu waspadalah di dunia maya, jangan beri data diri apapun kepada mereka dan jangan mudah percaya. Mendapatkan uang besar, tanpa kerja keras, kerja cerdas, kerja amanah, imposible man! (anggoro suprapto).

                                                  ----------------------------------------------------

 

 


KOMENTAR

8 Komentar

Dimas Atmoko
Tanggal 20 - 10 - 2011
Sy setuju komentar mas Anggoro krn dg bisnis via dunia maya bs berujung kecewa dibelakang hari lbh baik dg hasil standard tetapi dg pikiran,kemampuan pribadi serta kerja keras akan lbh halal dan puas thanks

Gunawan
Tanggal 29 - 10 - 2011
Dengan waspada, aku mencoba menanggapi. Hasilnya, bank yang disebutkan memang ada, adress posisi (biasanya pengungsi) juga ada, bisa dicari di internet. namun itu hanya kedok, karena alamat email menunjukkan mereka bukan dari bank tersebut. MIRIP sekali, dan korban tidak memperhatikan hal remeh itu. Misalnya Jordanbank, mereka pakai xxx@jodanbank.
Ady
Tanggal 12 - 12 - 2011
Trus akhir ceritanya bearti Mas Anggoro selamat dong dari korban penipuan, saya mau tau juga dari teman lain nih siapa tahu lebih seru dan punya pengalaman sampai dimana pelaku bisa menggiring korban, apa udah ada yang udah jadi korban.
Obay
Tanggal 21 - 02 - 2012
saya telah mendapat seperti diatas,, malahan saya telah mengirimkan alamat saya dan no HP saya, apakaha saya masih akan ditipunya dan bagaimana saya selanjutnya yg harus dilakukan ,,terima kasih tmen2 atas infonya
domi
Tanggal 21 - 02 - 2012
Ada kemiripan dengan email yg sy terima saat ini. Saat ini dia sedang meminta identitas saya (nama, alamat, no telepon, pekerjaan, no id.) dia bilang pengacara+bank tempat menyimpan surat berharga sebesar 7,5 juta dolar.Saya belum memberikannya sy hanya senang menerima emailnya kta2nya romantis manis dan bikin melayang spt org plg ganteng.
Herdi
Tanggal 09 - 03 - 2012
Sama.. .Saya juga mendapat email seperti itu, sama juga, mereka ngaku kaya, tapi sengaja masih saya ulur, sambil iseng jawab emailnya. Cuma saya belum ngerti, kalau kita jadi korban dia, yang gimana ? Kita kan ngga ngirim uang, cuma diminta no.rek. Thanks Anggoro.
eko
Tanggal 10 - 03 - 2012
saya banyak mendapat email seperti itu, terutama dari Dakkar, dan saya tanggapi karena bahasanya romantis. Menurut saya, itu yang kerja hanya mesin, jadi tidak usah ditanggapi, dan pernah saya kasari, malah komputer saya dikirimi virus trojan....wah.
sanggan wantoro
Tanggal 08 - 05 - 2012
memang benar kita harus hati hati di dunia maya. saya jg pernah mendapat email dari cewek senegal, afrika barat. dia bilang ayahnya mati oleh pemberontak waktu komplik afrika. saya telusuri, benar afrika pernah terjadi perpecahan. orangtua cewek tersebut menyimpan 3,7 juta dolar di bank scotlandia inggris & ingin transfer ke saya.Triknya spt itu.

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter