Beranda Hot News Cembengan di PG Tasik Madu awal Giling Tebu

Cembengan di PG Tasik Madu awal Giling Tebu

61
0
BERBAGI

KARANGANYAR, (Obyektif.com) – Upacara awal giling tebu, di Pabrik Gula (PG) Tasik Madu, selalu diramaikan dengan ritual “Cembengan”, yaitu upacara mempersembahkan lima kepala kerbau yang diletakkan di sela-sela mesin giling, yang berlangsung sore hari belum lama ini (12/4/2018),  disaksikan para petinggi PG, tokoh-tokoh warga, karyawan, petani tebu, dan masyarakat sekitar.

Manager PG Tasik Madu, Bambang Sutrisno, yang diwawancarai Wartawan Obyektif di lokasi acara, menjelaskan,  prosesi tersebut merupakan doa syukur ke Sang Maha Kuasa untuk memohon keselamatan para pekerja selama menggiling tebu. “Agar semuanya selamat dan lancar. Ini sudah merupakan tradisi turun temurun,” tambahnya.

Upacara diawali arak-arakan kirab menuju ke stasiun giling tebu. Semua ubo-rampe yang diantar para administratur dan manager pabrik gula tersebut kemudian diterima melalui proses “pasrah tampi”. Barisan kirab mengusung lima buah kepala kerbau serta sesaji berupa buah, kosmetik, bunga tebu, kembang telon, tumpeng dan hiasan-hiasan​, yang diserahkan.

Selanjutnya, semua sesajen dan atributnya,  didoakan oleh para ulama di dalam pabrik. Setelah itu, kepala kerbau diletakkan secara tersebar di sela-sela mesin giling. Menurut tokoh warga, Pak Rusdan, biasanya persembahan kepala kerbau berjumlah tujuh buah. Tetapi tahun ini cukup lima buah. “Kan sifatnya sedekah, jadi sesuai kamampuan,” jelasnya. Cembengan sudah merupakan tradisi turun temurun diadakan. Bagian dari budaya yang harus dilestarikan. Bahkah bila tidak diselenggarakan, secara psikologis, para karyawan merasa kurang tenteram. “Maka lebih baik diselenggarakan,” tutur Pak Rusdan lebih lanjut.

Menurut Bambang Sutrisno, musim giling tebu di PG Tasikmadu (Cembengan) tidak hanya penting bagi manajemen perusahaan, tapi juga bagi warga sekitar. Warisan budaya turun temurun tersebut perlu dilestarikan dan menjadi daya tarik wisatawan juga. Selesai meletakkan kepala kerbau di stasiun giling, pelaku ritual Cembengan akan membuat pesta pernikahan, ketika menggiling perdana sepasang “tebu temanten” dari dua kebun berbeda. Prosesi pernikahan tebu tersebut, dilakukan keesokan harinya, di pagi hari (13/4/2018).

Ditambahkan, tebu temanten diambil dari dua kebun, di kebun tebu Pandeyan, Grogol, Sukoharjo, untuk tebu lelaki bernama Bagus Baskara. Selanjutnya, untuk tebu perempuan diambilkan dari kebun tebu Suruh, Tasikmadu, Karanganyar, bernama Rara Ayu Parastri. Guna mencarikan jodoh pasangan tebu itu, dilaksanakan oleh sesepuh yang ditunjuk.

Dijelaskan, pihak kalangan manajemen, sebelum pelaksanaan giling perdana, melakukan ziarah leluhur Mangkunegaran di Astana Mangadeg dan Astana Giribangun. Setelah semua upacara selesai, rencana tahun ini, PG Tasikmadu menargetkan menggiling 335.000 ton tebu, yang diperkirakan menghasilkan 26.800 ton gula. Bahan bakunya didatangkan dari kebun di wilayah Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, Boyolali, Grobogan, Klaten, Semarang, Sragen bagian Barat, dan Ngawi bagian barat. Musim giling, selalu berlangsung meriah dan melibatkan masyarakat. (Aries Kunarto MK)

Foto: Lima buah kepala kerbau Cembengan. (Foto: Obyektif.com/Aries Kunarto MK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here