Beranda Hot News Cilacap Bangun Lima Titik Pasar

Cilacap Bangun Lima Titik Pasar

294
0
BERBAGI

Masyarakat Cilacap menyambut baik direncanakannya pembangunan lima titik pasar di Kabupaten Cilacap. Hal itu berkaitan dengan program Pemerintah Pusat yang menargetkan setiap tahun membangun seribu Pasar Tradisional di seluruh Indonesia. Semua itu bertujuan mulia, karena sarana yang baik akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat. Sebab pasar merupakan tempat perputaran uang sehingga bagi masyarakat petani tidak susah menjual hasil pertaniannya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Cilacap, melalui Sekretarisnya Nur Hidayat, ketika dihubungi obyektif.com di ruang kerjanya belum lama ini mengatakan, pada tahun anggaran 2016 ini, di Cilacap akan segera dibangun Pasar Tradisional di lima titik wilayah, di antaranya, Pasar Maos, Pasar Sidareja, Pasar Cinyawang, Pasar Patimuan, dan Pasar Kawunganten. Dianggarkan kurang lebih Rp. 27 milyar dari Anggaran DAK tahun 2015 dan 2016, dan dari Anggaran Tugas Pembantu (TP). Sekarang dalam tahap persiapan lelang.

“Program pembangunan ini adalah lanjutan tahun 2015 yang saat itu tertunda. Tahun 2015 sudah dilakukan pelelangan namun tidak ada penawaran, dikarenakan waktunya masuk anggaran Perubahan 2015, namun tidak ada yang masuk akhirnya gagal lelang. Inilah yang membuat pembangunan baru tahun ini dilaksanakan,” tutur Nur Hidayat lebih lanjut.

Ditambahkan, untuk kegiatan ekonomi sarana perdagangan, harus sejalan dengan kebijakan program pembangunan seribu pasar oleh pemerintahan pusat yang dicanangan Presiden Jokowi.  Momentum ini setiap daerah harus memanfaatkannya dengan memprogramkan pembangunan pasar tradisional di setiap daerah. Salah satunya Kabupaten Cilacap yang siap mendukung program pemerintah. Apalagi Menteri Koperasi maupun Menteri Perdagangan ikut menyiapkan anggaran, maka sepantasnya harus diapresiasi, katanya.

Oleh karena itu, Nur Hidayat mengharapkan kepada Rekanan yang nantinya memenangkan tender, agar menyelesaikan tugas sebaik-baiknya. Supaya tidak terulang lagi pengalaman pahit dalam pembangunan pasar tradisional sebelumnya, misalnya pembangunan Pasar Tanjungsari dan Pasar Sidodadi, yang dinilai tidak tepat waktu. Ia mengharapkan agar rekanan bekerja secara professional dan sesuai standar pemerintah. Diharapkan pula, segenap lapisan masyarakat, para aktivis LSM, dan media turut mengawasi semua proyek tersebut. Apabila dinilai ada penyimpangan langsung saja laporkan ke pihaknya atau langsung ke pihak penegak hukum, tegasnya. (Nover Zai).

——————————–

0

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here