Beranda Sastra Budaya Darmanto Jatman Pendiri DKJT

Darmanto Jatman Pendiri DKJT

267
0

SEMARANG, (Obyektif.com) – Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) merasa sangat kehilangan dengan meninggalnya budayawan Darmanto Jatman di RSUP dokter Kariadi Semarang, baru-baru ini. Tokoh senior di bidang sastra yang juga guru besar emiritus di Undip tersebut wafat di usia 75 tahun.

Ketua Umum DKJT Gunoto Saparie mengatakan, almarhum Darmanto sangat besar jasanya terhadap DKJT. Dia bersama Sujamto (waktu itu Wakil Gubernur Jateng), Sardanto Tjokrowinoto, Eko Budihardjo, Bambang Sadono, Soetrisman, Djawahir Muhammad, Subroto, dan Yudiono KS, adalah pendiri DKJT. Mereka melakukan rapat siang malam sampai akhirnya DKJT terbentuk pada tahun 1993.

“Pembentukan DKJT itu merupakan penerjemahan dan implementasi dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 5A Tahun 1993. Kepengurusan DKJT periode pertama yang diketuai Eko Budihardjo dengan sekretaris Yudiono dilantik Gubenur HM Ismail,” ujarnya.
Menurut Gunoto, Darmanto memang tidak masuk dalam struktur kepengurusan DKJT waktu itu.

Namun dengan memosisikan di luar DKJT ia banyak memberikan gagasan segar dan masukan, agar dewan kesenian lebih efektif dalam membawa aspirasi seniman. Darmanto yang beberapa kali dijadikan narasumber juga sering mengingatkan agar DKJT tidak berubah menjadi birokrat kesenian.

Almarhum Darmanto, lanjut Gunoto, mengingatkan pula agar DKJT meneladani kiprah Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Tidak harus sama persis. Namun, paling tidak program kegiatannya benar-benar menunjukkan DKJT bukan sekadar seperti event organizer (EO). Bukan pula sebagai kepanjangan tangan pemerintah daerah. Tokoh Eko waktu itu diharapkan Darmanto bisa membawa DKJT sesuai dengan maksud dan tujuan para pendirinya.

“DKJT itu seharusnya menjadi mitra bagi gubernur dalam menetapkan kebijakan pembinaan dan pengembangan kesenian di Jateng,” ujar Darmanto ketika itu seperti dikutip Gunoto. Darmanto sebelum meninggal sudah mengalami stroke beberapa tahun lalu. Guru Besar Emeritus Undip tersebut dirawat di rumah sakit sejak 3 Januari lalu karena kondisinya yang drop dan terkena infeksi kandung kemih.

Wafat pada usia 75 tahun, Darmanto yang sedemikian dikenal kiprahnya dalam dunia sastra dan seni itu meninggalkan seorang istri, Sri Maryati, yang dinikahinya sejak 1970 dan lima orang anak. Darmanto yang lahir di Jakarta, 16 Agustus 1942 tercatat sebagai perintis dan pendiri Jurusan Psikologi Undip dan menjadi kepala program studi.

Meski sebagai pengajar psikologi, darah seni yang dimiliki jebolan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu tetap mengalir. Buku puisinya adalah Bangsat! (1975), Ki Blaka Suta Bla Bla (1980), Karto Iyo Bilang Boten (1981), Sang Damanto (1982), Golf Untuk Rakyat (1995), dan Sori, Gusti (2002). Almarhum dimakamkan di Pemakaman Keluarga Undip, kawasan Tembalang, Semarang. (Aries Kunarto MK)

Foto: Koleksi keluarga

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here