Beranda Regional Dilaporkan, Dua Oknum Polisi Kriminalisasi Ketua RT

Dilaporkan, Dua Oknum Polisi Kriminalisasi Ketua RT

130
0

SEMARANG, (Obyektif.com) – Dua Oknum polisi bernama AGS dan EY, diduga kuat telah melakukan tindak kriminalisasi terhadap Ketua RT 05/RW 06, Perumahan Taman Majapahit Grand Indraprasta, Pedurungan Lor, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, bernama Pri (49), baru-baru ini. Ia dilaporkan ke kepolisian oleh dua warganya yang berprofesi sebagai polisi tersebut, atas dugaan penggelapan.

Tuduhan penggelapan itu berawal dari penerimaan dana hibah dari PT Wika Realty sebesar Rp 100 juta untuk RT 05/RW 06, pada Juli 2013 lalu. Kuasa hukum Ketua RT Pri, Sukadi Suratman SH, MH, Arun Pratama SH, MH dan Ali Mansur Alhuda, S.HI, MH, kepada Obyektif.com menjelaskan, pelaporan yang dilakukan dua warga RT 05/RW 06, Perumahan Taman Majapahit Grand Indraprasta tersebut merupakan bentuk kriminalisasi.

Ia mengaku keberatan atas apa yang dilakukan dua oknum warga yang berprofesi sebagai polisi tersebut. “Kami menilai ini bentuk kriminalisasi, karena klien kami tidak menikmati uang hibah itu, tetapi merealisasikannya sesuai peruntukan,” kata Sukadi Suratman lebih lanjut.

Sukadi dan kawan-kawan memaparkan, dana hibah Rp 100 juta dari PT Wika Realty telah disepakati peruntukannya untuk penanganan banjir, keamanan, kebersihan, dan sampah. Penerimaan dana hibah tersebut juga telah dilaporkan ke Ketua RW 06 dan pihak Kelurahan Pedurungan Lor.

Kemudian dana hibah tersebut, oleh Ketua RT Pri sebesar Rp 60 juta diserahkan ke bendahara RT, dengan tujuan untuk membeli pompa air guna menangani banjir. Sedangkan sisanya Rp 40 juta dipegang Ketua RT sebagai dana taktis, dengan pertimbangan ada warga yang ingin menginvestasikan dana yang ada di kas RT 05.

“Uang Rp 40 juta itu sudah digunakan untuk pembersihan gorong-gorong di RT 05, untuk memperlebar saluran air dan pembuatan talut di depan masjid Al-Furqon,” paparnya. Dari berbagai hal itu, dana hibah yang dipegang Ketua RT masih tersisa Rp 14,9 juta. Sisa dana tersebut kemudian diserahkan ke RW 06, dengan tujuan untuk pemasangan paving di RT 06 dan pengurus RW.

Atas pemberian ke RT 06 tersebut, lanjut Sukadi, kliennya telah memberikan down payment Rp 5 juta kepada pemborong. Dengan demikian kliennya selaku ketua RT 05 yang menerima dana hibah telah menggunakan seluruh uang tersebut untuk penanganan banjir dan kebersihan lingkungan, sebagaimana tujuan dana hibah. Dengan demikian, klien kami tidak lagi menguasai sedikit pun dana hibah. Sehingga tidak lagi termasuk dalam perbuatan melawan hukum sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 372 KUHP,” jelasnya.

Kuasa hukum lainnya, Arun Pratama menambahkan, klien kami itu telah ditetapkan sebagai tersangka, dengan tuduhan pengelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 372 KUHP. Ketua RT Pri sendiri pernah dipanggil untuk dimintai keterangan berdasarkan surat panggilan nomor: S.Pgl/750/X/2018/Reskrim pada 11 Oktober 2018 dan nomor: S.Pgl/732/IX/2018/Reskrim pada 27 September 2018.

Pihaknya juga merasa kecewa saat proses pemasangan paving di wilayah tersebut, yang oleh onkum polisi sempat dihentikan secara arogan. Sehingga menyebabkan para pekerja ketakutan. “Padahal kedua oknum tersebut juga warga setempat. Tukang pavingnya dimintai KTP, mereka diancam akan dipanggil jadi tersangka, kalau nekat membangun, termasuk Ketua RW dan Sekretrais RW juga diancam,” tambahnya.

Atas permasalahan tersebut pihak Kuasa Hukum telah mengajukan permohonan perlindungan hukum dan gelar perkara kepada Direskrimum Polda Jateng, ditembuskan kepada Kapolda Jateng, Irwasda Polda Jateng, dan Propam Polda Jateng. Kini masalahnya masih dalam penanganan.

Menurut Kuasa Hukum Sukadi, sebelumnya  dalam kasus tersebut, tepatnya 16 Agustus 2018, sudah ada notulen hasil pertemuan , yang dilakukan dan ditandatangani Ketua RW 06, H.Hendi Soemarmo, Lurah Pedurungan Lor (Paryana), Babinkamtibmas Pedurungan Lor (Aiptu Sunarya) dan Kapolsek Pedurungan (Kompol Mulyadi, SH,MH). Selain itu , dihadiri Sertu TNI Sugian (Babinsa), Tri Sulistyanta dan Andriyanto selaku Sekretaris dan Bebdahara RT.05/RW.06.

Hasil pertemuan di notulen tersebut ada dua poin, yakni Kapolsek Pedurungan menyampaikan bahwa semua permasalahan warga agar diselesaikan di tingkat warga setempat. Hal tersebut sesuai petunjuk Kapolrestabes Semarang. Kemudian kedua Ketua RT.05, menyampaikan dan menunjukkan uang hibah dari PT Wika Rialty sebesar Rp 40 juta kepada Kapolsek Pedurungan dan semua peserta lain yang hadir.  Uang tersebut sewaktu-waktu siap digunakan untuk dana pembangunan yang bermanfaat bagi warga Kelurahan Pedurungan Lor khususnya RT.05/RW.06. Tetapi entah bagaimana, kasus yang sedang selesai dimediasi itu, tiba-tiba dilanjutkan kembali. (Totok Magdiana).

Foto: Kuasa Hukum Sukadi Suratman, SH, MH dan Arun Pratama, SH, MH. (Foto: Obyektif.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here