Beranda Traveling DKJT Dukung Sertifikasi Seniman

DKJT Dukung Sertifikasi Seniman

119
0

BALI, (Obyektif.com) – Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) mendukung langkah Direktorat Kesenian Ditjen Kebudayaan Kemendikbud yang memprogramkan sertifikasi kompetensi seni. Hal ini karena sertifikasi kompetensi bagi para seniman sangat penting sebagai peneguh profesi mereka. Setuju atau tidak setuju hal ini merupakan konsekuensi dari pasar bebas ketika dunia kini makin terbuka.

Hal itu dikatakan Ketua Umum DKJT Gunoto Saparie menanggapi hasil-hasil Pelatihan Asesor Bidang Seni di Ubud, Bali, (11-18/03/2019). Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Kesenian itu sesungguhnya untuk memosisikan sertifikasi kompetensi seni sebagai yang sesungguhnya tidak serumit bayangan para seniman. Banyak para seniman yang menolak sertifikasi kompetensi seni.

Mereka masih berpandangan konvensional. Bagi mereka, buat apa para sastrawan, pelukis, pematung, penari, dramawan, pemusik, dan penyelenggara seni harus disertifikasi? katanya. Menurut Gunoto, dalam waktu tidak lama lagi di Bali, misalnya, pementasan kesenian untuk pariwisata harus mendapatkan sertifikat kompetensi.

Rancangan Peraturan Daerah tentang Kepariwisataan Budaya Bali salah satu pasalnya menyebutkan tentang hal itu. Ini berarti, sertifikat kompetensi seni sangat diperlukan bagi seniman, apalagi kalau akan pentas di luar negeri. Kalau mereka hendak pentas di Singapura pasti ditanya apakah yang bersangkutan memiliki sertifikat kompetensi?

Sertifikat kompetensi seni ini merupakan pengakuan keprofesionalan seorang seniman. Yang mendapat sertifikat itu bukan sanggar ataupun pementasannya, melainkan pelaku seni. termasuk pelatih maupun periasnya,” tandasnya seraya menambahkan, sertifikasi kompetensi digunakan untuk mendudukkan keahlian seseorang terkait kepentingan penguna (dalam hal ini industri) yang mensyaratkan kepastian profesi dari tenaga kerja yang diinginkan.

Gunoto mengatakan, kompetensi seni seseorang bisa dilihat dengan melakukan uji kompetensi dan portofolio. Hal ini karena sebenarnya standarisasi kompetensi bertujuan untuk menyetarakan kompetensi seseorang, baik dari jalur pendidikan formal maupun nonformal. Banyak seniman, termasuk dari Jawa Tengah, masih terkendala untuk melakukan pentas maupun eksibisi ke luar negeri karena tidak memiliki sertifikat kompetensi seni. Kita tidak mungkin mengingkari kenyataan ini, ujarnya. (Aries Kunarto, MK)

Gambar: Sebagian peserta Pelatihan Asesor Seni di Ubud, Bali, berfoto bersama.
(Foto: obyektif.com/GS).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here