Beranda Regional DKJT Kritik Pemakaian Bahasa Jawa dalam Upacara

DKJT Kritik Pemakaian Bahasa Jawa dalam Upacara

41
0

SEMARANG, (Obyektif.com) – Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) mengkritik penggunaan bahasa Jawa dalam Upacara Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Semarang, Rabu lalu (15/8). Penggunaan bahasa Jawa dalam upacara dia anggap melanggar konstitusi.

Ketua Umum DKJT Gunoto Saparie mengatakan, dalam Undang-Undang Dasar 1945 Bab XV Pasal 36 jelas dinyatakan ”Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”. Sebagai bahasa resmi negara, bahasa Indonesia berfungsi antara lain sebagai bahasa penyelenggaraan pemerintahan dan administrasi negara.

Menurut Gunoto, seharusnya para pengambil keputusan di Pemprov Jateng tidak lupa terhadap amanat konstitusi itu. Sedangkan dalam Undang-Undang No.24 Tahun 2009 mengenai Bendera, Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan Bab III Pasal 11 disebutkan bahasa Indonesia digunakan dalam dokumen resmi, pidato kenegaraan, forum resmi, komunikasi resmi, penulisan dan publikasi karya ilmiah, proses pendidikan, media massa, serta dalam penamaan bangunan, kompleks, jalan, lembaga, merek dagang, dan tempat layanan umum.

“Para pejabat Pemprov Jateng harusnya tahu kalau dalam bab yang sama di undang-undang itu, pasal 13 ayat 2 disebutkan, pidato pejabat pemerintah yang disampaikan di dalam negeri wajib menggunakan bahasa Indonesia. Sementara pasal 15 ayat 1 memuat, komunikasi resmi di lingkungan kerja lembaga pemerintah dan lembaga nonpemerintah wajib menggunakan bahasa Indonesia,” katanya.

Menurut Gunoto, Pemprov Jateng sesuai dengan kewenangannya, memang berhak mengatur penggunaan. pengembangan, dan pembinaan bahasa Jawa di wilayahnya, Tetapi hal itu harus dilakukan dengan tetap memakai aturan main atau setia terhadap rambu-rambu yang ada. Akan tetapi, Pemprov Jateng, selain berkewajiban melestarikan bahasa Jawa di wilayahnya, ia harus membina masyarakat agar mampu dan bangga berbahasa Indonesia.

Upacara Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Jawa Tengah kembali dilakukan dengan cara yang berbeda. Tak hanya menggunakan pakaian adat, pada upacara yang berlangsung di Lapangan Pancasila (Simpanglima), Rabu (15/8), prosesi upacara tersebut rencananya juga memakai bahasa Jawa.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP mengatakan, tahun lalu upacara sudah menggunakan pakaian adat Jawa Tengah. Namun, bahasa yang digunakan masih bahasa Indonesia. Peringatan tahun ini berbeda. Prosesi upacara menggunakan bahasa Jawa. (Aries Kunarto MK)

Foto: Gunoto Saparie. (Foto: Koleksi Gunoto – obyektif.com Telp. 0822.2590.0809)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here