|
Dunia sekarang ini sedang meneropong Libya, karena berlangsungnya perang sipil di sana, yang diawali dengan maraknya demo anti Khadafi, pemimpin tertinggi negeri itu yang sudah berkuasa 42 tahun. Namun bukan Khadafi, kalau dia mudah digertak rakyatnya. Alih-alih mengabulkan keinginan para demonstran yang didukung kubu opisisi, lelaki bertampang keras itupun menghardik para penentangnya dengan kekuatan militer dan senjata.
Lalu siapakah Khadafi ini? Nama lengkapnya Muammar Khadafi (68 tahun), merupakan salah satu pemimpin dunia yang memiliki gaya tersendiri. Perangainya keras, unik,dan juga cerdik. Seperti dikisahkan oleh Jonathan Mann, reporter CNN, saat kali pertama bertemu Khadafi pada 2005. Pertemuan itu benar-benar sulit hilang dari benaknya karena saat itulah dia menyadari bahwasanya Khadafi adalah sosok yang aneh.
Misalnya saat wawancara berlangsung, tiba-tiba Khadafi mengancam akan menggugat Mann karena menanyakan soal demokrasi di Libya. “Bila ada yang bilang bahwa Libya itu tidak demokratis, maka hal itu saya anggap sebagai penghinaan besar. Untuk mengembalikan kehormatan akibat penghinaan itu, hanyalah lewat pengadilan. Akan saya gugat Anda,” katanya dengan nada keras. Itu bukan kali pertama Khadafi berang bila disinggung soal demokrasi di negaranya.
Dia juga pernah marah besar pada tahun 2006 ketika disinggung masalah demokrasi di negara yang dipimpinnya itu. Menurut dia, tidak ada negara lain di dunia ini yang menerapkan demokrasi selain Libya. Ia menyebut demokrasi Barat adalah palsu dan konyol, katanya dalam sebuah hubungan video via satelit.
Bagi Khadafi, tak ada sistem yang lebih baik daripada sistem jamahiriya atau negara massa. Menurut dia, sistem yang telah dikembangkan sejak 1977 itu, memberikan kesempatan mendasar bagi rakyatnya di Libya untuk mengungkapkan pandangan mereka di Kongres Rakyat. Dengan demikian berarti kekuasaan dipegang ribuan komisi rakyat. Sistem yang dinilainya paling baik itu, diterbitkan dalam Green Book (Buku Hijau) yang berisi alternatif bagi sosialisme dan kapitalisme, yang dikombinasikan dengan aspek Islam. Buku inilah yang dipakai pedoman di negaranya.
Menurut Mann, bukan hanya ancaman gugatan itu saja yang mengagetkan dirinya, namun dia juga dibuat terkesan dengan suasana ketika berlangsung wawancara. Tidak dilaksanakan di gedung yang megah sebagaimana umumnya para pemimpin dunia, namun di sebuah tenda. Saat itu, dia duduk berhadapan dengan Khadafi di dalam tendanya di Tripoli.
Digambarkan, tenda terdiri atas sebuah kamar yang dibuat dari berbagai macam kain di tengah kompleks yang dijaga ketat. Mereka duduk di atas mebel kebun plastik yang dibersihkan dengan tangan oleh seorang pria berseragam. Di luar tenda, terlihat seekor kambing sedang merumput. Khadafi memang terkenal dengan perilakunya yang aneh. Misalnya, para pengawalnya terdiri dari para kaum wanita. Keanehan lainnya yaitu idenya untuk menghapus negara Swiss.
Di sekitar pemimpin Libya itu hanya ada sedikit pengawal pria.Namun, meski dengan perlindungan para wanita, sulit dimahami bagaimana dia bisa bertahan di tampuk kekuasaan selama hampir 42 tahun lamanya. Dalam ingatan Mann, Khadafi tampak tidak terlalu tegas. Dia terlihat malas dan matanya,meski ditutupi kacamata hitam,tampaknya tidak fokus.Sikap aneh juga ditunjukkannya ketika dia selalu menggunakan raket pengusir serangga meskipun tak ada serangga di sekitarnya. Jawaban Khadafi dalam setiap wawancara,melalui penerjemah, juga dinilai tidak fokus dan selalu melantur.
Dalam surat kawat diplomatik rahasia yang dibocorkan Wiki- Leaks, diplomat Amerika Serikat menggambarkan Khadafi sebagai sosok yang terlalu cemas terhadap kesehatannya yang takut terbang di atas air. Namun dia adalah sosok yang taat beribadah, selalu berpuasa setiap Senin dan Kamis.
Surat kawat itu juga menyebutkan, dia adalah penggemar berat balap kuda dan dansa flamenco yang pernah memberikan titel kepada dirinya sebagai “Raja Kebudayaan”. Surat kawat itu juga melaporkan, kemanapun dia pergi, dia selalu dikawal seorang gadis pirang cantik, yang merupakan anggota perawat Ukrainanya.
Khadafi juga suka catur. Pada Maret 2004, FIDE, badan dunia catur, mengumumkan pemimpin Libya itu menyediakan hadiah uang bagi pemenang Kejuaraan Dunia Catur pada Juni-Juli 2004 yang digelar di Tripoli. Ia juga menyelenggarakan kontes kecantikan Miss Net World yang pertama bagi Libya dan yang pertama bagi dunia untuk ajang kontes ratu-ratuan yang diselenggarakan di internet.
Pada 2008, sebelum Condoleezza Rice (menteri luar negeri pertama AS) mengunjungi Libya,Kedutaan Besar AS di Tripoli berusaha menekankan sisi positif. Tapi, dalam surat kawat kepada Rice, kedutaan memperingatkan bahwa Khadafi itu, luar biasa aneh dan menghindari kontak mata.Jika bertemu,maka akan banyak sekali periode diam yang tidak membuat nyaman.
Tapi, dia adalah seorang konsumen berita yang besar. “Seorang intelektual dan filosof bergaya,” ungkap surat kawat itu kepada Rice. “Dia sudah mengantisipasi selama beberapa tahun untuk mendapatkan peluang berbagi pandangannya tentang masalah dunia dengan Anda,” seperti tertulis dalam surat kawat tersebut. (AFP/Rtr/ars)
------------------------------------------
PERTAHANKAN KEKUASAAN DNG KECERDASAN
Khadafi, meskipun punya segudang sikap dan perilaku yang bisa dianggap aneh, namun dia bisa membuktikan diri sebagai salah satu pemimpin yang tak takut pada ancaman dari manapun, bahkan dari rakyatnya sendiri sekalipun. Dia menegaskan tak akan mundur dari jabatannya dan memilih menjadi martir.
Masalahnya, bagaimana ia bisa mempertanahkan kekuasaannya? Penulis Kenneth Timmerman yang pernah bertemu dengannya juga mendapat kesan bahwa Khadafi mempertahankan kekuasaannya dengan kecerdasannya. “Dia pemain yang sangat, sangat terampil. Dia memecah negara, untuk menaklukkan kelompok-kelompok kecil. Dia tetap menjaga suku-suku saling berkelahi satu sama lain, dan sampai saat ini, dia masih mendistribusikan hasil penjualan minyak kepada rakyatnya, meski saat ini Libya tengah menghadapi huru-hara,” tutur Timmerman.
Dulu,negara itu berada dalam transisi, sebuah negara kasar yang berusaha menyelamatkan diri. Ditekan sanksi internasional, Libya melepaskan dukungan bagi kelompok teroris, menyerahkan senjata pemusnah massal kepada Barat,dan berusaha membuka kembali perekonomiannya.
Kepada Mann, Khadafi mengaku marah karena Libya tak pernah mendapatkan imbalan sebagaimana diharapkan dengan langkah-langkah itu, yaitu kepercayaan AS dan investasi. Salah satu faktornya adalah perhatian Washington beralih ke perang Irak dan Afghanistan. Namun, faktor utamanya adalah karena tak satu pun presiden atau politikus Amerika yang mau merangkul pria yang pernah disebut Ronald Reagan sebagai “anjing gila itu”.
Di mata dunia, reputasi Khadafi cukup baik,terutama di Afrika dan Timur Tengah. Dia dianggap sebagai salah satu pemimpin paling moderat dan bertanggung jawab di dunia Arab. Khadafi membantu mengupayakan penyelesaian konflik Israel-Palestina dengan membuat konsep solusi negara tunggal “Israetine” yaitu kombinasi Israel dan Palestina. Khadafi dikenal sebagai pendukung Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Angkatan Bersenjata Republik Irlandia (IRA). Dia juga muncul sebagai seorang pemimpin Afrika yang populer. Dia berteman baik dengan Nelson Mandela dan pemimpin terkemuka Afrika lainnya. Dia dipandang sebagai sosok humanis dan negarawan arif yang telah mengalami berbagai macam perjuangan selama hidup. Di dalam negeri,Khadafi menunjukkan diri sebagai pemandu spiritual negara. Namun, dengan semakin menuanya usia Khadafi,kolonel itu diperkirakan sedang mempersiapkan transisi. Belum jelas siapa yang akan menggantikannya.
Kondisi saat ini membuat rakyat Libya bingung.Banyak hal berubah dan mereka merasa tidak mendapatkan apa pun dari kekayaan Libya dengan buruknya pelayanan publik dan korupsi yang merajalela. “Mereka sangat mengkhawatirkan efek perubahan yang dapat mengesampingkan kekuasaan mereka. Tapi, disaat yang sama, mereka sadar harus melakukan sesuatu. Itu sebabnya semua jadi sangat lambat,” papar Saad Djebbar salah seorang pengamat. Dalam rencana negara atau perusahaan bagi Libya,Muammar Khadafi adalah wildcard, elemen yang tidak bisa diperkirakan dan akan tetap begitu adanya. Sampai kapanpun. (AFP/Rtr/ars)
|