Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
Figure0 Komentar  |  1298 Pembaca

KUKRIT MENGUAT, KADIN JATENG 1
Ditulis Oleh :anggoro.s, Pada Tanggal : 25 - 04 - 2011 | 20:07:33

Kukrit Suryo Wicaksono, yang akrab dipanggil “Mas Kukrit”, menguat menuju Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng, setelah melihat peta dukungan dari para pengurus Kadin di berbagai wilayah Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah.

Lelaki muda energik, CEO Suara Merdeka Group itu, langsung disambut antusias para pengurus Kadin di berbagai wilayah di Jateng yang dikunjunginya, dalam road show untuk mamaparkan visi dan misinya. Dalam kegiatan itu, ia juga didampingi Ketua Umum Kadin Jateng Ir Solichedi, yang melantik pengurus baru Kadin, di beberapa daerah.

Salah seorang tim suksesnya, Ir H Soekimin ketika dihubungi wartawan Obyektif Cyber Magazine di Semarang, baru-baru ini membenarkan hal itu. “Benar, dukungan pada Mas Kukrit menguat. Hal itu mengindikasikan, ke depan, Kadin Jateng membutuhkan Ketua Umum yang muda, cerdas, dan energik, yang bisa membawa pembaharuan dan kemajuan organisasi para pengusaha itu,” tutur Soekimin yang juga Ketua Forum Komunikasi Ormas dan LSM (Forkom) Jateng yang terus mendampingi Kukrit ketika berkunjung ke berbagai daerah.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam forum silaturahmi Kadin se- eks Karesidenan Pati, di Hotel Griptha Kudus, para pengurus solid mendukung Kukrit menjadi Ketua Umum Kadin Jawa Tengah, pada Musprov 18-19 Mei mendatang ini di Semarang.

Dukungan pertama langsung datang dari Dewan Penasehat Kadin Kudus, H Mustofa, yang juga Bupati Kudus ini. Dalam sambutannya ia mendeklarasikan diri mendukung Kukrit. Ia melihat Kukrit mempunyai talenta dan potensi wirausaha yang tinggi. "Mas Kukrit yang saya kenal merupakan pengusaha yang multitalenta, saya deklrasikan diri mendukung menjadi Ketua Umum Kadin Jateng," katanya.

Ketua Kadin Kudus, Safrul Kamaluddin, sejak awal mendukung adanya rencana Kukrit. Ia mengaku program yang ditawarkan Kukrit solutif untuk persoalan dunia usaha di Jawa Tengah. Di antaranya tiga program prioritas, yakni pemantapan kantor sekretariat Kadin Jateng, pemantapan akses permodalan, pemantapan pencitraan Kadin Provinsi Jawa Tengah.

Hal serupa dikemukakan oleh Kadin Jepara, Adi Sucipto Musa, ia mendukung dengan adanya solusi yang ditawarkan. Salah satunya janji yang dikemukakan dalam pembuatan regulasi yang melibatkan Kadin terkait pengambilan kebijakan di bidang ekonomi.

 Kukrit berjanji, jika menjadi Ketua Umum Kadin Jateng akan memantapkan program-program yang bersifat kemitraan dengan Gubernur Jawa Tengah. "Saya akan memulai dengan gubernur, sehingga nanti bisa dibuat percontohan di kabupatan atau kota di Jawa Tengah lainnya," katanya. Program kerja lain yang ditawarkan Kukrit, di antaranya adalah pemantapan fungsi kantor sektretariat Kadin Jateng yang akan dijadikan trading house. Ia mencita-citakan sekretariat tersebut sebagai pusat pelatihan.

Ia menyarankan agar setiap ketua Kadin mempunyai Sekretaris Eksekutif yang berfungsi sebagai motor Kadin. "Dalam setahun sekretaris eksekutif akan di training selama 3 kali di Kadin Pusat secara gratis," ujarnya. Pemantapan dari fungsi pencitraan setiap ketua Kadin di kabupaten/kota Jateng difasilitasi dengan media yang dipimpinnya. Di antaranya website Kadin Jateng akan ditautkan dengan website www.suaramerdeka.com. Kadin Jateng juga akan dibuatkan majalah khusus yang diberikan kepada Kadin se Indonesia dan pengusaha secara cuma-cuma.

Para ketua Kadin di kabupaten/kota di Jateng bakal dimintai statemen-nya terkait persoalan perdagangan yang diliput oleh televisi milik Suara Merdeka Group. Dengan mengusung tagline “Mantap Solusinya”, Mas Kukrit dan rombongan terus aktif melakukan serangkaian kunjungan silaturahmi ke kantung-kantung pengusaha yang tergabung dalam Kadin kota/kabupaten di Jateng.

Roadshow dimulai dari kota Tegal, Purwokerto dan Magelang. Putaran pertama untuk wilayah eks Karesidenan Pekalongan bertempat di Hotel Bahari Inn Tegal. Putaran kedua wilayah Banyumas bertempat di Hotel Dynasti Purwokerto. Menyusul putaran ketiga untuk wilayah Kedu bertempat di Hotel Puri Asri Magelang. Kukrit dan rombongannya terus bergerak ke berbagai wilayah di Jateng untuk memaparkan visi dan misinya. Kali ini di wilayah se-eks Karesidenan Surakarta di Solo.

Visi calon Ketua Umum yang baru itu nanti yaitu menjadikan Kadin Jateng sebagai kekuatan yang nyata dalam pembangunan daerah dan pengembangan dunia usaha di Jawa Tengah. Misinya, meningkatkan posisi tawar (bargaining position) Kadin, baik di tingkat provinsi maupun kota/kabupaten, sehingga menjadi organisasi yang bisa diandalkan dalam setiap program pembangunan daerah. Maju terus Mas Kukrit, kami semua mendukungmu. (anggoro.s)

                                                 ------------------------------------

SIAPA KUKRIT…

Lalu siapakah Kukrit ini? Baiklah, sebelum menjawab siapa dia, perlu diketahui, di jagad perbisnisan, bagi orang luar Semarang, ada pomeo begini: kalau mau menaklukan bisnis di Indonesia, haruslah bisa menaklukan pasar Semarang dulu. Sungguh. Sejarah telah membuktikan itu. Semarang yang dulu disebut Samarank oleh orang Belanda, memang ditetapkan sebagai kota perdagangan.

 Penetapan itu memang ada benarnya. Semarang merupakan saksi bisu lahirnya para pembisnis besar. Misalnya Raja Gula Asia Tenggara, Oei Tiong Ham, sudah membuktikannya. Lalu taipan kolega Almarhum HM Soeharto, Liem Sioe Liong, menghabiskan masa kecilnya di Gambiran Semarang.

Sebelum sukses dengan jaringan bisnis “Indo Group” nya, dia adalah pedagang di Semarang yang memasarkan cengkeh, arang kayu, minyak wijen, menyan, dengan cara kelilingan di seputaran Semarang, Kendal, Salatiga sampai ke Parakan. Dia bersahabat kental dengan pendiri Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung, HM.Sulchan. Lalu kedua pengusaha ini, bekerja sama berbisnis kain batik Pekalongan dan dipasarkan keluar negeri.

Pembisnis yg fenomenal dari Semarang, tentu saja “Raja Kulit”,  H.Tasripin. Pemilik hampir seluruh kampung-kampung yg ada di Kecamatan Semarang Tengah, Semarang Utara dan Gayamsari. Khusus yang tanah di Jayenggaten (sekarang di tepi Jalan Gajahmada) yang sebetulnya merupakan tanah yang dimiliki H.Tasripin pertamakalinya, oleh ahliwarisnya, dijual pada konsorsium jarigan Hotel Gumaya yg berpusat di Singapura.

Jadi sebagai warga Semarang, harus merasa bangga, karena sejak jaman dulu kala, pasar Semarang, bisa menjadi tolok ukur pasar nasional, bahkan global. Tidak percaya? Bukankah hampir semua pengusaha jamu tradisional yg dikemas modern, yang juga menguasai pasar ekspor di Asia Tenggara, hampir sebagian besar berasal dari Semarang semua. Sebut saja Charles Ong dan Peter Saerang (Ny.Meneer Group), Irwan Hidayat (Sido Muncul Group), AWS Sudhamex (Garuda Food), Jaya Suprana (Jamu Djago Group) dan lain-lain. Jika disebutkan satu persatu, jumlahnya cukup banyak dan memenuhi halaman media.

Di antara para pengusaha Semarang itu muncul nama H.Hetami yang membangun kerajaan Suara Merdeka dari bawah. Didukung oleh teman-temannya yang setia seperti Soewarno SH, HR Wahyudi, Sutedjo, dan Sutarso, naluri bisnisnya di bidang koran dan percetakan, pelan tapi pasti, terus membesar. Berbagai hambatan dan rintangan bisa diatasi. Dimulai dari kantornya di Jalan Merak No.11.A, dan karena semakin besar dipindahkan ke Kaligawe Km.5 yang cukup luas dan representatif.

Puncak kejayaan Suara Merdeka Group ketika perusahaan dipimpin menantunya Ir H Budi Santoso. Meski tidak berlatar belakang pendidikan jurnalistik seperti H.Hetami, tetapi Budi berhasil membesarkannya dan menaungi ribuan karyawan beserta keluarganya. Sekarang Suara Merdeka sudah besar dan keberadaannya cukup diperhitungkan di tingkat nasional dan nama Budi Santoso sangat dikenal, karena juga memegang berbagai organisasi besar. Kelompok bisnisnya sekarang merambah ke berbagai bidang.

Kukrit  merupakan putra Budi Santoso, dari tiga bersaudara Sarah, Kukrit, dan Rizki. Sejak awal sudah dijagokan sebagai putra mahkota, dengan disekolahkan ke Amerika dan memperoleh gelar MBA-nya di sana. Sebagai penerus “Kerajaan Suara Merdeka” generasi ketiga, Kukrit ternyata tidak mengecewakan. Bakatnya sebagai pimpinan perusahaan besar dan pengusaha sudah terlihat sejak awal. Masyarakat melihat sepak terjangnya sebagai anak muda yang cerdas, berbakat dan berdisiplin.

Berbagai organisasi pengusaha sukses dipimpinnya, seperti Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Jateng, juga organisasi yang lain seperti bidang olah raga, sosial, menajemen, dan lain-lain. Sifatnya yang supel dan pandai bergaul, berhasil merangkul para pengusaha lain, baik di Semarang dan nasional, Jakarta. Dia seperti ayahnya, pelan tapi pasti, mulai membangun kerajaan baru. Sekarang yang sedang ditangani membangun Kondotel Best Western yang bersekala internasional, di kawasan Palm Hill Estate di Papandayan. Dia juga ingin membuat sesuatu yang monumental di Semarang, Menara Suara Merdeka, yang akan dibangun di jantung kota Semarang di Jalan Pandanaran.

Pada akhirnya, dengan masa depan dan prestasinya yang bagus dan masih muda, Kukrit memang layak untuk menduduki Ketua Umum Kadin Jateng. Memang tidak mudah. Tetapi waktu dan kesempatanlah yang pada akhirnya  akan membuktikannya. Selamat berjuang Mas Kukrit. (anggoro.s)

 

 

 

 


KOMENTAR

Tidak Ada Komentar

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter