Beranda Hot News Gedung Wanita dan Heroes Park Jadi Sorotan Dewan

Gedung Wanita dan Heroes Park Jadi Sorotan Dewan

29
0

PURWOREJO, (Obyektif.com) – Ketua Komisi B DPRD Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, meminta eksekutif lebih mengoptimalkan pembangunan infrastruktur skala prioritas di tahun 2019. Bukan mega proyek mercusuar yang tidak langsung menyentuh kepentingan rakyat. Dion menegaskan hal itu mengingat keinginan kuat pemerintah daerah membangun Heroes Park dan pengembangan kawasan Gedung Wanita A Yani, di ruang kerjanya Selasa (27/11/2018).

Dua proyek tersebut sedianya akan dibangun di tahun 2019 dengan nilai anggaran cukup fantastis, Rp 7,5 miliar untuk pembangunan Heroes Park dan Rp 20 miliar guna pembangunan Gedung Wanita A Yani.

“Kita melihat pada skala prioritas. Bagi kami yang lebih mendesak dan urgent saja belum terpenuhi, seperti Jalan Kaliharjo-Somongari yang terputus sejak tahun lalu dan jembatan Trirenggono Desa Karangrejo yang putus dari 2017 belum terdanai, kok malah mau bikin taman 7,5 M,” kata Dion lagi. Padahal, lanjut Dion, dua infrastruktur tersebut menjadi akses vital masyarakat mendesak untuk segera dibangun. Jalan Kalihajo-Somongari menjadi akses vital pendidikan, sedangkan jembatan Trirenggono menjadi akses penghubung dari Kecamatan Loano ke Purworejo dan sebaliknya.

Dion menjelaskan, tema Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bupati tahun 2019 adalah percepatan pembangunan infrastruktur. Jika melihat data RPJMD, kata Dion, kondisi jalan baik di Kabupaten Purworejo tertinggal 8,9 % dari target yang ditentukan.

“Lha kalau ini saya lihat pembangunannya malah sifatnya mercusuar. Padahal APBD itu kan penjabaran dari RPJMD Bupati. Karenanya saya tegas kalau pembangunan gedung wanita saya tidak setuju,” kilahnya.

Ia menegaskan, bahwa segala usaha dan kegiatan pembangunan harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemanusian, peningkatan kesejahteraan rakyat, dan pengembangan pribadi warga. Bukan sebaliknya, pembangunan yang justru tidak menyentuh kepada kepentingan masyarakat secara langsung.

Kalau sekedar gedung pertemuan untuk resepsi dan sebagainya, justru sektor privat atau swasta yang harus kita dorong. Tapi kalau jalan jembatan itu kuwajiban negara harus hadir di situ, masa swasta yang mendandani, kan tidak mungkin,” ujarnya.
Mau bangun Heroes Park silahlan saja asal dana mencukupi. Kalau dana terbatas ya kita harus berhitung menggunakan skala prioritas, tandasnya.

Diketahui, pemerintah daerah berencana merehab total Gedung Wanita mengingat kebutuhan ruang pertemuan yang mampu menampung banyak orang. Bangunan yang berlokasi di Jalan Letkol Sugiyono, akan dibangun megah dengan kapasitas 1.500 orang. Sedangkan Heroes Park yang telah digembar-gemborkan sebelumnya bakal menjadi wajah baru bumi perkemahan Punthuk, nantinya diharapakan usai dibangun, tidak hanya menjadi bumi perkemahan, namun mampu menjadi destinasi wisata menarik di Purworejo.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Bupati. Ketika dihubungi, untuk diminta konfirmasi, beliau tidak di tempat. (http://sorot.co – Bambang Yoso)

Gambar: Gedung Wanita Kabupaten Purworejo. Foto: http://id.foursquare.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here