Gunoto Ketua DKJT Asli, Bukan Palsu

Gunoto Ketua DKJT Asli, Bukan Palsu

BERBAGI

Penyair Gunoto Saparie, memang ketua Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) yang asli periode 2015 – 2019, bukan yang palsu, apalagi yang ilegal. Kesimpulan itu perlu diluruskan untuk menepis semua suara-suara sumbang yang menentang ditetapkannya Gunoto sebagai Ketua DKJT yang baru. Di Facebook, ramai di wall Gunoto yang menyindirnya, di antaranya Mas Triyanto Tiwikromo, Mas Widyartono Radyan, Mas Handry Tm, Agoes Dhewa, dan lain-lain.

Rata-rata mengatakan, penetapan Gunoto tidak sah, karena tidak didukung Musda dari perwakilan-perwakilan DKJT di daerah-daerah di Jateng. Gunoto yang dikonfirmasi obyektif.com, belum lama ini mengatakan, DKJT merupakan lembaga nonstruktural yang dibentuk Gubernur Jateng berdasarkan skala prioritas atau kebutuhan. Sebagai lembaga nonstruktural yang diibentuk gubernur karena Instruksi Menteri Dalam Negeri No 5A Tahun 1993, DKJT tidak memiliki kaki di tingkat kabupaten atau kota..

Menurut Gunoto, dewan kesenian daerah kabupaten dan kota diibentuk oleh masing-masing kepala daerah. Hubungan DKJT dengan dewan kesenian daerah kabupaten atau kota bersifat fungsional, koordinatif, dan bukan hirarkis. “Jadi untuk pemilihan dan penetapan Ketua DKJT Jateng, tidak bergantung pada Musda DKJT daerah. Maka penetapan saya, sudah sah dan bukan ilegal,” tuturnya. Perintah diselenggarakannya pembentukan Ketua DKJT yang baru, juga langsung dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. “Jadi, tidak sah dari mana?” tanyanya, seperti balik bertanya, entah ditujukan pada siapa.

Gubernur Ganjar Pranowo yang dikonfirmasi obyektif.com ketika menghadiri uji kompetensi wartawan, di PWI Jateng belum lama ini, membenarkan hal itu. “Betul saya yang memerintahkan. Karena masa bakti Ketua DKJT lama sudah berakhir,” tuturnya. Menurut Gubernur, setelah diperintah, kok tidak segera dilaksanakan, ada apa? Maka dia bertanya pada pengurus. Dijawab, belum dilaksanakannya pemilihan Ketua, karena hibah belum cair. Gubernur pun jadi marah. “Wah, kalau mau berdedikasi pada seni budaya, ya jangan karena mau mengharapkan dapat hibah,” katanya keras. Oleh karena itu, pemilihan Ketua DKJT pun segera dilaksanakan.

Akhirnya Gunoto Saparie terpilih sebagai Ketua Umum DKJT periode 2015-2019 dalam Rapat Pleno DKJT di Ruang Galeri Museum Ranggawarsita Semarang, baru-baru ini. Ia mendapatkan 21 suara mengungguli Itos Budhy Santosa yang memperoleh 13 suara. Ketua umum terpilih Gunoto mengatakan, sebelumnya ada empat bakal calon ketua umum, yaitu dia sendiri, Itos, Bambang Suprayogi, dan Suhartono. Namun, hanya dua bakal calon yang memenuhi syarat menjadi calon ketua umum karena memperoleh dukungan minimal 10 suara sesuai tata tettib pemilihan.

Ketua umum lama Prof Dr Rustono menambahkan, rapat pleno itu dilakukan karena kepengurusan DKJT telah demisioner, sehingga tidak bisa menjalankan roda organisasi. Mandat kepengurusan akhirnya diserahkan ke Pemprov Jateng. Tapi Gubernur Ganjar Pranowo mengembalikan mandat itu dan memerintahkan agar segera dimusyawarahkan secara intern untuk membentuk pengurus baru. “Jadi sekali lagi, musyawarah ini merupakan perintah atau amanat gubernur,” tandasnya.

Musyawarah yang diikuti oleh pengurus pleno DKJT periode 2012-2015 itu juga berhasil membentuk tim formatur yang diketuai Gunoto dengan anggota Rustono, Itos Budhy Santosa, Grace W. Santosa, Suhartono, Zaenal Mahirin, dan Bambang Suprayogi. Tim formatur diberi tugas menyusun kepengurusan DKJT paling lambat 7 hari setelah musyawarah berlangsung. Atas hasil musyawarah itu, pihak DKJT telah melaporkan hasilnya ke Gubernur. Ketua Umum DKJT Terpilih Gunoto Saparie mengatakan, sejumlah pengurus DKJT lama juga telah bertemu dengan Asisten Sekda Jateng Bidang Kesra Budi Wibowo didampingi sejumlah staf dari Dinbudpar, Biro Hukum, Kantor Kesbangpolinmas, dan lain-lain. Budi menyatakan, DKJT adalah organisasi nonstruktural yang dibentuk gubernur berdasarkan skala kebutuhan. Karena itu sebagai organisasi nonstruktural DKJT tidak memiliki “kaki” di tingkat kabupaten/kota. Dasar pembentukan DKJT adalan Inmendagri No 5A/1993.

“Namun pembentukan DKJT harus melalui peraturan gubernur yang rancangannya akan dimatangkan oleh sebuah tim dengan anggota dari sejumlah SKPD terkait,” kata Gunoto mengutip pernyataan Budi. Menurut Gunoto, DKJT kini menunggu proses pembentukan pergub tersebut, surat keputusan kepala daerah. Semoga tidak lama lagi, meskipun harus melalui kajian akademis dulu. Meskipun demikian, lanjut penyair ini, DKJT tetap akan beraktivitas. (Wisnu Dewabrata).

—————————–

 

izzaweb
BERBAGI