Han Academy Pencetak Para Fighter Handal

Han Academy Pencetak Para Fighter Handal

BERBAGI
Dari kanan ke kiri, Penulis, Johan Mulia Legowo, dan Fighterwati, Fighterman. (Foto: Obyektif.com/Von Yudhiawan)

SOLO, (Obyektif.com) – Ditemui di sasana latihannya di Manahan pintu B7, Hall Muaythai, Solo, Pendiri Han Fight Academy, Johan Mulia Legowo, menerima Obyektif.com dengan terbuka, belum lama ini. Lelaki gagah yang dijuluki Ice Man tersebut, tetap bersikap hangat dan ramah saat diajak berbincang. Johan terkenal karena telah banyak menghasilkan fighter-fighter handal tingkat nasional maupun internasional. Bahkan sebelum menjadi pelatih, Johan merupakan fighter kawakan yang telah malang melintang di dunia Mix Martial Arts, dan menyabet banyak gelar jawara.

Diawali dari kecintaannya pada olahraga beladiri tradisional Sanshou sejak usia 9 tahun, Johan lalu mempelajari berbagai jenis olahraga beladiri lain di antaranya tinju, yudo, muaythai, jiusjitsu, dan beberapa cabang seni beladiri tradisional. Walau sudah menguasai banyak jenis beladiri, Johan tetap mendalami salah satu jenis bela diri favoritnya, secara tekun dan mendalam, sampai benar benar menguasai. Setelah dapat menguasai full, barulah memutuskan diri untuk mengikrarkan diri sebagai pelatih.

Oleh karena itu, saat ini Johan memusatkan seluruh kemampuannya untuk melatih anak didiknya untuk berprestasi. Melalui ajang MMA di salah satu televisi swasta, Johan membawa mereka bertanding dan menjuarai  event tersebut di berbagai kelas. Nama Abro Fernandes yang menjuarai kelas bantam membuktikan kehebatan tangan dinginnya. Sedangkan di kelas Putri fighter, Linda Darrow juga telah sukses mengkanvaskan fighter asal Mesir, Amira Badr, dalam pertarungan dengan rekor tercepat 16 detik. Menyusul kemudian nama fighter Angga Han, Brianata Rosadhi,Yordan Hilapok, Senna Han, dan lain-lain, namanya dikenal dan tidak asing lagi bagi penggemar olahraga MMA.

Menurut para muridnya, Johan yang tidak pernah pelit berbagi ilmu bela diri yang dimilikinya. “Saya suatu saat akan dikalahkan murid saya juga,” katanya serius. Hal itu membuktikan bahwa Johan memberikan ilmunya secara total pada murid muridnya.  Mereka mendapatkan hasil latihan dan prestasi yang terbaik. Namun saat latihan Johan menggunakan metode latihan yang tepat, disiplin, terukur dan teruji. ”Banyak fighter  yang mengalami cedera karena pola latihan yang salah,” tambahnya. Di Han Academy, diberikan pola latihan yang benar, supaya mendapatkan hasil yang maksimal, dan menjadi atlet yang dapat berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Melihat latihan para murid di sasana ini, dengan tempaan disiplin yang tinggi, membuat para murid mencapai hasil yang maksimal. “Jangan terlalu lunak pada diri sendiri dan supaya kita menang, maka keraslah berlatih, sehingga lawan akan menjadi lunak di hadapan kita,” pesannya selalu kepada para siswa. Han Academy saat ini mempunyai program yang dibuka untuk masyarakat umum, baik hanya untuk menjaga kebugaran, untuk menyalurkan hobi beladiri, maupun untuk mencapai prestasi.

Para muridnya cukup beragam, dari usia anak 8 tahun sampai usia 60 tahun, pria maupun wanita. Menurut Johan, olahraga beladiri selain baik untuk menjaga diri, meningkatkan percaya diri, juga membakar lemak paling efektif. Ada kelas Brazillian Jiujitsu, Muaythai, Boxing dan MMA Conditioning, yang bertujuan untuk kebugaran. Memang luar biasa kiprah dan totalitas Han Academy beserta pelatihnya, dalam mencetak atlet handal, dan membuat masyarakat lebih sehat. (Von Yudhiawan).

 

izzaweb
BERBAGI