Beranda Hot News Hindari Pengkotakan, Advokat Jateng Bersatu Dideklarasikan

Hindari Pengkotakan, Advokat Jateng Bersatu Dideklarasikan

348
0

Untuk menghindari pengkotak-kotakan dan persaingan yang tidak sehat antar-advokat, maka delapan organisasi advokat yang ada di Jateng, bersepakat mendeklarasikan terbentuknya “persatuan advokat”, yang diberi nama:  Advokat Jateng Bersatu (AJB). Pendeklarasian  berlangsung di Hotel Patra Jasa Semarang, tepat pada HUT ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2016, dihadiri para pengurus organisasi advokat, dan para anggotanya dari berbagai wilayah di Jateng.

Sekretaris Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) DPD Jateng, yang juga Ketua Panitia Deklarator, M Rofian,SH,MH,CLA yang diwawancara obyektif.com menjelaskan, kedelapan organisasi advokat yang bersepakat bersatu yaitu, Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin), Kongres Advokat Indonesia (KAI), DPD Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI), Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), Himpunan Advokat Pengacara Indonesia (HAPI), Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI), dan Serikat Pengacara Indonesia (SPI).

Ditambahkan, dipilih tanggal 17 Agustus pas hari kemerdekaan RI, karena diharapkan menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan kesatuan antar-advokat, dalam mendapatkan keadilan. Advokat harus bersatu dan membangun kerja sama, tidak boleh terpecah, saling menghujat, baik tingkat organisasi, dalam sidang maupun di luar sidang. Dengan deklarasi ini, AJB  juga ingin menjalin hubungan lebih baik dengan penegak hukum lain, polisi, jaksa, maupun hakim.

Menurut Rofian, pemrakarsa deklarator di antaranya Ketua DPW Ikadin Jateng Rangkey Margana, Ketua DPD KAI Jateng John Richard Latuihamallo, Ketua DPC Peradi Kota Semarang M Reza Kurniawan, Ketua DPC Peradi Kota Semarang Broto Hastono, Ketua Panitia Deklarator M Rofian dan sekretarisnya Ferry Sataryanto, serta Theodorus Yosep Parera dari DPC Peradi versi Juniver Girsang, yang sekaligus membacakan deklarasi di depan semua anggota dan pengurus.

Deklarasi berlangsung tertib dan rukun. Dalam kesempatan itu, ratusan advokat mengucapkan ikrar yang berisi lima poin. Di antaranya mempersatukan advokat Jateng, menyetarakan kedudukan profesi advokat dengan penegak hukum, dan lain-lain. Sedangkan advokat senior, John Richard menjelaskan, advokat kalau terpecah belah akan jadi tidak punya kekuatan. Diakuinya, Peradi terbelah menjadi tiga, KAI dan Ikadin sendiri jadi dua organisasi. Oleh karena itu, AJB ini bukan merupakan wadah baru, tapi satu media untuk kesatuan semua advokat tanpa membedakan latar belakang organisasinya.

Ditambahkan, deklarasi itu memiliki makna yang dalam sebagai momentum bagi Indonesia agar advokatnya bisa bersatu. Banyak organisasi advokat yang terpecah, bahkan sudah berlangsung sejak 2008. Oleh karena itu, setelah deklarasi, akan ditindaklanjuti dengan memperkenalkan diri secara audiensi ke Kejati dan Polda Jateng sekaligus meminta agar saling menghargai dalam penegakan hukum.  Sebuah usaha positif yang baik dan bermanfaat, baik bagi para advokat dan juga masyarakat luas. Rofian juga mengharapkan, persatuan seluruh advokat tersebut, merupakan sejarah baru, kembali ke jati diri, membela rakyat, agar mendapatkan keadilan hukum.

Sebelumnya, deklarasi ditandai penandatangan Memorandum of Understand (MoU) dari perwakilan organisasi advokat, disaksikan langsung oleh Asisten Pidana Umum Kejati Jateng, Freddy Runtu, Bidkum Polda Jateng, AKBP I Nengah Wirta Darmayana, serta pejabat dari Pengadilan Tinggi Semarang, dan dua advokat senior Jateng. Pembacaan ikrar deklarasi dipimpin Ketua DPC Peradi versi Juniver Girsang, Theodorus Yosep Parera dan diikuti peserta deklarasi AJB. (Anggoro/Kadi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here