Beranda Regional ICMI Minta Generasi Muda Tidak Golput

ICMI Minta Generasi Muda Tidak Golput

22
0

SEMARANG, (Obyektif.com) – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wilayah Jawa Tengah mengharapkan, agar generasi muda tidak memilih sebagai Golput (golongan putih) dalam Pemilu Serentak 17 April mendatang. Di antara 196,5 juta pemilih, 7,4 persen atau sekitar 14 juta orang adalah generasi muda yang memiliki hak pilih untuk pertama kalinya. Karena itu, diharapkan mereka menggunakan hak pilihnya.

Fungsionaris ICMI Jateng Gunoto Saparie mengungkapkan hal itu, menanggapi hasil survei Jeune & Raccord (J&R) yang menyebut potensi Golput atau tidak memilih di kalangan milenial pada pemilu 2019 mencapai lebih dari 40 persen. Survei itu melibatkan 1.200 responden di seluruh provinsi Indonesia pada 10 -16 Maret 2019 dengan margin of error kurang lebih 2,8 persen.

CEO J&R, Monica JR mengatakan, tingginya angka Golput tersebut disebabkan oleh ketidakpedulian generasi milenial terhadap politik dan kurangnya informasi waktu pencoblosan pilpres, dengan persentase masing-masing 65,4 persen dan 25,3 persen. Oleh karena itu, perlu gerakan nasional untuk mengurangi potensi Golput di kalangan milenial dan pemilih pemula.

Gunoto berharap, Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih kalangan milenial dalam pemilu 2019. Hal itu perlu dilakukan sampai hari pencoblosan.

Menurut Gunoto, Pemilu Serentak 2019 seharusnya menjadi momentum perubahan untuk Indonesia. Masyarakat Indonesia akan memilih jajaran pejabat negara yang akan menjadi pemimpin bangsa menuju masa depan yang lebih baik. Para pemilih akan langsung memilih anggota legislatif dan Presiden/Wakil Presiden di saat yang bersamaan.

“Dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres 2014 lalu tercatat sebanyak 190.291.110 juta orang. Mereka yang tak memilih mencapai 29,8 persen atau 56.732.857 suara. Ini berarti, angka Golput Pilpres 2014 lebih parah dibanding Pilpres 2009 yang hanya 27,7 persen,” ujarnya.

Memang, kata dia, memilih atau tidak merupakan hak. Namun menggunakan hak pilih justru merupakan tanda tanggung jawab atas hak yang diperoleh. Melakukan aksi nyata memanfaatkan hak suara lebih baik katimbang apatis terhadap pilpres maupun pileg. (Aries Kunarto MK)

Gambar: www.jateng.kpu.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here