Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
InfoJatengIndeks Berita

Ditulis tanggal : 08 - 06 - 2011 | 12:54:32

Binatang lintah, yang berada di air payau, biasanya besarnya hanya satu jempol orang dewasa. Namun lintah pengisap darah yang satu ini, memang lain dari biasanya. Ukuran besarnya, sekitar lima kali lintah biasa. Oleh karena itu, Warga Desa Timbul Sloko, Kecamatan Sayung, Demak, Jawa Tengah, dalam sepekan terakhir ini jadi heboh,

Ditulis tanggal : 07 - 06 - 2011 | 22:01:48

Daya dukung jalan Semarang – Solo saat ini sudah sangat memprihatinkan. Dari panjang jalan sekitar 100 Km itu, hampir 95 persennya berjalur sempit yang hanya bisa dilewati dua kendaraan jenis mobil, dalam dua arah. Sehingga kalau ada problem sedikit saja, membuat jalan macet total. Belum terhitung kendaraan roda dua yang

Ditulis tanggal : 05 - 06 - 2011 | 19:52:44

Guna meningkatkan pemberdayaan peran dan fungsi ibu-ibu PKK, Desa Sidogede, Kecamatan Grabag menyelenggarakan acara “Evaluasi/Pembinaan Sepuluh Program Pokok PKK”, yang dibuka oleh Wakil Bupati Magelang, Jawa Tengah, Hj. Zaenal Arifin, didampingi Camat Grabag, Nanda Cahyadi Pribadi dan Kepala Desa Sidogede, Febrianto Adityawan Candra, baru-baru ini. Sementara, Wakil Bupati Magelang, Hj. Zaenal

Ditulis tanggal : 24 - 05 - 2011 | 01:23:46

Pengiriman tenaga perawat ke Negeri Sakura, Jepang, ternyata masih menghadapi banyak kendala. Namun yang menjadi hambatan utama ada dua hal, yaitu, adanya program “G to G” (government to government) dan kurangnya guru-guru bahasa Jepang di Jateng. Demikian dijelaskan Kepala Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP2TKI) Jateng, AB Rahman

Ditulis tanggal : 11 - 05 - 2011 | 22:47:10

Dengan diawali kata-kata: “Saya bukan Superman”, maka Kukrit Suryo Wicaksono yang biasa dipanggil Mas Kukrit pun resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Tengah periode 2011 - 2016. Sebelumnya memang ada tawaran dari pimpinan sidang, apakah peserta menyetujui, dengan pencalonan Kukrit sebagai ketua umum? Secara serempak mereka

Ditulis tanggal : 03 - 05 - 2011 | 19:57:08

Masyarakat Jawa Tengah mengeluh dan kecewa dengan pihak PLN, karena tidak bisa mengatasi tingginya biaya pasang listrik yang mencapai jutaan rupiah. Sebelum era reformasi, biaya pasang listrik hanya berkisar ratusan ribu rupiah saja. Masyarakat hanya dikenakan biaya peralatan, seperti meteran dan lain-lain, yang harganya tidak sampai mencapai Rp.500 ribu. Pemasangannya

Ditulis tanggal : 27 - 04 - 2011 | 01:42:14

  Karena kesulitan dana, puluhan hotel di kawasan wisata Bandungan dan Kopeng, 30 Km dari Semarang, Jawa Tengah, tutup. Beberapa pemilik hotel di antaranya Sri Rahayu, Tarmidi, dan Hadi Tarjono (Bandungan), lalu Kemat, Masturi (Kopeng) ketika  diwawancara Wartawan Obyektif Cyber Magazine, Totok Prahasto, baru-baru ini menjelaskan, alasan tutup memang macam-macam, tetapi

Ditulis tanggal : 20 - 04 - 2011 | 12:57:05

Merintis dan mengelola sebuah usaha kemandirian, meski sesulit apapun, pasti ingin memperoleh hasil dan keuntungan, dari apa yang telah dikelolanya itu. Harapan seperti itu wajar dan biasanya merupakan prioritas utama dari si pengusaha. Bahkan tidak hanya ingin mendapat keuntungan saja, tetapi juga mencari cara, bagaimana usahanya dapat tumbuh dan berkembang.

Ditulis tanggal : 06 - 04 - 2011 | 14:28:19

Keinginan Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Purwodadi Grobogan, mencatat sejarah, yaitu sebagai penghasil energi alternatif, pengganti BBM (bahan bakar minyak) terbesar di Indonesia, runtuh sudah. Bahkan, semula wilayah ini sudah ditetapkan pemerintah, sebagai kawasan lahan tanaman jarak. Disamping itu juga dicanangkan adanya “Desa Mandiri Energi” yang pertama di Jateng. Semua media

Ditulis tanggal : 21 - 03 - 2011 | 00:07:09

 Dipertanyakan, program Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, yang dulu waktu kampanye mencalonkan gubernur mengusung slogan: Bali Deso Bangun Deso. Masyarakat awam masih banyak yang tidak tahu, apa maksud  gubernur dengan program itu. “Buktinya mana?” tutur Sunaryo penduduk Desa Bongsari Semarang yang asli Wonogiri dan seringkali pulang ke desanya. “Kayaknya biasa-biasa saja,”tuturnya

<< | < | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |7 | > | >>