Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
InfoJateng0 Komentar  |  470 Pembaca

ANTON MEDAN CALON KUAT KETUA ISLAM TIONGHOA
Ditulis Oleh :Wisnu Dewabrata, Pada Tanggal : 16 - 02 - 2012 | 22:34:48

Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jawa Tengah saat ini sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Muktamar PITI ke-4,  yang akan dilaksanakan di Hotel Kapuas Palace Pontianak Kalimantan Barat, pada tanggal 9 – 11 Maret 2012 mendatang ini. Muktamar ini dipandang penting, mengingat momentum Muktamar, akan menjadi titik tolak kemajuan PITI, baik secara organisatoris, maupun peran kemasyarakatan.

Demikian dijelaskan Dewan Pimpinan Wilayah PITI Jawa Tengah, H. Harry Afandi SH didampingi H. Gautama Setiadi selaku Ketua Satu Korwil Jateng, dan H. Maksum Pinarto selaku Ketua DPD PITI Semarang, kepada Obyektif Cyber Magazine baru-baru ini.  Ikut hadir beberapa ketua DPD PITI Jateng dan Sekretarisnya.

Menurut Harry, PITI Jateng telah tersebar di 35 kota dan kabupaten se Jawa Tengah. Juga telah berdiri 15 DPD PITI yang tersebar di Lima Karesidenan. Beberapa kota bahkan telah berhasil mendirikan Masjid yang cukup Besar, yang bercirikan Arsitektur China seperti Masjid Cengho di Purbalingga.

Sementara itu di Salatiga berdiri Pondok Pesantren Mutiara Hati Beriman yang juga di prakarsai oleh PITI Jateng. Setidaknya ada 30 delegasi PITI Jawa Tengah yang terdiri dari ketua dan sekretaris DPW dan DPD,  serta beberapa tokoh  PITI Jawa Tengah, akan memberikan kontribusi suara yang cukup untuk berkoalisi dengan para calon Ketua Umum PITI mendatang.

Dalam perspektif sejarah, sejak awal berdirinya PITI memang didirikan oleh para ulama keturunan seperti KH. Oei Cheng Hin, H. Yap A Siong, yang dapat dikatakan sebagai era Ulama. Periode kedua dilanjutkan oleh tokoh muslim Tionghoa yang memiliki latar belakang ekonomi kuat. Kelompok ini bisa disebut sebagai kelompok Pengusaha. Pada generasi ketiga ini menurut Harry Afandi, perlu dimunculkan tokoh yang dikenal luas. Tokoh tersebut menurutnya adalah Anton Medan.

Ia menyatakan kepemimpinan PITI mendatang perlu mengedepankan tokoh Tionghoa Muslim yang tidak saja memiliki kepedulian terhadap PITI tetapi juga dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Disamping itu harus mampu bergerak luwes di berbagai kalangan masyarakat. Dari beberapa tokoh PITI Nasional yang mencalonkan diri di antaranya Dr. Antonio Syafei (ekonom syariah), Yos Sotomo (Pengusaha Kalimantan) , Anda Hakim (cendikiawan muda) dan Anton Medan .

Menurutnya, Anton Medan merupakan calon Kuat dan dimungkinkan akan terpilih dalam muktamar mendatang. PITI Jateng menurutnya akan berpikir cerdas dan proposional dalam Muktamar ke-4 ini.  Diharapkan kepemimpinan PITI yang terpilih mendatang dapat memberikan kontribusi positif dalam perkembangan Islam Tionghoa di Jawa Tengah. Setidaknya, maket plan Islamic Center Tionghoa Muslim yang pernah di pamerkan pada Festival Ceng Hoo, dapat terealisir .

Dalam gambar terlihat, dari kiri ke kanan, H. Maksum Pinarto Ketua DPD PITI Semarang, H. Harry Afandi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PITI Jateng, KH. Muhammad Iskandar, dan H. Gautama Setiadi, berfoto bersama usai Rapat Koordinasi Terbatas PITI Jateng di Pondok Mutiara Hati Beriman Salatiga, belum lama ini. (Wisnu Dewabrata).

                                       ---------------------------------------------------------------------


 

 


KOMENTAR

Tidak Ada Komentar

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter