Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
InfoJateng0 Komentar  |  448 Pembaca

AWAS, GERAKAN BERKEDOK AGAMA
Ditulis Oleh :Harsem, Pada Tanggal : 27 - 09 - 2011 | 19:50:00

Maraknya konflik berlatar agama, menurut Rektor Universitas Wachid Hasyim (Unwahas), Dr Noor Achmad, sengaja dibuat dengan tujuan politis tertentu.Karenanya, untuk menjaga kerukunan tak cukup dengan dialog. Namun harus disertai gerakan kebudayaan, perekonomian, dan bidang lainnya. “Awas, gerakan berkedok agama. Perlu diwaspadai,” katanya.

Hal itu disampaikan pada hari kedua Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Langkah Strategis dan Taktis untuk Menciptakan Kerukunan Antar dan Intern Umat Beragama dalam Bingkai NKRI yang diadakan Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementrian Agama bersama Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) di Hotel Grasia, belum lama ini.

Semiloka diadakan dua hari, diikuti perwakilan lima agama dan aktivis mahasiswa. Juga utusan ormas keagamaan Jawa Tengah. Pembicara lain, Wakil Ketua Umum PBNU, KH As’ad Said Ali, mengatakan Pancasila yang digali dari akar budaya bangsa Indonesia menjadi dasar terbinanya kerukunan.

Menurut As’ad, saat ini ada lebih dari 20 kelompok kepercayaan yang meminta diakui sebagai agama. Padahal sejak dulu sudah diwadahi dalam aliran kepercayaan yang totalnya ada 220 di Indonesia. Di antara mereka dan juga kelompok lain, ada yang gemar melakukan gerakan yang mengatasnamakan agama. Sehingga terjadi kasus NII, Ahmadiyah, dan lain sebagainya. Motivasinya politik tapi status dan klaimnya sebagai gerakan agama.

Menurutnya, pengakuan sebagai agama sulit dipenuhi. Sebab sejarah dan muatannya beda. Tidak bisa meminta hak sama dengan agama-agama yang turut mendirikan negara RI.

“Saat ini ada kelompok yang menginginkan diakui sebagai agama. Saya kira sulit, karena nilai mereka tidak sama dengan agama-agama yang mendirikan republik ini,” terangnya. Selanjutnya, As’ad juga mengupas tentang perpecahan dalam agama-agama. Serta pemaparan gerakan radikal transnasional yang belakangan membuat Indonesia banyak terjadi terorisme. Seminar dan lokakarya tersebut, mendapatkan sambutan hangat dan antusias tinggi dari seluruh peserta.(Harsem)

                                                             ------------------------------------------------------------------------

 


KOMENTAR

Tidak Ada Komentar

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter