Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
InfoJateng1 Komentar  |  604 Pembaca

DERITA PENYAKIT KELAINAN KULIT
Ditulis Oleh :Sukma Wijaya, Demak, Pada Tanggal : 02 - 11 - 2011 | 15:31:22

Dua warga Desa Jali, Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menderita kelainan kulit. Seluruh tubuhnya ditumbuhi semacam benjolan-benjolan. Kendati benjolan tersebut tidak terasa sakit, anehnya bisa menyebar di seluruh tubuh. Meski tidak sakit, tetap merepotkan juga. Untuk duduk atau tiduran, jelas mengganggu.

Adalah Maskud (60) dan Masrukin (70), sebagian besar tubuhnya dipenuhi benjolan berukuran besar dan kecil.  Meski benjolan di tubuh itu tidak terasa sakit, tetapi cukup membuat keduanya tak nyaman. Beberapa warga-pun ada yang takut tertular ketika bersalaman. "Terutama benjolan di tangan saya ini, banyak yang takut sama saya," ucap Maskud kepada  wartawan Obyektif Cyber Magazine Biro Demak, Sukmawijaya, baru-baru ini.

Di lengan Maskud, tampak empat buah benjolan, masing-masing sebesar telur ayam menggelantung di tangan kanan. Akibat benjolan itu dia mengaku kesulitan menggerakkan tangan. Maskud  mengaku sudah beberapa kali memeriksakan diri ke dokter, namun tak juga sembuh. Bahkan, dia pernah dioperasi untuk mengangkat benjolan di punggung sebesar bola kasti. Namun itu pun tak banyak membantu karena benjolan justru terus menjalar  ke sekujur tubuh.

Sementara itu Masrukin, lelaki yang kena penyakit yang sama, menambahkan, penderita kelainan kulit semacam dirinya, hanya bisa pasrah. Sebab keinginan untuk sehat dan sembuh dari penyakitnya, meski menguat, namun tidak punya biaya. “Tidak ada kemampuan untuk berobat ke dokter,” tambahnya.  Maskud mengaku, kelainan pada kulitnya sudah dirasakan saat dia memasuki usia remaja. atau sekitar 45 tahun lalu. Namun benjolan dirasakan terus bermunculan setelah menikah dengan istrinya yang bernama Asiyah (52).

Maskud semakin gelisah, saat melihat putrinya semata wayang, Umi Fatekah (22) sepertinya menderita gejala serupa. Tubuh Umi mulai muncul benjolan-benjolan kecil di dahi, tangan dan kaki. Meski tak terasa sakit namun benjolan itu cukup mengganggu terutama yang berada di paha Umi, yang baru saja melahirkan anak perempuannya. 

Dulu ayah Maskud, Pak Juwahir, juga menderita penyakit serupa bahkan hingga meninggal tetap belum tersembuhkan. "Tolonglah kami bila ada yang mempunyai kemampuan lebih. Kami sudah berusaha kemana-mana namun penyakit yang dialami secara turun temurun ini tak bisa disembuhkan. Mungkin ada pejabat pemerintah yang peduli pada keluarga kami," ucap Asiyah yang kini sakit-sakitan, memikirkan nasib suami dan anaknya itu.

Kades Jali, Ainur Rofik mengatakan, warganya butuh perhatian Dinas Kesehatan Demak. Sejauh ini, belum pernah ada bantuan ataupun pemeriksaan medis terhadap keluarga Maskud dan Masrukin. Humas Dinkes Demak, Gufrin Heru Putranto, menyatakan akan langsung menerjunkan tim dari dinas kesehatan untuk memeriksa kondisi pasien.

"Hasilnya termasuk penyakit apa yang diderita keluarga itu nanti akan kami sampaikan setelah sebelumnya memeriksa kondisi pasien," ujar dia kemarin. Oleh karena itu dia meminta perhatian berbagai pihak, untuk membantu. Adakah yang peduli? (Sukmawijaya).

                                                   ---------------------------------------------

 

 

 


KOMENTAR

1 Komentar

nuri
Tanggal 29 - 01 - 2012
apakah penyakit itu bisa disembuhkan,karena semua penyakit ada obatnya

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter