JELANG LEBARAN BEREDAR UANG PALSU Ditulis Oleh :Nurhidayat, Pada Tanggal : 02 - 08 - 2011 | 15:24:28
 BERITA TERKAIT Menjelang lebaran, peredaran uang palsu di Jawa Tengah, mengalami peningkatan. Setiap tahunnya, di wilayah propinsi ini saja, beredar ribuan lembar uang palsu, terdiri pecahan Rp.50 ribu dan Rp.100 ribu, yang nilainya meliputi ratusan juta rupiah, bahkan sampai em-eman. Itu yang terdeteksi lewat perbankan, belum yang beredar langsung di masyarakat.
“Oleh karena itu, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaannya, khususnya menjelang lebaran seperti saat sekarang ini,” kata Kepala Bidang Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Tatung M. Taufik, ketika berlangsung Media Gathering Bank Indonesia, di Hotel Puri Asri Magelang, Jawa Tengah, baru-baru ini.
Ditambahkan, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati, baik terkait masalah uang palsu, maupun karena banyaknya pelaku kejahatan yang berkeliaran di saat menjelang lebaran. Meski para pelaku pengedar uang palsu banyak yang sudah dibekuk polisi, namun diam-diam peredaran tetap ada.
Demikian juga perampokan di bank dengan modus operandi merampas nasabah yang baru mengambil uang, juga perlu diwaspadai, menjelang lebaran seperti sekarang ini. Masyarakat perlu ekstra hati-hati, agar tidak menjadi incaran para pelaku kejahatan.
Dijelaskan, sejak tahun 2001-2009 rata-rata setiap tahun tercatat 4.854 lembar uang palsu yang ditemukan oleh perbankan Jawa Tengah. Menyusul kemudian, untuk semester I tahun 2010 saja, telah ditemukan sebanyak 2.315 lembar uang palsu. Di semester II ditemukan sebanyak 2.937 lembar.”Sementara di semester I tahun 2011 ini, ditemukan sebanyak 2712 lembar uang palsu,” ucapnya di depan para wartawan dari berbagai media. Terkait hal ini, pihaknya telah melakukan beberapa upaya pencegahan. Diantaranya dengan melakukan sosialisasi mengenai ciri-ciri uang palsu kepada media dan masyarakat umum.
“Kami juga bekerja sama dengan Polri, Badan Intelijen Nasional, Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu serta aparat penegak hukum lainnya dalam mengantisipasi peredaran uang palsu di masyarakat,” tuturnya.
Ketika ditanya tentang upaya sosialisasi di pasar tradisional, Tatung menjawab bahwa sosialisasi juga telah merambah ke pasar tradisional. “Kami menyadari bahwa pasar tradisional merupakan salah satu tempat yang rawan peredaran uang palsu. Hal ini mengingat para pedagang tidak memiliki alat pendeteksi keaslian uang. Oleh karenanya kami juga melakukan sosialisasi ke sana,” lanjut Tatung.
Cara paling mudah untuk menandai keaslian uang adalah melalui: 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang. Dalam hal ini masyarakat diminta untuk lebih jeli, cermat dan teliti saat melakukan transaksi jual beli.
“Uang yang sering dipalsukan adalah pecahan Rp50.000 dan Rp100.000. Uang palsu tersebut ditemukan antara lain saat masyarakat menukarkan uang ke bank,” ujarnya. (Nurhidayat)
------------------------------------------------------
TIP AMAN AMBIL UANG TUNAI DI BANK
Sudah menjadi rahasia umum, mengambil uang tunai di bank, terutama jika jumlahnya banyak, sangat riskan. Sudah banyak diberitakan, adanya perampok yang mengincar mereka yang baru mengambil uang tunai. Para perompok ini biasanya menggunakan roda dua, ber-helm cakil, nomor kendaraan palsu, dan bersenjata api. Sasarannya merampas uang, menembak, melukai korbannya, bahkan bisa juga korban tewas.
Inilah beberapa tip aman mengambil uang tunai di bank:
1. MINTA KAWALAN: Kalau uang yang mau diambil jumlahnya banyak, jangan ragu-ragu minta bantuan pihak kepolisian untuk mengawal Anda. Jangan khawatir, pengawalan ini gratis. Dengan demikian anda merasa aman dan penjahat juga pikir-pikir kalau mau beraksi.
2 CERMATI ORANG DI BANK: Biasanya, para penjahat dalam katagori merampas uang nasabah yang baru mengambil uang di bank, punya mata-mata khusus di dalam bank, yang berpura-pura sebagai nasabah. Nah, diam-diam Anda cermati, kalau ada orang yang gerak-geraknya mencurigakan.
3. JANGAN MAMPIR: Sehabis mengambil uang, langsunglah pulang ke kantor untuk menyerahkan uang pada atasan, jangan mampir-mampir di jalan. Misalnya mampir ke restoran untuk makan. Ini riskan. Beberapa kejadian, uangnya dirampok saat pembawa uang, mampir untuk jajan.
4. BAN KEMPIS, TERUS: Jika sudah mengambil uang, mendadak di jalan ban mobil Anda kempis, jangan berhenti sembarangan. Terus jalan, cari tempat yang aman, misalnya masuk ke pekarangan kantor polisi terdekat. Lebih baik korban ban dan peleknya rusak, dari pada uang dirampas penjahat. Biasanya, ban kempis disengaja dicubles sama orang, adalah salah satu trik penjahat.
5. TAS DUPLIKAT: Ada baiknya mengecoh penjahat dengan membawa tas duplikat yang besar dan warnanya sama dengan ketika mengambil uang di bank. Setelah masuk mobil, tas asli berisi uang, taruh di tempat yang aman, sementara yang duplikat, yang juga penuh berisi kertas misalnya, anda pegang dan jaga, seakan-akan itulah tas yang berisi uang. Kalau dirampas, lepaskan saja.
6. SAYANGILAH NYAWA ANDA: Jika dengan berbagai cara, uang Anda tetap dirampas, yang perlu diperhitungkan adalah keselamatan Anda sendiri. Jangan mempertaruhkan nyawa demi uang. Pertimbangkan itu.
Itulah beberapa tip aman jika Anda mengambil uang tunai dalam jumlah banyak di bank. Mungkin ada pembaca yang menambahkan petunjuk aman lainnya, silahkan kirim tulisannya di majalah cyber ini. Demikian sedikit ulasan yang mungkin berguna. (putri)
----------------------------------------
|