Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
InfoJateng0 Komentar  |  1060 Pembaca

MANTAP, KETAHANAN PANGAN JATENG
Ditulis Oleh :Administrator, Pada Tanggal : 14 - 02 - 2011 | 11:30:47

 

Berdasarkan data Angka Ramalan (Aram) III, berbagai produksi bahan pangan di Jawa Tengah tahun 2010 akan melebihi kebutuhan masyarakat di wilayah sendiri atau surplus. Produksi beras mengalami surplus sebanyak 2,9 juta ton lebih, jagung surplus 2,8 juta ton, dan ubi kayu surplus sebanyak 3 juta ton lebih.

Surplus beras tersebut terjadi karena produksi beras di Jawa Tengah mencapai 5,6 juta ton lebih, sementara kebutuhan masyarakat wilayah sebanyak 2,7 juta ton. Selain itu produksi daging Jawa Tengah surplus sebanyak 100 ribu ton lebih, telur surplus 18 ribu ton lebih, dan susu surplus sebanyak 38 ribu ton lebih.

Dengan kondisi tersebut maka pada tahun 2010 ketahanan pangan Provinsi Jawa Tengah dalam kondisi mantap. Artinya, selain mampu secara mandiri menyediakan kebutuhan pangan bagi masyarakat di wilayah sendiri, produksi pangan Jawa Tengah juga menyuplai kebutuhan pangan untuk daerah lain dan sekaligus menjadi penyangga pangan nasional.

Atas keberhasilan tersebut pada tanggal 3 Desember 2010 GubernurJawa Tengah H. Bibit Waluyo telah menerima penghargaan Ketahanan Pangan atas Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dari Presiden RI.

Mantapnya ketahanan pangan di Jawa Tengah juga terlihat dari persediaan beras di Perum Bulog dan masyarakat. Sampai bulan November 2010 persediaan gabah/beras di Perum Bulog Divre Jawa Tengah sebanyak 52.072 ton setara beras, terdapat di Sub Divre Semarang 2.376 ton, Pati 15.564 ton, Surakarta 19.914 ton, Banyumas 10.344 ton, Kedu 3.003 ton, dan Pekalongan sebanyak 871 ton. Sedang persediaan di masyarakat sebanyak 851.710 ton, terdapat di petani 63,41%, di penggilingan 21,61%, di pedagang 11,04% dan di konsumen sebanyak 3,94%.

Persediaan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai dengan bulan Februari 2011. Ditambah dengan adanya panen yang terjadi pada bulan Desember 2010 dan panen raya pada bulan Januari-Maret 2011 diperkirakan persediaan gabah/pangan di Jawa Tengah akan bertambah banyak.

Sedang untuk menjaga cadangan pangan dan stabilitas harga beras upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah antara lain menjaga kelancaran pasokan antar wilayah antar waktu, meningkatkan pengembangan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) dan lumbung pangan, serta menyelurkan sisa Raskin 2010.

Juga dilakukan peningkatan keragaman pangan yang bergizi dan berimbang dengan memanfaatkan sumber daya lokal, serta meningkatkan pemanfaatan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan. Selain itu Bulog juga didorong agar mempercepat pembelian gabah terutama pada panen raya pada bulan Januari-Maret 2011, sehingga petani dapat memperoleh harga yang wajar dan realisasi pengadaan gabah/beras sesuai dengan rencana.(agus utomo)

 

 

 


KOMENTAR

Tidak Ada Komentar

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter