MUNCUL LINTAH RAKSASA DI DEMAK Ditulis Oleh :Wawan, Pada Tanggal : 08 - 06 - 2011 | 12:54:32
 BERITA TERKAIT
Binatang lintah, yang berada di air payau, biasanya besarnya hanya satu jempol orang dewasa. Namun lintah pengisap darah yang satu ini, memang lain dari biasanya. Ukuran besarnya, sekitar lima kali lintah biasa. Oleh karena itu, Warga Desa Timbul Sloko, Kecamatan Sayung, Demak, Jawa Tengah, dalam sepekan terakhir ini jadi heboh, dengan munculnya “serangan” lintah berukuran besar di perkampungan mereka.
Hadirnya hewan pengisap darah di sekitar pemukiman warga tersebut, membuat penduduk resah dan ketakutan, terutama apabila melewati genangan air dan jalan yang basah. Warga juga khawatir lintah masuk ke dalam rumah, terlebih binatang itu sulit dibasmi. “Hii, ngeri..,” tutur Lasmini gadis setempat, baru-baru ini.
Menurut penuturan warga setempat, Satiman (36), lintah yang menyerang desanya, lain dari lintah darat pada umumnya. Lintah yang bentuknya menyeramkan dan menjijikkan tersebut bermunculan beberapa saat sebelum dan sesudah banjir rob yang melanda kampung mereka. Pada saat genangan air rob sedang pasang naik, lintah-lintah tersebut tidak kelihatan. Akan tetapi, setelah rob surut, ratusan lintah dapat terlihat jelas.
Lintah jenis lintah darat itu, akan merayap mencari tempat yang lembab sebagai tempat tinggal, dan mencari makan yaitu mengisap darah. "Baru kali ini ada lintah aneh masuk desa. Sekampung takut semua karena bingung bagaimana cara mengatasinya," ujar Satiman kepada para wartawan.
Sementara itu, Camat Sayung Arief Sudaryanto, bersama Komandan Koramil 11 Sayung Kapten Infanteri, Bambang Susilo, langsung turun ke lokasi menyusul adanya laporan serangan lintah di permukiman penduduk. Menurut Danramil Bambang Susilo, dari hasil temuan di lapangan, selain di desa Timbul Sloko, jenis lintah yang sama juga ditemukan di Desa Sidogemah dan Sriwulan.
Ia mengatakan, warga tidak perlu resah dengan munculnya lintah yang belum diketahui pasti jenisnya itu. Terlebih, sampai sekarang belum ada laporan keluhan dari warga yang digigit oleh lintah tersebut. "Selama tidak membahayakan, warga tidak perlu takut. Ini lihat, sudah lima belas menit menempel di tangan, lintah tidak menggigit saya," kata Kapten Infanteri Bambang Susilo sembari menunjukkan lintah yang menempel di tangan kirinya.
Meski begitu pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemkab setempat untuk melakukan langkah-langkah pengamanan. Disamping itu juga membantu penduduk bila diperlukan. Belum ada seorang penduduk pun yang lapor dihisap darahnya. Namun, mereka mengaku takut dan berharap pemerintah segera turun tangan mengatasinya. (Wawan)
|