Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
InfoJateng0 Komentar  |  454 Pembaca

PANGDAM: MASUK TNI TANPA SUAP
Ditulis Oleh :Sukmawijaya, Demak, Pada Tanggal : 19 - 12 - 2011 | 06:20:28

Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Mulhim Asyrof prihatin, masih ada anggapan masyarakat masuk TNI harus bayar atau memberi suap. Secara tegas dia mengatakan tidak ada aturan yang mengharuskan membayar saat masuk TNI. Dia berjanji akan menindak oknum pelaku kejahatan tersebut.

"Masuk tentara tidak perlu bayar. Tolong sampaikan ke masyarakat. Bila ada yang bayar, bayarnya ke siapa nanti saya tindak oknumnya," ucapnya di hadapan 299 prajurit Kodim 0716/Demak, di Makodim 0716/Demak, Jawa Tengah, baru-baru ini.

Lanjutnya, negara membutuhkan generasi muda untuk menjadi TNI. Tugasnya menjaga stabilitas negara. Sebanyak 90% taruna baru akan ditempatkan di luar Jawa. Kunjungan Pangdam ke Demak merupakan yang pertama kalinya sejak menjabat. Dia didampingi As Intel Kol Inf Idra Mura Harahaf, As Ops Kol Inf Tri Suwandono, As Log Kol Czi Darwin Harun, As Ter Kol Inf Irwan Marpau, dan Kapendam Kol Inf Widodo Raharjo.

Pangdam menyarankan seluruh Babinsa bisa menarik simpati warga desa. Bila masyarakat takut dengan TNI, Babinsa akan sulit melaksanakan tugasnya bersama masyarakat. Selain itu dirinya berharap anggota yang menangani aset TNI mewaspadai tugasnya. Sehingga tidak ada masalah dalam laporan yang diaudit BPK.

"Tahun 2010 kita menerima hasil laporan BPK, Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Saya berharap tahun 2011 laporannya meningkat menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)," tegasnya. Dia mengatakan secepatnya Kodam akan membangun perumahan bagi prajurit. Lokasinya di atas tanah Kodam yang ditempati Partai Golkar di kota Salatiga, Temanggung dan di Pekalongan, yang dikelola warga.

Kodim 0716/Demak ingin selalu dekat dengan masyarakat, sehingga bisa menarik simpati rakyat. Sebagai contoh, waktu Idhul Adha lalu, melakukan penyembelihan hewan kurban. Langkah serupa dilakukan semua Koramil. "Hasil kurban kami bagikan ke warga miskin sekitar Makodim. Hal serupa diikuti koramil-koramil di wilayah Demak," ucap Komandan Kodim 0716/Demak, Letkol Arm Ruly Chandrayadi kepada wartawan Obyektif Cyber Magazine Biro Demak, Sukmawijaya, belum lama ini.

Harapan dari kegiatan ini, warga lebih mencintai TNI sebagai penjaga bangsa. Anggota TNI yang memiliki kekayaan lebih, dapat mengamalkan hartanya kepada yang berhak. Daging dari satu ekor sapi dari Dandim dan dua kambing, dibagikan kepada 255 keluarga miskin setempat. Itu hanya sebagai contoh nyata. Kegiatan tidak hanya berhenti di situ saja, tetapi juga akan diadakan kegiatan lain yang berdampak bisa membantu warga. Misalnya membangun jalan desa, jembatan, kerja bakti bersama warga, dan lain-lain. Maju terus TNI-ku.  (Sukmawijaya).

                                                   ---------------------------------------------

 


KOMENTAR

Tidak Ada Komentar

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter