Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
InfoJateng0 Komentar  |  448 Pembaca

PERTANIAN DAPAT Rp 3,4 MILIAR BANK JATENG
Ditulis Oleh :Sigid Purnomo, Pada Tanggal : 12 - 02 - 2012 | 12:36:42

Bank Jateng yang berkantor pusat di Semarang, Jawa Tengah, sangat perhatian terhadap sektor pertanian. Buktinya, Bank Jateng memberikan bantuan pertanian Rp 3,4 miliar kepada petani di tiga desa di Jateng. Desa Seboro, Sadang, Kebumen mendapatkan bantuan Rp 1,2 milyar. Menyusul kemudian Desa Tlogopucang, Kandangan, Temanggung Rp 1,2 miliar, serta  Kelurahan Bubakan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang mendapat Rp 1 miliar.  

Dana itu merupakan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Pihak Bank Jateng bekerjasama dengan Yayasan Obor Tani (Yabortan), menyalurkannya dalam bentuk Sentra Pemberdayaaan Tani (SPT), sehingga bisa membantu para petani. Selama ini perhatian terhadap petani memang kurang. “Oleh karenanya, membantu di sektor ini, akan disambut baik berbagai pihak,” kata Totok Magdiana, aktivis pendukung petani di Semarang, kepada Obyektif Cyber Magazine, baru-baru ini.

Sementara itu penggunaan SPT tersebut disalurkan untuk “waduk mini tadah hujan” berkapasitas  8.000 M3, yang ditempatkan di tempat tertinggi untuk tabungan air di musim kemarau. Lalu untuk para petani inti peserta program, minimal 100 keluarga, yang mengelola kebun buah-buahan unggul seluas 20 hektar dengan sistem pemberdayaan terpadu, dari tanam sampai panen. Dana juga digunakan untuk wisma tani bagi para petani peserta SPT, berlatih dan belajar mengenai buah-buahan unggul. Menyusul kemudian untuk membiayai gudang dan tempat prosesing.

Dua desa penerima bantuan lain, yaitu di Kebumen dan Temanggung mendapat komoditas buah unggul jenis Lengkeng Itoh. sedangkan untuk Kota Semarang, menerima durian lokal unggulan, yang sudah dua kali juara nasional, yakni Durian Kholil. Dengan demikian, bantuan memang bermanfaat bagi para petani.

Dalam kesempatan ini, Direktur Utama Bank Jateng Hariyono menyerahkan langsung kepada  Ketua Pengurus Yabortan, Ir Budi Dharmawan, disaksikan Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Ayu Entys dan Ketua Kelompok Tani Karya Makmur Kelurahan Bubakan, Kota Semarang, M.Kholil, para tamu dan undangan lain.

Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan, yang terpenting dalam pengembangan sektor pertanian adalah niat dan kesungguhan yang kuat, khususnya kaum mudanya. Dengan niat dan kesungguhan itu, berbagai potensi yang dimiliki Jateng bisa diberdayakan. Sedangkan Hariyono mengatakan, CSR adalah wujud komitmen untuk mendukung percepatan program Bali Deso Mbangun Deso di kabupaten dan kota yang menjadi wilayah pelayanan Bank Jateng. Program ini dicanangkan Gubernur, sejak menjabat sebagai orang nomor satu di Jateng, dan konsekuen dilaksanakan. (Sigid Purnomo).

                                                        ---------------------------------------------

 

 


KOMENTAR

Tidak Ada Komentar

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter