Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
InfoJateng1 Komentar  |  898 Pembaca

PIK CEGAH SEKS BEBAS
Ditulis Oleh :Totok Magdiana, Pada Tanggal : 20 - 09 - 2011 | 15:52:23

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memfasilitasi pendirian Pusat Informasi dan Konseling (PIK) mahasiswa, untuk kesehatan reproduksi di sejumlah peguruan tinggi. Kehadiran PIK ini untuk mengantisipasi terjadinya perilaku seks tidak sehat di kalangan remaja dan mahasiswa. Jadi tegasnya, hadirnya PIK ini untuk mencegah adanya seks bebas di kalangan generasi muda.

Disebutkan, kebanyakan remaja dan mahasiswa tidak mau lagi menerima informasi masalah seks dari guru maupun orangtua. Mereka mengaku lebih senang melakukan curhat seks dengan teman-temannya. Padahal fakta di lapangan menunjukkan bahwa perilaku seks di kalangan remaja dan mahasiswa sudah sangat memprihatinkan.

Direktur Remaja dan Perlindungan Hak Hak Reproduksi BKKBN Pusat, Masri Muadz mengatakan, data sejak dari 2008 menyebutkan, 62% anak SMP dan SMA sudah tidak perawan lagi. “Begitu juga mahasiswa di kampus, seperti yang ditunjukkan penelitian dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, baru-baru ini  menyebutkan, 97% mahasiswa tidak perawan. Itu tentu bencana bagi generasi kita," kata Masri saat berada di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, belum lama ini.

Untuk mengantisipasi masalah seks tidak sehat di kalangan remaja dan mahasiswa, katanya, perlu dibentuk PIK yang sistem kerjanya dari mahasiswa oleh mahasiswa dan untuk mahasiswa. “Sistem kerja ini sesuai dengan keinginan remaja dan mahasiswa yang kebanyakan ingin curhat masalah seks dengan temannya,” jelasnya.

Sementara PIK UNS beberapa waktu lalu juga telah diresmikan Kepala BKKBN Pusat Sugiri Syarief. Keberadaan PIK UNS ini juga berperan untuk mengantisipasi perilaku seks bebas di kalangan remaja. PIK ini terus dikembangkan di berbagai kampus, termasuk kampus-kampus besar yang ada di Jawa Tengah. (Totok Magdiana).

                              ----------------------------------------------------------------------

 

 

 

 


KOMENTAR

1 Komentar

Gerizal
Tanggal 22 - 01 - 2012
Menjamurnya lokalisasi, warung remang-remang, hotel “short time” atau losmen “esek-esek”, salon plus plus, panti pijat plus, sauna plus, karaoke plus plus, atau diskotek dengan layanan khusus/VIP, setidaknya bisa dijadikan cermin perilaku (seks) masyarakat kita. Layaknya hukum dagang yg mengacu pada permintaan & penawaran. Demikian juga semua itu.

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter