Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
InfoJateng1 Komentar  |  514 Pembaca

PULUHAN PELANGGAN KECEWA SPEEDY
Ditulis Oleh :Ichwan, Pada Tanggal : 31 - 10 - 2011 | 13:05:33

Jangan lekas tergoda tatkala Anda didatangi sales Telkom yang menawari Speedy dengan meminta DP (uang muka). Sebab, bisa saja mereka penipu. Inilah yang terjadi. Puluhan warga Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, tertipu sales Telkom Speedy.

Mereka telah membayar uang muka paket pemasangan line telepon kabel PT Telkom dan jaringan internet Telkom Speedy sejak pertengahan Juli lalu, namun sampai sekarang tak ada realiasi. Jangankan modem speedy terpasang di komputer mereka, kabel telepon dari tiang pun belum sampai ke rumah mereka. 

Sudah begitu, si sales tak bisa lagi dibubungi sejak dua September. Akibatnya, uang muka yang telah dibayarkan  sebesar Rp 300 ribu sampai Rp 350 ribu pun terancam hilang. 

Salah satu korban, Yulisa Ramadan (32), warga perumahan Grand Tembalang Regency Blok D3, merasa sangat dirugikan oleh kasus ini. Ditemui di rumahnya, wirausahawan bidang Teknologi Informasi (TI) ini mengaku sudah bosan menanyakan ke kantor Telkom Jalan Pahlawan, maupun telepon layanan nomor 147.

“Saya sangat dirugikan oleh sales Speedy. Janjinya seminggu kring, tapi sampai sekarang tak ada buktinya. Tak sesuai ikannya, yang katanya cepat untuk internetan dan cepat sistem pelayanannya. Kenyataannya nol,” ujarnya jengkel.

Menurut Yulisa, di lingkungan perumahan tempat tinggalnya, ada 12 orang yang mendaftar dan diminta uang muka. Hal itu juga terjadi di perumahan lain. Pada Juli lalu, kata dia, datang beberapa orang salesman Speedy. Di antaranya Pras dan Leo. Keduanya memakai seragam Speedy dan tanda pengenal resmi di dadanya. Kepada penduduk, dua sales ini menawarkan pemasangan jaringan Speedy dengan tarif Rp 750 ribu untuk kuota unlimited.

Yulisa yang merasa butuh internet untuk bisnisnya langsung merespon tawaran itu, tan para tetangganya ikut ramai-ramai mendaftar. Si sales lantas meminta mereka membayar uang muka dan menyuruh mengisi formulir.  Agar warga yakin, Pras memberi nomor ponsel 089668690355 dan Leo 024-70296808. Namun mereka tak mau  memberi kuitansi atas uang yang diterimanya dari warga. Alasannya habis.

“Dua sales itu bilang kuitansinya habis. Saya memaksa meminta tanda tangan di kuitansi yang saya buat sendiri,” terangnya. Janji seminggu kring, kata Yulisa, ternyata tinggal janji. Pras dan Leo selalu bilang “nanti”, “besok”, “lusa”, setiap kali ditanyakan. Juli habis, ganti Agustus yang bareng puasa, lanjut Yulisa, sales tersebut masih ngeles juga.

“Maaf pak. Ini bulan puasa. Tak ada teknisi yang sanggup datang siang hari. Besok saya usahakan ada yang datang ke rumah Bapak,” tutur Yulisa menirukan ucapan Leo saat ditelepon. Puasa berlalu, ganti lebaran, masih pula tak ada kabar kejelasan. Pras dan Leo tak bisa lagi dihubungi, hingga kemarin. Setiap ditelepon tak pernah mengangkat. Dikirimi SMS tak pula membalas. Kecewa dengan si sales yang ingkar janji, Yulisa pun mendatangi Plasa Telkom Pahlawan. Oleh petugas counter Plaza Telkom, dia diberitahu bahwa Pras dan Leo  memang karyawan lapangan Speedy. Itu mitra resmi Telkom.

“Saya diminta tenang tak usah khawatir. Katanya, uang DP saya tidak hilang, sebab data permohonan berlangganan saya sudah masuk. Masih proses, tapi sampai kapan?” tanyanya. Sampai berita ini diturunkan, sudah tiga bulan berjalan, belum jelas kabarnya. (Ichwan).

                                           ---------------------------------------------------

PIHAK TELKOM MALAH HERAN

Operational Manager Regional Communication PT Telkom Jateng & DIY Widiyoko SW, ketika dihubungi mengaku kaget dan heran kala diminta konfirmasi di kantornya. Ia heran sampai ada kasus demikian, sebab sudah bertahun-tahun Telkom tak pernah memberi janji pemasangan kabel telepon kepada calon pelanggan dalam hitungan hari.

Menurutnya, kalaupun ada kepastian hari, pastilah pihaknya telah memastikan ada jaringan kabel di lokasi yang disasar. Bukti fisik berupa tiang ada, dan ketersediaan nomor ada. Itupun tidak akan meminta uang muka terlebih dulu. Prosedurnya, uang harus dibayarkan di kantor PT Telkom. Bukan di lapangan.

“PT Telkom tak pernah memberi janji kepada calon pelanggan telepon kabel. Kalau belum pasti ada jaringan dan ketersediaan nomor. Kami tak akan promosi, apalagi meminta uang muka kepada calon pelanggan,” tuturnya.

Widiyono memberikan informasi, pendaftaran telepon adalah Rp 33 ribu, lalu biaya Instalasi Kabel Rumah (IKR) yang dikerjakan pihak rekanan berkisar Rp 150 ribu-Rp 250 ribu. “Lalu pendaftaran speedy plus modem hanya Rp 75 ribu dengan pilihan paket bebas,”  terangnya.

Widiyoko berjanji akan mengecek keberadaan Pras dan Leo, dan berjanji sesegera mungkin akan menemui para calon pelanggan yang tertipu untuk ditangani keluhannya. Diakui, PT Telkom memang mempekerjakan para sales untuk menjual produk Telkom. Di antaranya Speedy. Oleh karena itu, pihaknya bertanggungjawab atas kasus tersebut. Terlebih telah ada data masuk di Plaza Telkom.

“Saya akan cari keberadaan Pras dan Leo. Kami memang mempekerjakan orang untuk menjual produk PT Telkom. Hari ini juga saya akan datang ke rumah Pak Yulisa Ramadan dan calon pelanggan lain,” terangnya.

Recananya, kata dia, para calon pelanggan yang kecewa itu akan diberi pelayanan sebaik-baiknya. Mungkin berupa bonus atau hadiah tertentu sebagai kompensasi atas sakit hati mereka selama ini. Harapannya agar hubungan baik kembali terjalin. (Ichwan).

                                       ---------------------------------------------------------------

 


 

 

 


KOMENTAR

1 Komentar

cs-net
Tanggal 18 - 04 - 2012
apa itu speedy, emang tiadak jelas, pelayanan sangat buruk, saya punya warnet selalu bermasalah dengan menggunakan speedy, sampai sekarang, saya udah telvon 147 tapi tetap tidak ada solusi dari speedy.

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter