Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
InfoJateng0 Komentar  |  579 Pembaca

TAK ADA THR, BAZAR PUN JADI
Ditulis Oleh :Sukmawijaya, Demak, Pada Tanggal : 17 - 08 - 2011 | 23:09:07

Tak ada rotan, akar pun jadi.Tak ada THR, bazar pun jadi.Inilah nasib pegawai kecil di lingkungan Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Sejak tunjangan hari raya (THR) ditiadakan, terasa berat bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan guru Wiyata Bakti, dalam mencukupi kebutuhan Hari Raya. Untuk membantu meringankan beban mereka, Persatuan Dharma Wanita di Kementerian Agama (Kemenag) Demak, menggelar Bazar Ramadan di Aula instansi tersebut, baru-baru ini.

Bazar murah ini menawarkan sembako, beraneka roti kaleng, roti kering, sampai pakaian anak-anak dan pakaian muslim dewasa. Harganya murah, di bawah harga pasaran luar. "Masih ditambah, sistem pembayaran dilakukan secara kredit tanpa bunga. Diangsur selama tiga bulan mulai bulan Oktober besok," kata Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemenag Demak, Hj Hamidah Niam Ansori.

Menurut dia, banyak pegawai kecil merasakan Idul Fitri tahun ini cukup berat. Biasanya ada gaji tambahan, seperti THR yang bisa digunakan untuk membeli makanan atau pakaian baru. Namun tahun ini tidak ada,

Kakan Kemenag, H Niam Ansori, memberikan voucher belanja bagi tiga pegawai di lingkungannya, tanda dibukanya bazar tersebut. Dia memandang upaya Dharma Wanita sangat membantu para pegawai kecil. Ketika tidak ada THR, agar mereka bisa merayakan Lebaran, maka diselenggarakan bazar murah.

"Saya bangga dengan ide kegiatan bazar ini, sehingga para pegawai bisa merayakan Lebaran bersama keluarganya, dengan pakaian bagus, ada kue-kue, serta syrup, dan lain-lain, guna menyuguh tamu dan kerabatnya," ucapnya. Namanya saja pegawai kecil, wong cilik, nasibnya kadang memang mengenaskan. (Sukmawijaya)

                                        -------------------------------------------


KOMENTAR

Tidak Ada Komentar

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter