Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
InfoJateng0 Komentar  |  586 Pembaca

TES TABUNG GAS, ANTI KEBAKARAN
Ditulis Oleh :Sukmawijaya, Demak, Pada Tanggal : 03 - 09 - 2011 | 12:01:53

Menyusul tingginya angka kebakaran akibat kebocoran tabung elpiji, terutama tabung gas 3kg, Dinperindagkop UMKM Demak, Jawa Tengah, mengetes (mentera ulang) sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Demak. Pengukuran dilakukan untuk melihat fungsi kerja dari mesin pengisi gas, alat penimbang, dan quality control ketepatan timbang dari masing-masing SPBE yang bersangkutan.

Kabid Perdagangan Dinperindagkop UMKM Demak, A Sulkhan kepada Obyektif Cyber Magazine baru-baru ini mengatakan, musim kemarau ini rawan bahaya kebakaran. Apalagi akhir-akhir ini  banyak sekali ibu-ibu rumah tangga melakukan aktivitas memasak dengan bahan bakar elpiji. "Kita mencoba mengukur ulang berat dan kondisi tabung elpiji di empat SPBE  Demak," jelasnya.

Menurut dia, dengan pengetesan itu, jangan sampai ada tabung elpiji yang sudah berkarat, tetap dilepas oleh SPBE ke agen penyalur. Atau barangkali ada berat tabung gas elpiji kosong, yang ternyata tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Dicek pula valve  (pentil tabung gas) yang rusak, jangan sampai tetap dijual. Bisa membahayakan konsumen.

"Dalam kegiatan ini, kami ukur juga berat tabung setelah diisi gas elpiji. Sehingga akan terlihat, volume gas yang masuk di tabung, sudah sesuai atau tidak. Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk perlindungan konsumen, yang dilakukan oleh pemerintah," ujar Petugas Seksi Metrologi, Mohamad Ribath, di lokasi.

Sementara itu, menurut Arief Hermawan, Bagian Administrasi SPBE PT.Indogas Hiswana Pratama di Desa Karangtowo-Karangtengah, Demak, menjelaskan, sebagai infrastruktur pendukung konversi minyak tanah ke elpiji, pihaknya hanya memasok gas elpiji ke agen resmi saja. Sedangkan jumlah pasokan gas elpiji sudah diatur oleh PT.Pertamina.Dan jumlah pasokan gas elpiji tiap agen, ditentukan dari kebutuhan rata-rata tiap agen, tambahnya.

"Terus terang kami bekerja sesuai dengan standar operasional saja. Tabung yang rusak segera kita ganti. Secara periodik PT.Pertamina mengirim 700  tabung baru untuk mengganti tabung yang rusak," jelas Arief. Diam-diam dia selalu mengecek. Pihaknya akan menolak, bila berat tabung kosong kurang dari 3kg. Terus akan dicek lagi setelah diisi gas. Berat minimal tabung yang sudah terisi harus mencapai 7,8kg. Setelah semuanya cocok, baru bisa dilepas ke agen resmi.

Adanya pengetesan tabung, khususnya tabung 3kg, disambut baik oleh masyarakat. Kalau bisa rutin dilakukan tiap bulan, agar masyarakat jadi aman dalam menggunakannya, tutur Rochmad penduduk Wedung, Demak, yang jualan ayam goreng di tengah kota. Dia rutin menggunakan tabung gas dalam berjualan. Memang ada semoboyan: Tes tabung gas, Anti kebakaran. Sebab kalau perlengkapannya bagus semua, pastilah aman. Begitulah adanya. (Sukmawijaya).

                                                -----------------------------------------------------

 

 

 


KOMENTAR

Tidak Ada Komentar

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter