Beranda Hot News Kali Palem Gading Diduga Salahi Bestek

Kali Palem Gading Diduga Salahi Bestek

149
0
BERBAGI

CILACAP, (Obyektif.com) – Peningkatan Kali Palem Gading, Kelurahan Martasinga, Kecamatan Cilacap Utara, Cilacap, yang dikerjakan oleh CV. PMK dengan anggaran Rp. 234,7 juta lebih, diduga kuat menyalahi bestek dan RAB yang dikeluarkan oleh Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten Cilacap. Disebutkan, proyek dengan Nomor PMK 602.2/15.06.3/SP/.24.32/18 Tanggal 15 Juni 2017 itu bersumber murni dari APBD Kabupaten 2017.

Pasalnya saat Wartawan obyektif.com melintas di wilayah pekerjaan tersebut, menyaks@ikan dengan jelas bahwa ada sekitar 40 meter pasangan batu yang belum dibongkar, melainkan hanya di plester dan diaci saja. Dan ada sekitar 20 meter pasangan batu baru yang pemasangannya serta ketebalannya hanya mencapai 20 Cm. Saat dikonfurmasi, M. Juri, selaku mandor lapangan, mengatakan, ”Ketebalan pasangan batu, sebetulnys 30 Cm,” jawabnya.

Ketika ditanya lagi, apakah pasangan batu baru yang sedang dikerjakan sekarang ini sudah memenuhi ketebalan yang 30 Cm? Jawab M. Juri dengan tegas, “Sudah memenuhi ketebalan mas, seperti yang di Bestek dan RAB yang ada,” tambahnya. Ketika kami tunjukkan apa yang dikerjakan oleh para tukangnya ternyata tidak mencapai 30 Cm, Mandor langsung menyuruh salah satu tukangnya untuk mengambil meteran dan mengukur ketebalan pekerjaan yang mereka kerjakan. Dengan jelas dan disaksikan oleh para pekerja lain, ternyata ketebalannya hanya 20 Cm, ungkap tukang yang baru saja mengukur. Mendengar hal itu Mandor lapangan hanya diam, membisu.

Melihat fakta yang terjadi di lapangan, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten Cilacap saat dihubungi untuk dikonfirmasi, Erry selaku PPTK mengatakan, “Peningkatan Kali Palem Gading Kelurahan Martasinga, Kecamatan Cilacap Utara, yang dikerjakan oleh CV. PMK, memang ada penyimpangan,” katanya. “Saya selaku PPTK pekerjaan ini, sebelumnya sudah mengetahui hal tersebut, dan sudah saya tegur rekanannya, namun tidak digubris,” imbuhnya.

Ditambahkan, terkait bestek yang dikeluarkan oleh Dinas, semua pekerjaan itu seharusnya menggunakan pasangan batu baru, bukan tambal sulam atau seperti kenyataan yang terjadi di lapangan saat ini. “Oleh karena itu, saya selaku PPTK telah memanggil Pemilik CV tersebut dan menengur supaya pekerjaannya dikerjakan sesuai intruksi yang ada di bestek dan RAB. Jika masih belum ada perubahan saya selaku PPTK akan mengambil tindakan tegas. Lebih-lebih kalau teguran kami tidak diindahkan,” tutur Erry kepada media ini.

Pada hari yang sama saat dikonfirmasi kepada Direktur CV. PMK, Sugianto, mengatakan, “Memang benar ada sekitar 40 meter pasangan batu lama yang belum dibongkar kiri – kanannya, melainkan hanya di plaster dan diaci saja,” katanya. Ditambahkan, memang pembayaran pekerjaan itu, nantinya hanya jasanya saja, kilahnya. Diakui, ada sekitar 20 meter pasangan batu baru, yang pemasangan ketebalannya hanya mencapai 20 Cm. Soalnya, pekerjaan yang mereka lakukan hanya sebatas tambal sulam dan hanya sebagian yang pemasangannya menggunakan batu baru.

Di tempat terpisah saat dimintai pendapat, Teguh, selaku LSM LPPN-RI mengatakan: “Pekerjaan yang dikerjakan oleh CV. PMK wajib dilaporkan kepada pihak terkait, karena tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh panitia pengadaan. Apabila Panitia menerima pekerjaan yang tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan, maka Panitianya juga perlu dilaporkan ke pihak berwenang,” pungkasnya. (Nover Zai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here