Beranda Hot News Kapolres Minta Warga Cilacap Pantau Air Laut

Kapolres Minta Warga Cilacap Pantau Air Laut

169
0
BERBAGI

Cilacap, (obyektif.com) – Satuan Pembinaan Masyarakat Kepolisian Resor Cilacap, Jawa Tengah, menghimbau masyarakat agar mengamati fenomena alam. Khususnya air laut yang naik (rob) di Jl. Lingkar Timur, Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap. Soalnya, akibat naiknya air laut, tanggul yang berada di pesisir pantai laut Tegalkamulyan jebol karena tidak bisa menahan naiknya volume air laut. Akibatnya air masuk ke permukiman warga dan ke jalan raya Lingkar Timur.

Dengan naiknya air laut yang merupakan fenomena alam, membuat masyarakat penasaran dan ingin melihat langsung situasi di lapangan. Hal itu menyebabkan kemacetan lalu-lintas dan bisa juga menimbulkan kerawanan. “Oleh karena itu, warga yang akan melihat agar berhati-hati dan jangan berhenti di pinggir jalan yang bisa menyebabkan kemacetan lalu lintas,” ungkap Kepala Urusan Pembinaan Oprasi Sat Binmas Polres Cilacap Inspektur Polisi Satu Rahmat Juplianto kepada obyektif.com baru-baru ini, saat di lokasi.

Kepada para korban yang rumahnya mengalami banjir, menurut Iptu Rahmat,  diimbau agar segera mengungsi sementara ke tempat pengungsian yang lebih aman. Saat meninggalkan rumahnya, diminta dalam keadaan terkunci untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Khususnya kepada warga yang ingin menonton juga dilarang untuk masuk ke wilayah permukiman yang dilanda banjir. Untuk antisipasi di wilayah permukiman disiagakan anggota dari Polri, TNI,  petugas SAR serta Dinas Kesehatan dari Pemda Cilacap. “Kami juga mengimbau kepada para korban agar melaporkan kepada pertugas yang jaga jika akan kembali ke rumahnya agar mudah dalam pengawasannya,” tambah Iptu Rahmat.

Fenomena alam rob, yaitu naiknya air laut, diperkirakan karena pada bulan Juni 2016 ini, planet-planet dan bulan rotasinya berdekatan dengan bumi, shingga menarik permukaan air laut jadi meningi. Di Semarang karena rob cukup tinggi, Pemkot Semarang menyediakan 25 ribu karung pasir, untuk membendung kawasan Kaligawe saat rob. Sedangkan di kota Pekalongan, 891 warga mengungsi karena rumah dan kampung mereka terkena banjir rob.

Data sementara yang dihimpun Posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terdapat 24 kabupaten/kota di Pulau Jawa yang mengalami banjir rob dan gelombang pasang. Yaitu, Kabupaten Kulon Progo, Gunung Kidul, Bantul, Tasikmalaya, Pangandaran, Cilacap, Pekalongan, Purworejo, Wonogiri, Semarang, Pacitan, Banyuwangi, Jember, Trenggalek, Malang, Tulungagung, Lumajang, Gresik, Tuban, Surabaya, Pamekasan, Probolinggo, dan Jakarta. Demikian penjelasan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas PNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kepada wartawan belum lama ini.

Namun menurut pengamatan beberapa hari terakhir ini, rob dan gelombang pasang, berangsur-angsur mulai mereda. Perairan wilayah Cilacap yang beberapa hari lalu gelombang lautnya mencapai enam meter, kini dan mulai normal, meski belum bisa diprediksi, benar-benar aman. Penduduk di tepi pantai dan para nelayan, dihimbau tetap waspada dan hati-hati. Jika melihat kondisi laut dan rob menjadi tidak normal, agar segera melaporkan ke aparat terdekat. (Nover Zai).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here