Beranda Hot News Kapolrestabes Semarang Cegah Bentrokan Antar-kelompok

Kapolrestabes Semarang Cegah Bentrokan Antar-kelompok

169
0
BERBAGI

SEMARANG, (Obyektif.com) – Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji, menegaskan, pelarangan demo segala aksi dari kelompok yang menolak Perppu tentang Ormas di Semarang, karena dikhawatirkan akan terjadi bentrokan antar-kelompok massa.

Penegasan itu diutarakan di ruang kerjanya, ketika diwawancara obyektif.com, sehubungan dengan maraknya pemberitaan pelarangan hal tersebut di Medsos, baru-baru ini.

Disebutkan, pada waktu itu, ada dua permohonan izin yang masuk ke Polrestabes Semarang, dari dua Ormas yang berbeda untuk menyelenggarakan demo, di depan Kantor Pemprov Jateng, di Jalan Pahlawan, jam dan harinya sama. Salah satu kelompok adalah kontra-aksi dari kelompok yang lain. Jelas rawan bentrokan, makanya dengan tegas saya larang, tuturnya.

“Kalau tidak dilarang, dikhawatirkan, lokasi demo di Jalan Pahlawan akan jadi medan perang antar-kelompok, dan mungkin saja terjadi pertumpahan darah. Tugas Polisi kan mengayomi warga, dan menjaga Kota Semarang tetap kondusif, tenteram, damai dan tertib,” tuturnya. Hal itu harus disadari oleh berbagai pihak, tambahnya.

Seperti diberitakan, Presiden mengeluarkan Perppu pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Langkah pemerintah itu harus diamankan oleh seluruh masyarakat yang cinta NKRI dan Pancasila. “Saya tegaskan, yang menolak Perppu Ormas, khususnya yang akan demo di Semarang, sementara saya simpulkan para simpatisannya HTI,” kata Kapolrestabes Semarang lebih lanjut.

Pernyataan Abiyoso tersebut menyusul permohonan izin aksi demo Forum Umat Islam Semarang (FUIS) di depan Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu 21 Juli baru lalu. Unjuk Rasa terkait penolakan Perppu Ormas. Abiyoso menyatakan, bakal mengambil langkah tegas apabila ada massa yang nekat menggelar demonstrasi menolak Perppu.

Diingatkan, Indonesia adalah negara Pancasila. “Dulu lahirnya Pancasila dirumuskan oleh tokoh-tokoh, termasuk ulama. Ulama pada saat itu mengerti tentang khilafah dan juga Pancasila. Kita tinggal meneruskan saja, dan yang sudah jadi ketetapan negara, tidak boleh diubah-ubah,” ungkapnya. Humas FUIS Danang Setiadi kepada wartawan membenarkan, pihaknya sempat merencanakan menggelar demonstrasi menolak Perppu Ormas. Namun, rencana tersebut dibatalkan karena tidak mendapat izin dari Polrestabes Semarang.

Sementara itu, langkah baik Kapolrestabes Semarang, untuk melarang demo anti perppu ormas, guna menjaga Kota Semarang tetap kondusif, mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Misalnya pimpinan Patriot Garuda Nusantara (PGN), Gus Nuril, menyatakan dukungannya. Demikian juga Ketua Komunitas Masyarakat Kaligawe (Kowe), Teha Edy Djohar, juga menyatakan mendukung sepenuhnya. Tokoh-tokoh masyarakat yang lain, ikut mendukung. (Wisnu Dewabrata).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here