Beranda Hot News Kawal Pancasila, Advokat Jateng Tak Mau Bela Radikalisme

Kawal Pancasila, Advokat Jateng Tak Mau Bela Radikalisme

29
0
BERBAGI

SEMARANG, (Obyektif.com) – Ikut bangga, melihat ratusan advokat yang tergabung dalam Advokat Jawa Tengah Bersatu (AJB) berikrar tidak akan membela individu yang “menyimpang”, karena tergabung dalam organisasi radikalisme, dan anti Pancasila.

Ikrar bersama itu disampaikan dalam acara deklarasi Advokat Pengawal Pancasila (APP) di Ballroom Hotel Kesambi, Semarang, baru-baru ini. Disebutkan, APP merupakan gabungan seluruh organisasi advokat di Jateng.

Para deklarator APP itu, di antaranya, Ketua Peradi Semarang, Broto Hastono dan M. Reza Kurniawan, Ketua DPD KAI Jateng, John Richard Latuihamallo, Deklarator AJB, M. Rofian, Ketua Ikadin Jateng, Rangkei Margana, Ketua IPHI Jateng, Muharsuko Wirono.

Dalam kesempatan itu dikatakan, para advokat di Jateng, tidak mau membela anggota masyarakat yang terlibat organisasi radikalisme. Oleh karena itu, baik secara pribadi, maupun organisasi, baik para deklarator maupun para advokat di Jateng, harus konsisten melaksanakannya. Diingatkan, seharusnya advokat juga tidak mau membela koruptor, sebagai komitmen memberantas korupsi di Indonesia, kata Ketua DPD KAI Jateng, John Richard Latuihamallo, yang langsung disambut tepuk tangan semua yang hadir.

Dalam deklarasi tersebut juga menegaskan, advokat mendukung pemerintah untuk membubarkan semua organisasi radikal yang merusak keragaman di Indonesia. Advokat diminta harus menyatukan diri guna menentang tindakan radikalisme, intoleransi, anarkis, maupun main hakim sendiri.

”Kami memiliki latar belakang suku, agama, pandangan politik, dan pendapat hukum berbeda-beda, tapi NKRI adalah rumah, bagaimanapun Pancasila itu ibarat ibu saya,” imbuh John.

Sama halnya, Ketua Peradi Semarang versi Luhut Pangaribuan, secara tegas juga menolak membela individu yang terlibat organisasi radikal dan anti Pancasila. Menurutnya, dengan itu diberlakukan akan bisa memberikan efek jera.

”Kalau tak dibela advokat, maka mereka bisa berpikir dua kali melakukan tindakan radikal. Kami juga mengimbau seluruh advokat di Jateng ikuti hasil deklarasi,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Peradi Semarang versi Fauzi Yusuf Hasibuan, M. Reza Kurniawan menyampaikan, pada prinsipnya advokat dilarang menolak klien. Namun karena Pancasila adalah dasar negara Indonesia maka harus dibela.

”Jadi hal-hal terkait advokat tidak boleh membela kepentingan klien tentu bertentangan dengan nilai kita. Akan tetapi AJB sudah komitmen tidak mau membela klien radikal dan anti Pancasila, jadi kami tetap menolak,” ungkapnya. Acara berlangsung tertib, antusias dan penuh semangat. (Rabun Jisman).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here