Kebutuhan Tidur Berdasarkan Usia

Kebutuhan Tidur Berdasarkan Usia

BERBAGI
Foto: Koleksi dr Nana

Ada orang yang tidur hanya berapa jam saja sudah cukup, dan tetap sehat. Juga jarang sakit. Sebaliknya, ada yang tidurnya banyak, tetapi malah kurang sehat. Jadi seharusnya, berapa jamkah tidur seseorang agar selalu sehat? Pengetahuan yang selama ini ditanamkan ke diri kita, bahwa tidur yang sehat adalah 8 jam sehari. Benarkah demikian?

Jumlah jam tidur ideal seseorang, oleh para ahli sekarang sudah diperbaharui. Seharusnya berapa jamkah, tidur yang sehat? Jawabannya ernyata tergantung usia seseorang. Seperti dilansir dari laman Independent, National Sleep Foundation (NSF) dari hasil diskusi panel yang terdiri dari 18 ilmuwan medis, dan para peneliti mengulas, yang meneliti lebih dari 300 penelitian tentang tidur. Mereka mencoba menemukan jumlah waktu yang tepat seseorang harus tidur sesuai dengan usianya.

Sementara jawaban sederhana mengatakan tidak ada jumlah waktu tidur sempurna untuk memenuhi setiap individu, NSF menerbitkan laporan yang memperbarui rekomendasi tidur untuk segala usia.

Jumlah waktu tidur yang ideal adalah sebagai berikut:

  • Bayi yang baru lahir (0-3 bulan): 14-17 jam per hari
  • Bayi (4-11 bulan): 12 – 15 jam per hari
  • Balita (1-2 tahun): 11-14 jam per hari
  • Anak pra-sekolah (3-5 tahun): 10-13 jam per hari
  • Anak usia sekolah (6-13 tahun): 9-11 jam per hari
  • Remaja (14-17): 8-10 jam per hari
  • Orang dewasa muda (18-25 tahun): 7-9 jam per hari
  • Dewasa (26-64): 7-9 jam per hari
  • Orang dewasa yang lebih tua (di atas 65 tahun): 7-8 jam per hari

Sedangkan rekomendasi bagi orang dewasa tidak berubah. Namun, laporan itu menambahkan dua kategori baru, orang dewasa muda dan orang dewasa yang lebih tua. Setiap orang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda, tergantung pada usia, seperti dijelaskan oleh NSF. Gaya hidup dan kesehatan sangat memengaruhi kebutuhan tidur seseorang.

Laporan studi lain yang baru-baru ini dilakukan di Norwegia mengungkapkan, bahwa semakin lama remaja menghabiskan waktu menggunakan perangkat elektronik seperti telepon pintar, maka semakin buruk tidur mereka.  Studi yang meneliti sekitar 10 ribu remaja usia 16-19 tahun menemukan, lebih dari dua jam melihat ke layar usai sekolah terkait kuat untuk periode tidur yang tertunda atau lebih pendek. Bukti itu begitu kuat, sehingga para ahli menganjurkan untuk merombak pedoman penggunaan perangkat elektronik oleh remaja.

Di zaman ini, orang-orang menghabiskan lebih dari empat jam menatap layar per hari. Mereka tiga setengah kali lebih mungkin untuk tidur kurang dari lima jam setiap malam. Juga 49 persen kemungkinannya butuh waktu lebih dari satu jam untuk bisa tertidur. Orang dewasa yang sehat biasanya butuh waktu 30 menit untuk tidur. Wah, di zaman digital ini, tidur semakin sulit saja. Tidak mengherankan, sekarang banyak orang yang menderita insomenia, atau sulit tidur. (dr. Nana Setyani Nugroho MD).

izzaweb
BERBAGI