Beranda Sastra Budaya Kegelisahan dan Curahan Hati Seorang Lawyer

Kegelisahan dan Curahan Hati Seorang Lawyer

68
0
BERBAGI

Menyandang profesi seorang Lawyer, Advokat, atau Pengacara banyak dikenal orang. Karena Pengacara atau Advokat adalah salah satu profesi yang berhubungan dengan polisi, jaksa, hakim dan media. Maka jangan heran kalau Advokat jadi terkenal dan banyak dikenal orang. Dengan stylenya yang perlente, Advokad selalu konsisten dengan profesi yang digelutinya, sebagai lambang kebanggaan dan kesuksesannya. Itulah sosok seorang Advokat  yang selalu menarik perhatian publik, sehingga banyak orang yang datang untuk konsultasi. Anehnya. kadangkala konsultasinya tidak saja masalah hukum, tetapi juga masalah klenik, hehe. Jangan heran, memang ada loh Advokat yang mempunyai  profesi ganda. Disamping seorang Lawyer ternyata juga seorang Paranormal.

Saat saya menulis ini, kebetulan pas malam Jumat Kliwon. Suasana cerah tidak seperti biasanya selalu hujan. Dalam kesunyian malam itulah, anganku pun melambung jauh menjelajahi samudera luas, tanpa batas. Dan tanpa disadari hatiku pun bicara sendiri.  Mengapa Indonesia negeri nenek moyangku yang dulu dikenal dengan tanahnya yang subur, makmur, Gemah Ripah Loh Jinawi dan rakyatnya yang mempunyai Tata Tentram Kerta Raharja, tetapi kenapa kondisi bangsaku jadi carut marut seperti ini? Apa ini yang dinamakan zaman edan? Seperti yang diramalkan oleh pujangga besar Ronggowarsito?

Dalam batinku yang begitu galau dan melihat kondisi bangsa semakin kehilangan jati diri, juga para pemimpin yang sibuk dengan golongan atau kelompoknya sendiri, sampai-sampai tidak peduli dengan keadaan rakyatnya yang mengalami kelaparan dan kesusahan. Berapa banyak pemimpin yang bergaya hidup mewah, yang sekarang ini menjadi buah bibir, baik di media cetak maupun media elektronika. Itulah sekilas info wajah negeriku, yang semakin hari tidak menjadi baik, malahan semakin jauh dari nilai-nilai kebersamaan.

Persatuan dan kesatuan hanya dijadikan jargon-jardon saja, tidak diwujudkan dalam perilaku yang nyata terutama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (istilah Orba). Kekerasan dan amuk massa merupakan “Menu Sehari-hari” yang setiap saat dapat kita lihat melalui tayangan TV dan media cetak . Selain itu musibah atau bencana juga datang silih berganti, namun semua itu tidak pernah direnungkan oleh para petinggi negara. Mengapa semua ini bisa terjadi? Kemalangan demi kemalangan yang menimpa bangsa ini? Yang ada di benak mereka,  hanya ada keinginan-keinginan bagaimana menjadi orang yang  bisa berkuasa dan bisa menjadi seorang pemimpin yang bisa dilayani.

Fenomena bangsaku saat sekarang ini, cukup memprihatinkan dan bila ditelaah sumbernya tidak hanya dari pemerintahan saja, tapi juga dari masyarakat yang tidak lagi mengindahkan norma-norma yang ada dalam bermasyarakat yang baik. Juga gerakan kaum agama yang berkedok agama, untuk mencapai tujuan politiknya, juga cukup merecoki. Hal-hal seperti inilah yang akhirnya berakibat bangsa ini menjadi bangsa yang tidak punya lagi tatakrama, atau etika yang baik. Sebenarnya kalau Para Pemimpin, Petinggi Negara, Politikus, Pengusaha,Tokoh Masyarakat, Pemuka Agama, Buruh, Karyawan, Pegawai dan Tukang Becak mau merefleksi diri pasti akan mengatakan: Untuk apa menjadi seorang pemimpin kalau ujung-ujungnya tidak bisa mensejahterakan rakyatnya ?

Di zaman edan ini memang serba membingungkan. Yen orak melu edan orak keduman, bahkan bisa tergilas sendiri. Banyak orang yg baik tersingkir dan orang lebih mengedepankan nafsu dan egonya daripada mengikuti suara hati nurani. Namun meskipun begitu Sang Pujangga Besar Ronggowarsito mengingatkan kita semua: Sak bejo-bejone wong kang edan, isih bejo wong kang eling lan waspodo. Artinya janganlah ikut menjadi orang gila, karena orang yang ingat dan waspada, lebih baik dan lebih beruntung pada akhirnya. Demikian catatan akhir Tahun 2016, semoga kita semua diberi keselamatan dan kekuatan dalam melihat keadaan negeri yang kita  cintai. Salam NKRI harga mati…! (Sutan M Rofyan, Ikadin Jateng).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here