Beranda Hot News Ketua KPLHI Prihatin Ekploitasi Air Tanah Tak Terkendali

Ketua KPLHI Prihatin Ekploitasi Air Tanah Tak Terkendali

72
0
BERBAGI
Ketua KPLHI, Hardono, ketika menandatangani MoU dengan pihak Apindo Kota Semarang, disaksikan Ketuanya Deddy Mulyadi Ali. (Foto: Yohanes Agung).

Ketua Komunitas Pecinta Lingkungan Hidup Indonesia (KPLHI), Hardono, menyatakan prihatin, karena saat ini kondisi air tanah di kota-kota besar, termasuk Kota Semarang, mengalami penurunan tajam. Hal ini terjadi karena eksploitasi penggunaan air tanah cenderung tidak terkendali. Padahal sudah ada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomer 11, Tahun 2011 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mencanangkan pembangunan sumur resapan, sebagai alternatif untuk meminimalisasi terjadinya penurunan air tanah. Namun masih banyak anggota masyarakat, terutama perusahaan-perusahaan di kawasan industri, yang tidak mematuhi Pergub tersebut.

Lebih lanjut dijelaskan, selama ini kalangan dunia usaha memang masih mengandalkan suplai air untuk kepentingan industrinya. Mereka melakukan pengeboran sumur dalam, tanpa memperhitungkan dampaknya ke depan. Maka dengan adanya Pergub di atas, eksploitasi air tanah tetap dapat dilakukan, tetapi harus diimbangi dengan langkah-langkah untuk melakukan konservasi, seperti misalnya pembangunan “sumur resapan teknis” (sumur resapan dalam). Kebijakan itu tidak bisa dihindari karena PDAM sebagai penyedia jasa air untuk kebutuhan industri, belum dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Maka langkah pengeboran dengan memperhatikan klausul pada Pergub di atas dapat dilakukan.

Mengingat adanya hal tersebut, maka Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Semarang menghimbau kalangan anggotanya, untuk peduli terhadap konservasi lingkungan. Konservasi yang dimaksud adalah eksploitasi air tanah (ABT). Bahkan Apindo telah melangkah lebih jauh dengan cara menggandeng KPLHI guna melakukan kerjasama. Kesepakatan kerjasama antara Apindo dan KPLHI telah ditandatangani di Hotel Grasia Semarang, belum lama ini. Ketua Apindo Kota Semarang, Deddy Mulyadi Ali, mengatakan, pihaknya mengajak KPLHI sebagai partner agar dalam kegiatan di lapangan dapat berjalan secara lebih komprehensif. Sebelum MoU, Ketua KPLHI, Hardono, menyampaikan paparan perlunya sumur resapan sebagai penyeimbang ekploitasi air tanah. Maka diperlukan kebersamaan dari kalangan dunia usaha, untuk ikut terlibat secara aktif dalam kegiatan tersebut.

Hardono menguraikan, saat ini kondisi air tanah terus mengalami penurunan. Oleh karena itu, menurutnya, apabila kalangan dunia usaha memang masih mengandalkan suplai air bawah tanah untuk kepentingan industrinya, haruslah tetap diimbangi dengan pembuatan sumur resapan. Bagi kalangan industri yang sudah terlanjur membuat sumur dalam, hendaknya segera mengimbangi juga dengan membuat sumur resapan, supaya pengambilan air bawah tanah bisa diseimbangkan kembali. Langkah-langkah untuk melakukan konservasi seperti itu, mutlak dibutuhkan. Juga sebagai pelaksanaan menjalankan Pergub Nomer 11/Tahun 2011. MoU kerjasama antara Apindo Kota Semarang dan KPLHI, dintandatangani kedua belah pihak antara Ketua KPLHI Hardono dan Ketua Apindo Deddy Mulyadi Ali, disaksikan seluruh pengurus dan anggota Apindo Semarang. (Yohanes Agung).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here