Beranda Hot News Konferensi Nasional Gerakan Puisi Menolak Korupsi

Konferensi Nasional Gerakan Puisi Menolak Korupsi

222
0
BERBAGI

Untuk pertamakalinya diselenggarakan Konferensi Nasional (Konas) Gerakan Puisi Menolak Korupsi (PMK) yang dipusatkan di Hotel Ungaran Cantik, Semarang, 6 – 7 Agustus 2016. Diikuti sekitar 100 orang penyair dari berbagai kota di Indonesia. Konferensi bertujuan merefleksikan perjalanan gerakan PMK selama tiga tahun ini. “Oleh karena itu diperlukan  evaluasi dan perencanaan ke depan, untuk senantiasa “bergerak” sebagai upaya para penyair memerangi korupsi, lewat media puisi yang merupakan anak kandung kebudayaan,” kata Koordinator Gerakan PMK, Sosiawan Leak, didampingi Ketua Tim Kerja Konas, Hilda Rumambi, kepada obyektif.com, belum lama ini.

Ditambahkan, mencermati fenomena korupsi yang makin merebak di masyarakat, para penyair Indonesia dari berbagai pelosok tanah air, bergabung dalam sebuah gerakan moral PMK. Hal itu dimaksudkan  sebagai sarana untuk mempresentasikan seruan moral tersebut kepada seluruh lapisan masyarakat. Agar secara filosofis dan edukatif turut mewaspadai munculnya mental korupsi sejak dini. “Juga sebagai upaya mencegah perilaku korup yang lebih akut,” tuturnya.

Sejak Mei 2013, gerakan ini telah menerbitkan enam antologi puisi berthema menolak korupsi, dan terus bergulir pada penerbitkan berikutnya. Kemudian melakukan kampanye anti korupsi bertajuk “Road Show PMK” di berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan itu diisi dengan pembacaan puisi, pentas seni, seminar, diskusi, orasi, lomba baca puisi, lomba cipta puisi,dan lain-lain.Telah dilaksanakan di 38 kota di Indonesia dan terus berlanjut hingga hari ini. Setiap kegiatan diikuti masyarakat luas dan dipublikasikan secara gencar.

Oleh sebab itu para pegiat gerakan ini perlu melihat ke belakang untuk merefleksikan perjalanan tiga tahun di 38 kota tersebut, dan mengevaluasi kiprah gerakan, serta dampaknya terhadap masyarakat Indonesia. Maka sudah tepat diselenggarakannya Konferensi Nasional, untuk melihat “Refleksi dan Evaluasi Tiga Tahun Gerakan PMK”. Konferensi ini bertujuan menyatukan ide, dan merumuskan gagasan gerakan PMK ke depan. Juga ingin mendapatkan masukan dari akademisi, budayawan, aktivis anti korupsi, jurnalis, dan pemerintah, tentang dampak gerakan PMK secara keseluruhan.

Kemudian mengumpulkan hasil refleksi dan evaluasi 38 kota tersebut yang akan diterbitkan dalam bentuk buku, lalu merumuskan ide dan rekomendasi kegiatan PMK ke depan, dan merumuskan rekomendasi kepada pemerintah mengenai kebijakan anti korupsi. Bentuk kegiatan yang akan digelar berupa diskusi panel yang akan menampilkan koordinator-koordinator road show masing-masing kota. Juga diselenggarakan seminar yang menghadirkan beberapa pembicara, yakni  Hotmauli Sidabalok (Unika), Acep Zamzam Noor (Budayawan), Eko Haryanto (LP2KKN), Gunawan Permadi (Pimpred Harian Wawasan) dan Sugeng Pudjianto SH (Kejati Jateng).

Sementara itu Ketua Bidang Dana Tim Kerja Konas, Na Dhien, mengatakan, respon masyarakat terhadap diselenggarakannya Konas sangat menggembirakan. Dukungan datang dari mana-mana, baik berupa ucapan selamat, maupun membantu dalam penyelanggaraan. Ada yang bersimpati, ada yang sebagai donatur, sponsor, dan sumbangan sukarela yang tidak mengikat. Lebih mengharukan, banyak anggota PMK sendiri dari berbagai daerah ikut menyumbang dana, termasuk para anggota Tim Kerja Konas.

Di samping itu, Na Dhien mengucapakan terima kasih yang sebesar-besarnya pada pihak Djarum Foundation, yang bersedia menjadi sponsor utama kegiatan ini. Tim kerja Konas yang diketuai Hilda Rumambi ini, terdiri dari Sosiawan Leak, Sulis Bambang, Heru Mugiarso, Na Dhien, Anggoro Suprapto, Handry Tm, Bontot Sukandar, Rama Dinta, Wage Teguh Wiyono, Fransiska Ambar Kritiyani, Artvelo Sugiarto, Kahar, Imam Subagyo, dan Arya Sutha. (Hardono).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here