Beranda Traveling Kulonprogo dan Purworejo Mulai Promosikan Bandara NYIA

Kulonprogo dan Purworejo Mulai Promosikan Bandara NYIA

568
0

KULONPROGO, (Obyektif.com) – Lokasi Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di wilayah Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, DIY, sebenarnya sangat dekat dengan wilayah Kabupaten Purworejo dan hanya dibatasi aliran Sungai Bogowonto. Letak NYIA di sebelah timur sungai, sedang Desa Jogoboyo yang sudah masuk wilayah Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo di sebelah barat sungai.

Dari lokasi bandara ke Desa Jogoboyo sudah ada jalur jalan arteri Selatan-Selatan. Tentu saja, masyarakat Purworejo di sepanjang Pantai Selatan kebanyakan berharap dibangunnya Bandara NYIA, akan dapat mendongkrak kehidupan mereka. Demikian beberapa penduduk setempat menjelaskan kepada Obyektif.com, di lokasi, baru-baru ini.

Namun, sudah siapkah Kabupaten Purworejo menyambut pembangunan bandara tersebut? Karena sejumlah kabupaten, kini kelihatan sudah sibuk mempromosikan daerah mereka. Seperti Kabupaten Kebumen, Banyumas, dan Purbalingga sudah berramai-ramai mempromosikan daerah mereka. Harapannya, sesudah bandara benar-benar beroperasi, akan punya dampak positif bagi daerahnya.

Baik Kebumen, Banyumas maupun Purbalingga, secara dini sudah aktif mempromosikan aset wisata di daerah mereka. Tiga daerah itu kelihatan lebih siap menyambut NYIA dibanding Kabupaten Purworejo. Sebab,  Kebumen, Banyumas dan Purbalingga memang sudah punya destinasi wisata yang bertaraf nasional bahkan ada yang sudah bertaraf internasional.

Apalagi Kabupaten Kulonprogo yang punya wilayah akan jadi bandara internasional. Pemkab setempat, sangat sibuk mempromosikan wilayahnya. Tentu harapannya, bandara internasional itu kelak bisa meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kulonprogo.

Dari informasi yang diterima Obyektif.com di Kulonprogo, meskipun bandara masih dalam taraf pembangunan, namun sudah ada 40 maskapai penerbangan yang sudah melakukan MoU dengan Bupati Kulonprogo. Ini menunjukkan, maskapai tersebut kelak akan siap melakukan semua kegiatannya di wilayah Kulonprogo.

Ditilik dari asset wisata, seperti yang sudah dipromosikan oleh  Kabupaten Kabumen, Banyumas serta Purbalingga, menurut pengamatan, nampaknya Kabupaten Purworejo memang masih ketinggalan. Sebab, tiga daerah itu sudah punya destinasi wisata yang bisa jadi modal awal dalam melakukan promosi. Hingga kini, Purworejo belum punya destinasi wisata yang kelak dapat jadi andalan ke tingkat nasional serta internasional.

Destinasi wisata di Kabupaten Purworejo sampai sekarang masih bertaraf lokal. Sebab, selama ini pembangunan wisata di Kabupaten Purworejo tergolong lemah. Tidak ada lokasi wisata yang kelak mau dijadikan andalan. Sebenarnya, ada sejumlah titik lokasi wisata yang bisa dikembangkan hingga ke taraf nasional. Antara lain Gua Seplawan di Kecamatan Kaligesing serta Pantai Jatimalang yang merupakan lokasi wisata pantai.

Kelebihan Gua Seplawan, yaitu, gua tersebut menyimpan nilai sejarah yang cukup tinggi. Di gua tersebut, ditemukan arca emas yang diduga peninggalan wangsa Syailendra pada zaman Mataram Purba. Hanya kurang promosi dan penataan wilayah hingga Gua Seplawan tidak bisa berkembang jadi destinasi wisata tingkat nasional.

Kedepan, mestinya Gua Seplawan dapat lebih dikembangkan. Karena ada rencana, antara Bandara NYIA dengan Borobudur akan dibangun jalan tembus melewati Kecamatan Kaligesing. Bila para wisatawan internasional yang turun di bandara NYIA mau menuju Borobudur, dapat singgah terlebih dahulu ke Gua Seplawan. Namun sekali lagi, untuk membangun destinasi wisata dibutuhkan pentaan lokasi serta promosi. Tanpa ada promosi yang kuat, destinasi wisata akan kurang dikenal.

Mengenai pembangunan Purworejo ke depan, sejumlah nara sumber di Jakarta menginformasikan kalau sebenarnya ada sejumlah investor yang mau masuk ke Purworejo. Titik lemahnya, ketika investor mau masuk ke Purworejo, masih banyak tangan yang ingin memanfaatkan. Hal ini yang membuat investor menjadi risi. Di samping itu, hingga kini untuk menyambut NYIA, Purworejo belum memiliki Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang jelas.

Saat Obyektif.com menanyakan RTRW, pada Bupati Purworejo, H Agus Bastian SE MM, mendapat penjelasan mengenai penyusunan RTRW sesuai dengan instruksi Mendagri, memang ada perubahan. “Tanyakan perubahan sistem penyusunan RTRW pada Sekwilda, “kilahnya.

Namun sumber lain mengatakan, penyusunan RTRW tidak tergantung pada Mendagri. RTRW disusun oleh daerah, lalu diajukan ke kementrian. Bila sudah disetujui, berarti RTRW itu sudah sah.

Dalam hal pembangunan Purworejo untuk menyambut dibangunnya Bandara NYIA serta Bendung Guntur, Bupati Purworejo ketika dikonfirmasi menjelaskan, saat ini sudah ada investor yang siap membangun hotel bintang lima di Purworejo, dengan kapasitas 150 kamar. Semoga hal itu terlaksana, untuk menunjukkan kalau Purworejo juga benar-benar siap menyambut pembangunan serta perkembangan zaman, semoga. (Bambang Yosodipuro).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here