Beranda Traveling Kuwalahan, Jumlah Kendaraan Baru Harus Dibatasi

Kuwalahan, Jumlah Kendaraan Baru Harus Dibatasi

152
0
BERBAGI
Kendaraan bermtor, jejali jalan raya. (Foto: http://www.antaranews.com)

Kuwalahan, maka jumlah mobil dan kendaraan bermotor roda dua yang baru, harus dibatasi. Kalau tidak, percuma saja dibangun jalan tol di mana-mana, tetapi pertumbuhan jumlah mobil misalnya, dari tahun ke tahun terus meroket. Rata-rata per tahun, mobil baru bertambah 1 juta – 1,2 juta unit, dalam dua tahun terakhir ini. Bahkan menurut data di Kementeritan Industri, diperkirakan untuk lima tahun ke depan, per tahunnya rata-rata akan bertambah dua juta unit mobil baru. Belum kendaraan roda dua, bisa beberapa kali lipat dari mobil pertumbuhan per tahunnya.

Samsuni (52) pekerja swasta yang mengaku melaju setiap hari dari Solo ke Semarang, menjelaskan, tahun 2008 saja, jalanan Solo – Semarang, masih sepi dan belum sepadat sekarang. “Padahal baru 8 tahun berlalu,” tuturnya kepada obyektif.com baru-baru ini. Menurut dia, sekarang kendaraan rapat dan macet di mana-mana. Dia tidak bisa membayangkan beberapa tahun ke depan. Disamping mobil, kendaraan roda dua juga ikut memenuhi jalan-jalan raya dan melaju seenaknya, kadang pelan tapi di tengah jalan raya, kadang juga menyalip dari kiri-kanan tanpa tanda-tanda.

Tidak hanya Samsuni saja yang risau, orang lain juga mengalami hal yang sama.Tidak hanya mobil, pertumbuhan kendaraan roda dua lebih ngeri lagi. “Indonesia ini surganya kendaraan. Di negara-negara Asean saja, hanya Indonesia yang mau untuk ajang penjualan kendaraan bermotor. Maka boleh dikatakan surga bagi penjualan mobil maupun kendaraan roda dua,” tambahnya. Memang  jumlah kendaraan bermotor dari tahun ke tahun di negeri ini, mengalami peningkatan tajam. Data dari BPS, Direktorat LLAJ, Dijten Migas, Bappenas, Polda DKI Jakarta, dan Gaikindo merelease dari 2006 jumlah kendaraan bermotor roda dua yang ada di Indonesia berjumlah 32,5 juta unit. Lima tahun kemduaian (2011), meningkat lebih dari 50%nya yaitu menjadi 68,8 juta unit.Tahun 2016 ini, diperkirakan jumlahnya sudah di atas 100 juta-an, mengingat satu orang bisa memiliki lebih dari dua kendaraan roda dua.

Melihat perkembangan kendaraan bermotor, apakah pembangunan jalan bisa mengikuti? Menurut data, sampai 2011 panjang jalanan di Indonesia yang terbagi menjadi jalan nasional, provinsi, kabupaten pun dirinci sebagai berikut, Jalan Nasional sepanjang 38.570 KM, Jalan Provinsi 48.020 KM, dan Jalan Kabupaten 389.747 KM. Nah, melihat jumlah kendaraan bermotor roda dua yang dalam kurun waktu lima tahun saja, bisa melonjak lebih dari 50%, maka lima tahun mendatang apakah jalan-jalan raya bisa menampungnya? Diperkirakan akan saling berdesakan di jalan, karena, pertumbuhan jalan tak seimbang dengan lonjakan pertumbuhan kendaraan roda dua tersebut.

Itu baru kendaraan roda dua, belum lagi pertumbuhan kendaraan roda empat dari 2006 yang berjumlah 6 juta unit. Lalu, pada 2011 menjadi berjumlah 9,5 juta unit. Kendaraan roda empat pun mengalami pertumbuhan sekitar 30% dalam kurun waktu lima tahun. Bila kendaraan roda dua dan roda empat disatukan maka jumlahnya menjadi fantastis yaitu menjadi 78,3 juta unit kendaraan yang beredar di jalanan seluruh Indonesia. Bila pertumbuhan tersebut terus dibiarkan atau diselesaikan dengan membangun jalan layang atau jalan tol, mungkin saja pada akhirnya jalan-jalan di Indonesia akan lumpuh karena kendaraan yang membludak dan jalanan yang sudah tidak punya ruang untuk kendaraan bergerak lagi.

Padahal, jumlah kendaraan yang semakin banyak itu bukannya menguntungkan pemerintah, tapi pihak yang diuntungkan jelas pihak asing yang menjual kendaraan tersebut. Oleh karena itu, pemerintah harus bisa menghentikan laju pertumbuhan kendaraan bermotor, bahkan kalau perlu menyetopnya. Membatasi kendaraan lama, bukanlah solusi, kalau pertumbuhan kendaraan bermotor baru dibiarkan berkembang terus. Jumlah kendaraan lama dibandingkan yang baru, jelas meroket yang baru, angka pertumbuhannya. Disamping terus membangun jalan, pemerintah memang diharapkan memperbanyak angkutan umum, kapal laut, dan kereta api. (Totok Magdiana).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here