Beranda Tokoh Mas Kirno, dari Teater ke Caleg

Mas Kirno, dari Teater ke Caleg

90
0

SOLO, (Obyektif.com) – Lelaki tinggi besar, gondrong merong ini akrab dipanggil Mas Kirno. Tampan, berkumis, dan gagah, kalau bicara vokalnya mantap. Maklum dia aktor teater di Semarang. Nama lengkapnya Drs Stephanus Sukirno, MS, pendidikan S1 dan S2 nya ditempuh di Undip dan UGM. Beliau memang dari kalangan akademik, kariernya dimulai dari menjadi dosen di perguruan tinggi Untag Semarang, terus naik sampai menduduki jabatan Rektor. Sekarang sebagai anggota Pembina Perguruan Tinggi tersebut.

Mas Kirno orangnya ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja. Kini tinggal di Perumahan Untag di Karangrejo, Semarang, bersama keluarganya. Jika akhir-akhir ini beliau sering berada di Solo, Sukoharjo, dan Klaten, karena Mas Kirno dipercaya oleh PDIP sebagai Caleg DPRD Provinsi, untuk daerah pemilihan (Dapil) VII, dengan nomor urut 1. “Karena sudah dipercaya, saya ngglundhung saja, Mas. Bagi saya, apa pun itu, kalau nawaitunya baik, hasilnya pasti baik,” tambahnya.

Mas Kirno ini adalah suami dari almarhumah Ir Nunik Sukirno Msc, pengurus senior PDIP Jateng, yang menjadi Ketua Fraksi DPRD Jateng dan anggota Komisi B. “Saya ingin meneruskan apa yang menjadi cita-cita dan perjuangan isteri saya, Mas,” katanya serius ketika diwawancarai Obyektif.com di Rumah Basis Camp-nya di Perumahan Fajar Indah Solo, kemarin (23/11/18). Mengenakan celana panjang hitam, kaos hitam bergambar dirinya, dan ikat kepala hitam khas Jawa, dia menambahkan, sesuai tag yang diusungnya: Ingin Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat. PDIP memang terkenal partainya Wong Cilik. Jadi yang diperjuangkannya, sudah pas.

Mas Kirno ini meski penampilannya kalem dan santai, tapi dia sesungguhnya seorang pekerja keras. Di Basis-Campnya Rumah Fajar Indah, beliau sering sampai larut malam berdiskusi dengan rekan-rekan seperjuangannya, seperti Mbak Agustina Wilujeng Pramestuti SS, Mbak Lusi, Mas Bowo, Mas Heri, dan lain-lain. Ketika berita ini diturunkan, dia bersama dengan rekan-rekan PDIP yang lain, sedang mendengarkan diskusi “Menyerap Aspirasi Rakyat” di mana salah satu pembicaranya, adalah Mbak Diah Pitaloka, yang berlangsung di Aula Hotel Pose-Inn, Solo Balapan.

Mas Kirno dilahirkan di Bantul Yogyakarta, 12 Februari 1951. Dulu aktif di Teater Gama, Teater Kelas Undip, dan sampai sekarang masih ikut aktif di Teater Lingkar, pimpinan Mas Ton Lingkar. Juga tetap aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan, di antaranya Wanarusan (Relawan Penyebar Virus Kebangsaan). Di samping itu dia tetap menyempatkan waktu memberikan ceramahnya, di berbagai kegiatan, khususnya kegiatan seni budaya. Bagi orang-orang Semarang, Mas Kirno sudah tidak asing lagi. Sangat dikenal sebagai seniman dan akademisi yang kritis. (Wisnu Dewabrata)

Foto: Koleksi pribadi Mas Kirno

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here