Mengaku Polisi Ternyata Waratawan Abal-abal

Mengaku Polisi Ternyata Waratawan Abal-abal

BERBAGI
Perlengkapan Wartawan Abal-abal untuk menipu. Ketangkep Polisi. (Foto: Nover Zai)

CILACAP, (Obyektif.com) – Kepolisian Sektor Wanareja, Polres Cilacap, menangkap tiga orang pelaku yang diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dan pemerasan. Dihubungi Obyektif.com, Kapolres Cilacap, AKBP Yudo Hermanto SIK, melalui Kapolsek Wanareja, AKP Mudji Ali SH, belum lama  ini mengatakan, bahwa pelaku yang ditangkap adalah AS alias Rudi (33) warga Dusun Kelapagada, Desa Klapasawit, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Cepi (34) warga Kampung Jati, Kelurahan Jatiuwung, Kecamatan Cibodas Kota Tangerang, dan ES alias Endang (44) warga Dusun Sukamaju, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat.

Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan bahwa ketiga pelaku ditangkap di daerah Lakbok Ciamis, Jawa Barat. Kronologi kejadian bemula sekitar pukul 18.00 WIB, saat  korbannya bernama  Sulistyo (33), sedang melakukan bongkar muatan berupa Pupuk Berubsidi untuk Kelompok Tani “Agro Makmur” di rumah Wagimin Sumarjo. Saat itu ketiga pelaku datang menghampiri korban dengan mengaku petugas dari  Divisi Hukum Mabes Polri. Ketiganya menggertak dengan cara menanyakan kelengkapan dokumen pendistribusian Pupuk Berubsidi tersebut. Saat ditanya surat-surat atau dokumen pupuk korban tidak bisa menunjukan, dengan alasan tertinggal di kios.

“Setelah  berkomunikasi, satu dari tiga orang tersebut yang mengaku bernama Rudi mengancam akan memproses temuanya tersebut dan kemudian meminta Uang Koordinasi sebesar Rp. 5 juta. Karena takut, korban kemudian menyanggupi hanya memberi Rp.500 ribu saja, dan diterima. Ia mengatakan bahwa urusannya sudah beres dan tidak diproses. Tidak berhenti sampai disitu saja, aksi mereka berlanjut. Pada pada hari berikutnya, Rudi  kembali menghubungi korban lewat telepon, dan meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang, dengan alasan uang yang sebelumnya ia berikan kurang. Merasa ditipu dan diperas, korban selanjutnya melaporkan Ke Polisi dan ketiga penipu itu pun ditangkap.

Dari hasil ungkap kasus tersebut, petugas menyita satu Unit mobil Avanza Nopol D 151 ER warna hitam yang digunkan untuk mempermudah pelaku dalam menjalankan aksinya. Kemudian disita juga satu pucuk replika Airsoftgun dengan enam butir amunisi, sebuah kartu Pelayanan Prima Kepolisian (PIN), sebuah emblem “Turn Back Crime”, delapan buah kartu identitas wartawan berbagai media, tiga unit hanphone berbagai merk, empat buah KTP Milik saudara Cepy dengan berbagai nama, enam buah kartu ATM berbagai Bank, dua buah tulisan rajah atau jimat, sebuah kartu anggota Ormas, dan sebuah stempel Biro Kompass Indonesia.

“Modus yang digunakan pelaku adalah mendatangi penjual Pupuk Bersubsidi dan mengaku sebagai anggota Polri yang kemudian meminta uang dengan dalil jatah koordinasi,” ungkap Kapolsek. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat denga pasal 378 KUHP dan 368 KUHP tentang penipuan dan pemerasan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Untuk sementara ketiganya mengaku berprofesi sebagai wartawan abal-abal, guna mencari nafkah. Kini ketiganya sedang diinterogasi pihak kepolisian, untuk mengetahui sepak terjang mereka selama ini, dan siapa-siapa saja yang telah dirugikan. (Nover Zai).

 

izzaweb
BERBAGI