Beranda Hot News Menuju Akses Air Minum & Sanitasi Perkotaan yang Aman Berkelanjutan

Menuju Akses Air Minum & Sanitasi Perkotaan yang Aman Berkelanjutan

109
0

BOGOR, (Obyektif.com) – Indonesia merupakan salah satu negara yang berkomitmen tinggi dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan – Sustainable Development Goals, atau disingkat TPB – SDGs. Sebagai mitra pemerintah USAID (United States Agency for International Development) melalui program IUWASH PLUS (Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua), maka terus menempatkan program penguatan ekosistem air, sanitasi, dan higienitas sebagai prioritas.

Dalam diskusi tentang hal itu di Bogor, 17 – 18 Desember lalu, yang diikuti perwakilan media dari seluruh tanah air, terungkap USAID mendukung Indonesia untuk mencapai target SDGs goal 6, yaitu mencapai akses air minum dan sanitasi yang aman dan berkelanjutan bagi semua. Peningkatan akses air minum dan sanitasi merupakan salah satu sasaran dari TPB – SDGs yang juga tertuang dalam RPJMN 2015-2019 untuk mewujudkan universal akses air minum dan sanitasi di tahun 2019.

Berbagai upaya telah dilakukan, hasilnya tercermin pada peningkatan capaian akses sejak tahun 2015 hingga tahun 2017. Dalam kurun tiga tahun terakhir, capaian akses air minum layak telah menyentuh angka 59.07% pada tahun 2017. Adapun untuk sanitasi juga mengalami peningkatan dengan capaian menyentuh angka 76,91%.

Berkaitan dengan dukungan terhadap pencapaian SDGs, pada Desember 2018 baru lalu, USAID IUWASH PLUS berpartisipasi pada SDGs Annual Conference 2018 dalam kegiatan diskusi paralel 3A “Menuju Akses Air Minum dan Sanitasi Perkotaan yang Aman dan Berkelanjutan.”

Diskusi paralel ini terdiri atas diskusi Leadership Inspiration: Strategi dan Terobosan Pemerintah Kota Bogor dalam Penyediaan Akses Air Minum dan Sanitasi Aman, dan Sesi Market Place: Tantangan dan Strategi Perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Masyarakat. Semua itu menjadi tempat berbagi pengalaman dalam menjawab tantangan dan pengembangan strategi terkait sektor air minum dan sanitasi.

Dalam diskusi tersebut, Dr. Bima Arya Sugiarto, Walikota Bogor, menyampaikan komitmen kuat Pemerintah Kota Bogor untuk mencapai target SDGs. Dengan status capaian tahun 2015 terkait akses air minum layak mencapai 85.9% dan akses sanitasi layak mencapai 65.64%. “Pemerintah Kota Bogor tidak akan berhenti mendorong upaya pemenuhan layanan dasar air minum dan sanitasi yang aman bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Namun, upaya ini tidak bisa dilakukan oleh hanya Pemerintah Kota. Perlu keterlibatan semua pihak, terutama untuk mencari alternatif sumber pembiayaan untuk percepatan peningkatan akses, termasuk masyarakat, institusi keuangan, serta produsen sanitasi,” jelasnya dalam paparannya dalam sesi talk show untuk memprioritaskan percepatan penyediaan akses air minum dan sanitasi aman di wilayah Kota Bogor.

USAID IUWASH PLUS yang telah melakukan studi formati, mengungkapkan tantangan dan kondisi air minum dan sanitasi di rumah tangga miskin. Melalui studi formatif USAID IUWASH PLUS yang melibatkan 3.458 rumah tangga di 15 kabupaten/kota di Indonesia mengenai kepemilikan toilet menemukan bahwa dari 77% rumah tangga yang memiliki toilet: 13% yang menguras tangki septik, 12% masih membuang limbah domestik ke ruang terbuka seperti parit, sungai dan kolam.

Survei juga menunjukkan bahwa 11.5% menggunakan layanan sedot tinja swasta dan hanya 1.5% tangki septik rumah tangga disedot oleh operator pemerintah. Hasil Studi Formatif memperkuat perlu dan pentingnya upaya pengembangan strategi pemasaran sanitasi untuk mengejar pencapaian target SDGs yang akan dibahas pada diskusi kedua yaitu sesi market place.

Ika Fransisca – Behavior Change and Marketing Advisor, USAID IUWASH PLUS menyampaikan bahwa selain penyediaan fasilitas, perubahan perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat merupakan elemen penting yang turut mempengaruhi peningkatan akses air minum dan sanitasi.  Menurut Ika, fakta-fakta yang ditemukan dari riset formatif USAID IUWASH PLUS pastinya bisa sangat membantu semua pihak, terutama pemerintah daerah dalam mempercepat upaya pencapaian akses air minum dan sanitasi sesuai target yang telah ditetapkan.

“Studi formatif yang telah dilakukan oleh USAID IUWASH PLUS ini bertujuan memotret perilaku masyarakat, sehingga nantinya bisa menjadi landasan untuk menentukan strategi pemasaran dan komunikasi yang akan diterapkan untuk mendukung perubahan perilaku masyarakat dan juga dalam mempercepat pencapai target air minum dan sanitasi,” tambah Ika.

USAID IUWASH PLUS juga berpartisipasi dalam pameran yang diadakan selama kegiatan berlangsung. Peserta dapat mengunjungi stan USAID IUWASH PLUS untuk mendapatkan informasi mengenai sejumlah program yang mendukung Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan para pemangku kepentingan terkait untuk peningkatan akses air minum dan sanitasi aman masyarakat perkotaan. Program-program tersebut di antaranya adalah Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT), Master Meter, Sumur Resapan, kemitraan CSR, dan pembiayaan mikro untuk peningkatan akses air minum dan sanitasi aman masyarakat perkotaan. (Rahma_Simamora/www.DAI.com)

Gambar: Diskusi Sanitasi Aman dan Air Higienis. (Foto: http://www.iuwashplus.or.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here