Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
NEWS0 Komentar  |  722 Pembaca

DENSUS 99, TANGKAL RADIKALISASI AGAMA
Ditulis Oleh :tribun, Pada Tanggal : 18 - 07 - 2011 | 14:10:11

Selama ini, masyarakat bangga adanya Detasemen Khusus (Densus) 88, yang dinilai bisa melindungi masyarakat. Kini muncul Densus 99, dengan tujuan yang sama, memerangi radikalisme, terutama di bidang agama. Kelahiran organisasi baru ini, yang meminjam kepopuleran Densus 88, bertepatan dengan Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-85 dan GP Ansor ke-77, yang dipusatkan di Jakarta, baru-baru ini.

Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid seperti dilansir tribunnews.com menyatakan, Densus 99 terdiri dari 204 personil yang memiliki kemampuan bela diri mumpuni dan ilmu kebal. Detasemen di bawah pimpinan Gus Nuruzzaman ini juga memiliki keahlian dan menjinakkan bom.

"Densus 99 ini kita dirikan tepat pada Hari Lahir Ansor ke-77, pada 24 april 2011 lalu, karena banyaknya fenomena radikalisasi keagamaan, banyaknya ledakan bom atas nama agama," ungkap Nusron dalam upacara apel Banser di Lapangan Timur Stadion Utama Gelora Bung Karno, belum lama ini.

Densus yang berbasis di Kabupaten Cirebon ini disiapkan khusus untuk menghadapi kelompok-kelompok garis keras yang merongrong akidah ahlisunnah wal jamaah dan keutuhan NKRI. "Densus 99 adalah untuk melakukan upaya prevensi dan edukasi kepada umat supaya tidak terprovokasi oleh siapa saja yang ingin menghendaki Indonesia bubar," ujarnya.

Dengan lahirnya Densus 99, kini GP Ansor memiliki tujuh pasukan Banser antara lain Banser untuk Lalu Lintas (Balalin), Banser untuk Laskar Pemadam Kebakaran (Balakar), Banser Tanggap Bencana ( Bagana), Banser Pengaman, Banser Kepanduan dan Zulfikar Marching Band yang kesemuanya akan menunjukkan kemampuan masing-masing dalam acara apel Banser dalam Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama. (tribun)

                                    ----------------------------------------------

DENSUS 99 AKAN MELUAS KE CABANG-CABANG

Densus 99 Ansor, tak hanya tahan ledakan, tetapi juga punya kemampuan dasar seni beladiri.  Bahkan keahliannya itu sempat ditampilkan di acara hari  ulang tahun ke-85 Nahdlatul Ulama (NU) di Gelora Bung Karno, Jakarta, baru-baru ini. Hasilnya, tidak mengecewakan dan membuat decak kagum ribuan nadliyin yang hadir, termasuk para pejabat tinggi Negara.

Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Cirebon, HM Nuruzzaman bercerita, saat ini Densus 99 belum memiliki bentuk bela diri tunggal. Kemampuan mereka bermacam-macam, dari karate, silat, taekwondo, dan lain sebagainya. Sebagai cikal bakal Densus 99, GP Ansor Cirebon sudah menyeleksi 204 anggota Densus  dari 26 ribu Banser seluruh Kabupaten Cirebon.

"Rencananya, sesuai perintah Ketua Umum, setiap cabang GP Ansor memiliki Densus 99. Jadi nantinya setiap cabang akan memiliki detasemen khusus ini,"  ungkap Nuruzzaman seperti dilansir tribunnews.com, baru-baru ini.

 Disamping kemampuan ilmu bela diri, juga akan ditunjang  dengan ilmu kebal senjata tajam. Setiap anggota Densus 99 memiliki tingkatan berbeda. Kata Nuruzzaman, tiap anggota Densus 99 akan mendapatkan ijazah atau lisensi untuk bisa menguasai ilmu kekebalan.

Menurut dia, semua ilmu kekebalan itu harus dijalani dengan melaksanakan puasa 40 hari, dan menghindari pantangan tertentu. Soal kekebalan tubuh, anggota Densus 99 Cirebon berguru kepada para kiai dan habib sepuh yang banyak ditemui di Cirebon. Seorang kiai yang memberikan amalan ilmu kekebalan adalah Gus Nuril Arifin, anggota Pasukan Berani Mati di era Gus Dur menjadi presiden.  Beberapa kiai di Cirebon yang biasa mereka datangi yaitu Habib Tohir bin Yahya dari Pegagan.

 Kemampuan spionase juga dipunyai anggota Densus 99. Kemampuan ini mereka dapatkan melalui kerja sama dengan Polri/TNI. Nuruzzaman mengaku, jauh sebelum adanya Densus 99, GP Anshor Kabupaten Cirebon sudah melakukan aksi spionase terhadap organisasi atau lembaga  pendidikan yang berpotensi kuat menularkan aksi radikalisme.

Berbeda dengan pasukan elite milik negara, Densus 99 Ansor tak dipersenjatai apapun. Kalaupun terpaksa, mereka hanya membawa sebatang rotan. Tapi jangan menganggap remeh rotan tersebut, karena punya kekuatan dahsyat. Adanya Densus 99 ini disambut baik oleh masyarakat luas. Sebab, agama sekarang ini banyak disalahgunakan oleh berbagai pihak untuk tujuan yang tidak baik.

“Nah, adanya Densus 99, bisa membendung semua itu. Tentu saja bekerjasama dengan pemerintah dan terutama aparat penegak hukum,” tutur Aries Kunarto MK, warga Randu Garut, Semarang, yang juga anggota NU. (tribun)

                                            ---------------------------------------------


 

 


Pen 

 


KOMENTAR

Tidak Ada Komentar

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter