Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
NEWS3 Komentar  |  1454 Pembaca

DUKUN MEMPERKOSA PASIENNYA
Ditulis Oleh :Llk, Pada Tanggal : 18 - 03 - 2011 | 12:30:58

Kalau energy negatif sudah merasuki ke dalam jiwa manusia, siapa saja bisa dijadikan mangsa. Entah itu saudara sendiri atau orang lain, yang penting nafsu birahi tersalur. Seperti yang dilakukan oleh Fatah, 45 (bukan nama sebenarnya), penduduk Kaliwungu Kendal, Jawa Tengah, yang  dikenal sebagai paranormal, penjual jamu, dan sering mengobati pasien  itu, ternyata tega memperkosa Melati , 22 (bukan nama sebenarnya), pasiennya yang notabene masih ada hubungan kekerabatan.

Akibatnya dara cantik yang mengaku pernah tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Kedokteran Undip Semarang ini terpaksa harus menanggung beban psikologis  berkepanjangan.

Awalnya, ketika Melati, penduduk Jeruk Giling Kaliwungu Kendal,  berniat berobat karena kepalanya sering pusing. Melalui pesan singkat SMS, Melati diminta datang tepat pada jam 8.00 pagi ke rumah si dukun, Fatah. Bagi gadis tersebut pada jam itu tidak jadi masalah. Maka berangkatlah ia ke rumah dukun yang ternyata sudah menanti–nanti kedatangannya, dan tentu saja dengan niat tidak baik yaitu ingin menikmati tubuh Melati.

Di rumah Fatah yang cukup mewah, Melati yang mempunyai penyakit darah tinggi itu, kemudian diterapi dengan dipijat pada kepalanya. Untuk itu, Melati diminta membuka jilbab. Namun anehnya pengobatan itu kemudian malah menjalar pada bagian perut sehingga  apa yang dirasa oleh Melati  tidak masuk akal alias sangat janggal sekali.

Namun si dukun seperti bisa membaca keraguan gadis itu. Maka si dukun pun menjelaskan,  di dalam perut Melati  dideteksi terdapat gumpalan darah yang menyebabkan kepala gadis berjilbab itu sering pusing.

Tentu saja Melati kaget, sebab perutnya tidak sakit tetapi kenapa dipersoalkan. Melalui akal bulusnya, Melati kemudian diminta membuka celana dalam karena akan diambil gumpalan darahnya. Sontak, gadis itu kaget dan  semakin curiga namun tidak berdaya di bawah pengaruh dukun tersebut.

Selanjutnya Melati disuruh tidur, kemudian telunjuk jari Fatah  dimasukkan (maafred) ke dalam kemaluan Melati, dengan alasan untuk  pengambilan gumpalan darah, namun tidak berhasil dan Melati pun nampaknya percaya. Si dukun menghela nafas dalam sejenak, untuk mengatur siasat berikutnya.

Sejurus kemudian, si dukun menawarkan kembali alat pengobatan untuk mengambil gumpalan darah yang ada di dalam perut Melati. Menurut dukun nama senjata itu “mani gajah”.  Melati tentu saja  tidak tahu apa yang dimaksud “mani gajah” dan cuma bengong.

Tidak lama berselang, dukun Fatah  mengambil bantal dan melepas peci, katanya untuk mendatangkan “mani gajah”. Melati pun semakin kaget dan penuh tanda tanya dalam benaknya. Tanpa menunggu persetujuan dari Melati, Fatah langsung mengucapkan mantra “ijab qobul” terhadap Melati yang katanya setelah dimanterai, otomatis gadis itu sah menjadi istrinya selama 41 hari lamanya. Bisa ditebak arah tindakan Fatah, dengan semuanya itu.

Padahal di pihak lain, Melati sendiri sudah punya suami. Melati yang tak mengira akan diperkosa, lantas mulai merasakan berbagai adegan, dimulai dari ciuman hingga rabaan dan remasan ke seluruh tubuh. Melati semakin tidak berkutik di bawah ancaman dan nafsu yang telah merasuk kedalam tubuh Fatah, yang dikenal juga sebagai rentenir di kalangan warga sekitar.

Detik-detik selanjutnya, setelah memeperagakan rangsangan birahi pada si gadis, Fatah pun menuju klimaks, memasukkan senjatanya itu, ke barang terlarang Melati. Perkosaan pun akhirnya kesampaian, sampai Fatah mencapai kepuasan.

“Semula saya menolak, dan meronta. Tetapi kemudian pintu rumah ditutup dan saya dipaksa melayaninya, ”ujar Melati  yang kini tinggal bersama orang tuanya di Jalan Dorowati Krobokan Semarang sembari menangis kepada  wartawan ketika memberikan keterangan, baru-baru ini.

Si dukun setelah puas, kemudian memberi uang Rp 50.000 pada Melati dan menyuruhnya untuk segera meninggalkan tempat tinggalnya  yang digunakan untuk berbuat  mesum tadi. Entah apa maksud Fatah mengusir secara cepat itu. Namun diduga  khawatir ketahuan istrinya yang akan segera pulang dari jualan jamu di  pasar Gladak Kaliwungu.

Melati pun tidak tahan menutupi aibnya itu, dan karena takut bisa terungkap oleh suaminya,ia pun menceriterakan kejadian yang dialaminya, pada keluarga sehingga terbongkarlah kasus itu.

Seperti dilansir Mitrapos, Fatah ketika dikonfirmasi di kediamannya tidak mengelak dan mengakui perbuatannya. Tapi dia berkilah bahwa kejadian itu karena ia dijebak. Bahkan, ia sesumbar tidak takut kepada siapa saja, bila persoalan itu terkuak, karena hukum bisa dibeli. ”Rp 500 juta pun saya mampu“, ujarnya dengan nada sombong.

Pihak Melati memang mengaku belum melapor pada pihak berwajib, karena masih dipertimbangkan dari berbagai segi, termasuk adanya ancaman keselamatan dirinya. Dijelaskan, pihaknya takut melapor pada polisi, karena khawatir akan dihabisi nyawanya oleh preman-preman suruhan si dukun. Adakah ini cuma gertakan saja, agar Melati tidak melapor pada polisi? Yang jelas, perlu ditelusuri lagi, adakah  korban lain selain Melati, yang mungkin takut untuk melapor ke polisi ? (Llk)


KOMENTAR

3 Komentar

wakhijan
Tanggal 10 - 07 - 2011
Semoga jadi pengalaman dan pelajaran bagi semua cewek...
halid puluhulawa
Tanggal 04 - 09 - 2011
klo aq suaminya pasti aq udah bunuh dukun itu.
andri
Tanggal 19 - 02 - 2012
Kalau berobat makanya ijin suami atau diantar suami, jangan main selonong gitu. itu akibatnya.

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter