Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
NEWS0 Komentar  |  479 Pembaca

LISTRIK MATI, PLN DIDEMO
Ditulis Oleh :Harsem, Pada Tanggal : 30 - 11 - 2011 | 10:19:10

Perusahaan Listrik Negara (PLN), sekarang ini tidak bisa main-main lagi. Gara-gara listrik padam, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam senat mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menggeruduk kantor PLN Semarang di Jalan Tanjung, baru-baru ini. Mereka meminta pertanggungjawaban PLN atas pemadaman listrik di kampusnya selama empat hari terakhir.

Dengan penjagaan ketat aparat dari Polrestabes Semarang, para mahasiswa menggelar orasi di depan pintu masuk kantor PLN. Mereka menuntut pihak PLN meminta maaf secara terbuka melalui media massa atas pemadaman listrik di kampusnya, yang mereka nilai, telah melanggar prosedur pelayanan PLN. Para mahasiswa juga menuntut ganti rugi material dan immaterial, karena pemadaman listrik selama empat hari tersebut telah membuat kegiatan perkuliahan mereka terganggu.

“Dikarenakan listrik di kampus kami mati, semua dirugikan. Akibatnya, semua kegiatan perkuliahan terganggu. Kami sangat menyesalkan PLN tidak menggunakan prosedur yang benar dalam pemadaman listrik tersebut, seperti pemberitahuan lewat media massa,” terang Anjar Prasetyo selaku perwakilan Senat Mahasiswa Unissula didampingi perwakilan BEM Unissula, Habib Hidayat, di sela-sela aksi demonstrasi.

Padamnya aliran listrik, menurut Anjar, tidak hanya terjadi di kampusnya, tapi rumah sakit dan beberapa perusahaan di Jalan Kaligawe, yang bersebelahan dengan kampus, juga mengalami hal serupa. “Kami sebenarnya sudah mengkomunikasikan masalah pemadaan listrik ini dengan PLN, namun hingga kini PLN belum pernah memberikan kejelasan,” ujar Anjar. Pihak PLN dinilai tidak becus melayani konsumennya. Untuk itu, mereka menuntut, pimpinan PLN Jateng dan Semarang untuk mundur dari jabatannya dan PLN segera mengaktifkan kembali aliran listrik di Kaligawe.

Dalam aksinya, para mahasiswa sempat mengancam tidak akan membubarkan diri sebelum pihak PLN Semarang menemui mereka. Setelah kurang lebih satu jam berorasi, akhirnya Asisten Menejer Distribusi PLN APJ Semarang, Heru Endhi Arjanto keluar menemui para mahasiswa dan menjelaskan, pemadaman listrik di wilayah Kaligawe terjadi karena sedang diperbaikinya gardu induk PLN di Tambaklorok karena rusak.

“Namun dari data record kami, padamnya listrik di wilayah Kaligawe itu terjadi cuma dua kali, yaitu pada hari Jum’at dan Senin. Kalau di Unissula listrik padam terjadi selama empat hari, bisa jadi ada gangguan pada jaringan listrik di internal kampus, untuk itu kami akan segera melakukan pengecekan,” jelas Heru.

Secara terpisah, General Menejer PLN APJ Semarang, Mochammad Harmasto mengatakan, gangguang listrik di wilayah Kaligawe pada beberapa hari terakhir disebabkan oleh rusaknya gardu induk PLN di Tambaklorok. “Saat ini masih dalam proses perbaikan, mudah-mudahan besok dalam waktu dekat sudah bisa selesai dan difungsikan kembali,” ujarnya, saat di temui usai demonstrasi mahasiswa Unissula.

Namun demikian, pihaknya berjanji akan segera menindaklanjuti keluhan para mahasiswa supaya aliran listrik di wilayah Kaligawe bisa kembali optimal. “Secara prinsip kami ingin memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen, namun dengan adanya gangguan seperti kerusakan gardu induk semacam ini kami akui memang belum bisa memberikan pelayanan yang bagus dan memuaskan,” tandas Harmasto.

Memang padamnya listrik dinilai masyarakat sangat menjengkelkan. Di tempat lain, seperti di Perumahan Puri Anjasmoro, seringkali listrik padam tiba-tiba. Kadang pagi hari, kadang malam hari. Kalau sudah padam, nyalanya cukup lama dan sangat mengganggu kegiatan warga. Bagaimana PLN? Agar tidak sering padam apa diperlukan demo? (Harsem).

                                                ----------------------------------------------------

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


KOMENTAR

Tidak Ada Komentar

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter