MERUGIKAN, KONTEN SMART-FREN Ditulis Oleh :angga, Pada Tanggal : 27 - 06 - 2011 | 17:07:43
 BERITA TERKAIT
Konten-konten yang dikirimkan ke hand-phone (HP) para pelanggan Smart-Fren dinilai berbagai pihak sangat merugikan. Bayangkan, ketika tiba-tiba mendapatkan SMS info tentang musik, artis, berbagai kuis, yang sebetulnya tidak kita harapkan, ternyata memotong pulsa pelanggannya. Padahal pelanggan tidak mendaftar apa-apa (regrister). Hal-hal seperti ini dinilai tidak etis dan menjengkelkan.
Sebagai contoh kasus, seorang pelanggan di Semarang, Jawa Tengah, Ar.Suprapto, baru saja mengisi pulsa senilai Rp 10 ribu. Begitu diaktifkan langsung terpotong Rp.2.200, sehingga pulsa tinggal Rp. 7.800,- selidik punya selidik, setiap Smart-Fren memberi tahu tentang sukses masuknya pulsa, selalu diiringi SMS konten. Anehnya, dihapus atau tidak dihapus, konten itu sudah memotong pulsa.
“Sangat menjengkelkan dan tidak etis. Apa tidak ada cara mencari uang yang baik, yang tidak merugikan berbagai pihak,” keluh Ar. Suprapto yang seringkali dirugikan konten semacam itu. Anehnya, pihak Smart-Fren seperti membiarkan saja, kasus semacam itu menimpa pelanggannya. Apakah mereka kerja sama? Kalau dikalikan sekian juta pelanggannya, dana yang didapat bisa besar sekali.
Pihak Smart-Fren yang dihubungi lewat customer-service-nya, di nomor 888, kemarin diterima Indria, mengakui kalau nomor pelanggan Ar. Suprapto terkena pengurangan pulsa. Pemotongan dilakukan dari para konten yang mengirim SMS. Sekali potong saja mencapai Rp.2.200. Makanya mengisi pulsa Smart-Fren cepat habis, bukan untuk telepon atau kirim SMS pelanggan, tetapi terkena SMS berbagai konten.
Begitu muncul SMS konten, dihapus (delete) atau tidak dihapus, tetap terpotong. Artinya, pemberitahuan SMS konten kita hapus, karena memenuhi layar HP, pelanggan terpotong pulsanya. Tidak dihapus juga terkena. Jadi, maju kena, mundur juga kena. Merepotkan kan? Sehari, jumlah SMS seperti ini tidak hanya satu atau dua, tetapi banyak. Setiap kita mengecek pulsa, jawaban dari Smart-Fren, selalu disusul dengan SMS konten.
Menurut Indria, pemotongan oleh SMS konten bisa dihentikan. Caranya, menurut dia, catat pengirim konten yang bersangkutan, lalu laporkan ke pihak Smart-Fren. Nanti pihak Smart-Fren yang akan menghentikan. “Lah ini kan menambahi pekerjaan,” kata Ar. Suprapto berkilah. Juga merepotkan pelanggan. Kenapa pihak Smart-Fren tidak melindungi pelanggannya. Kenapa ada kesan pembiaran. Padahal cari pelanggan susah loh.
Ketika Ar.Suprapto mengatakan akan melaporkan kasus itu ke Lembaga Perlindungan Konsumen dan media massa, Indria mengatakan: silahkan. Padahal ketika menghubungi nomor 888 ke customer service, ada jawaban: “Kami akan melayani Anda dengan senyuman”. Lalu, “Pembicaran ini akan memotong pulsa Anda Rp100,- sekali kontak”. Lalu, “ Pembicaraan ini direkam”.
Lalu, hanya dalam hitungan detik, Ar. Suprapto mendapatkan SMS dari nomer 343330, bunyinya: “Mulai saat ini, kamu tidak lagi menerima Konten Info Musik Mania. Untuk mendaftar kembali, kirim REG MM ke 3433. Terima kasih”. Ar. Suprapto, lelaki setengah baya itupun ngeloyor pergi sambil bergumam: Alamak, hobiku memang wayang dan gamelan Jawa….(angga)
------------------------------------------------
|