PANJI GUMILANG: NII SUDAH TAMAT Ditulis Oleh :HS, Pada Tanggal : 01 - 05 - 2011 | 23:51:37
 BERITA TERKAIT
Pimpinan Ponpes “Al Zaytun”, Panji Gumilang, menolak dirinya selalu dikait-kaitkan dengan NII. Dia menegaskan, NII sudah tidak ada lagi. “Nasibnya sama seperti PKI, sudah tamat,” tuturnya saat ditemui wartawan di Ponpes Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat baru-baru ini. “Sekali lagi NII sudah tamat,” ulangnya.
Menurut dia, NII sudah selesai, sudah tamat. Sejarah mencatat, sejak 1962 NII sudah tidak ada. Sama dengan PKI nasibnya. Oleh karena itu, dia merasa heran, selalu dikait-kaitkan dengan NII. Padahal berkali-kali dia tegaskan, NII sudah selesai. “Sekarang sudah tidak ada lagi ceritera tentang NII,” imbuhnya.
Dia dengan keras juga menyangkal, disebut sebagai pimpinan NII KW9, dan membantah dirinya Abu Toto yang disebut sebagai petinggi NII KW9. “Kata mereka, saya ini Abu Toto, padahal tidak. Nama saya Abu Salam Rashidi Panji Gumilang. “Saya tidak tahu Abu Toto dan tidak mengenal dia, meski mereka sering menyebut Abu Toto sebagai saya,” tambahnya.
Tuduhan itu bermula ketika sebelumnya, mantan pentolan Darul Islam/NII, Al Chaidar, menulis buku “Sepak Terjang KW9 Abu Toto Syekh AS Panji Gumilang Menyelewengkan NKA-NII Pasca SM Kartosuwiryo”. Chaidar yakin, Panji Gumilang adalah Abu Toto, yang menurutnya mendapatkan perlindungan dari oknum-oknum intelejen. (HS)
-----------------------------------
DEKAT DENGAN INTELEJEN
Meski menolak dirinya dikatakan sebagai Abu Toto, tetapi Panji Gumilang memang tidak membantah, dirinya dekat dengan kalangan TNI dan intelejen. Dia beralasan, sebagai warga negara, sudah sepantasnya dekat dengan aparat negara. “Mau intelejen, mau aparat TNI, mau polisi, itu semua aparat negara. Ya kita memang dekat, kita dekat dengan siapa saja,” katanya saat berlangsung wawancara dengan wartawan di Ponpesnya, belum lama ini.
Ditambahkan, sebagai warga negara yang baik, tentu harus patuh pada aparat negara. Menurutnya, tidak salah juga, andai kalangan pondok pesantren berakrab-ria dengan aparat negara. “Warga negara yang patuh harus dekat dengan aparat negara. Tidak mungkin organisasi pondok pesantren ribut-ribut dengan TNI,” tambahnya.
Sebagai bukti kedekatan, Panji mencontohkan, mantan kepala BIN Hendropriyono, kerap berkunjung ke pesantrennya. Bukan hanya Hendro saja, tetapi juga para pejabat dan petinggi TNI yang lain. “Mereka sering ke sini. Saya itu dekat dengan Pak Hendro dan Pak Wiranto. Karena dekat ya sering ke sini,” tuturnya mengakhiri wawancara. (HS)
-----------------------------------
15 ORMAS ISLAM PRIHATIN
Hebohnya NII, membuat PP Muhammadiyah dan 14 ormas Islam lainnya prihatin adanya tindakan kriminal yang diduga dilakukan oleh NII KW9, yang dinilai dipelihara oleh pihak tertentu. “Sangat prihatin dengan berbagai perbuatan kriminal yang dilakukan oleh oknum NII. Kami bersimpati pada masyarakat yang jadi korban tindakan kriminal NII, baik berupa kerugian harta benda, maupun yang kehilangan anak-anak dan anggota keluarga,” jelas Sekum PP Persatuan Islam (Persis), Irfan Safrudin.
Hal itu disampaikan dalam pernyataan bersama 14 ormas lain di kantor PP Muhammadiyah, di Jakarta Pusat baru-baru ini. Selain Persis, juga ada PP Muhammadiyah, Dewan Dakwah, PP Syarikat Islam, PB Pelajar Islam Indonesia, KAHMI, dan sebagainya.
Tindakan kriminal NII KW9, tambah Irfan, jelas bertentangan dengan ajaran Islam yang menekankan amanah, jujur, tanggung jawab, mematuhi hukum yang berlaku dan menghormati orang tua sebagai akhlakul karimah. Gerakan ini dinilai, dipelihara pihak tertentu dengan sistematis, untuk mendukung tujuan-tujuan tertentu.
Seperti diberitakan di berbagai media, banyak anak-anak muda, baik dari kalangan perguruan tinggi dan pesantren yang dicuci otak oleh NII dan diminta sejumlah dana. Akibatnya, orang tua resah, karena anaknya tiba-tiba menghilang ikut NII. Sampai kini, belum ada yang ditangkap pihak kepolisian, meskipun kejadian-kejadian seperti itu terjadi nyata di masyarakat kita. (HS)
--------------------------------------
|