Supported By :
Minggu, 20 Mei 2012 |
NEWS1 Komentar  |  874 Pembaca

WALAH, NEGERI KITA IMPOR SINGKONG
Ditulis Oleh :arieska, Pada Tanggal : 08 - 08 - 2011 | 13:27:45

Singkong atau ketela pohon, atau ada yang menyebutnya pohung, budin, merupakan makanan favorit rakyat. Direbus, dikolak, atau digoreng kering, untuk camilan menemani minum kopi, memang nikmat. Ada juga yang dibikin ceriping. Pokoknya bisa disulap jadi makanan tradisional apa saja. Bahkan kalau dikupas dan dijemur kering, menjadi gaplek, kemudian dibuat tepungnya, bisa dibikin makanan tiwul, sebagai pengganti nasi.

Juga dapat diolah sebagai makanan modern, diambil tepungnya, menjadi tepung tapioka. Bisa untuk membuat kue macam-macam. Tanaman singkong ini mudah tumbuh di Indonesia. Bahkan di pekarangan-pekarangan penduduk, terutama yang di pedesaan, selalu ada tanaman singkong. Stok singkong, di negeri kita melimpah ruah.   

 Namun jangan kaget, kalau pemerintah kita ternyata malah mengimpor singkong. Sekali lagi mengimpor, mendatangkan dari luar negeri. Diam-diam, negeri tercinta kita, masih melakukan impor singkong dari negara Italia dan Cina. Aneh kan? Tetapi itulah kenyataanya. Padahal, singkong merupakan makanan pokok ketiga di Indonesia setelah beras dan jagung.

 Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengimpor ubi kayu dengan total 4,73 ton dengan nilai 21,9 ribu dolar AS dari Januari hingga Juni 2011. Negara Italia merupakan negara dengan nilai terbesar yaitu 20,64 ribu dolar AS dengan berat 1,78 ton. Sedangkan Cina merupakan negara penyuplai ubi kayu impor terbesar yaitu 2,96 ton dengan nilai 1.273 dolar AS.

 Disamping singkong, kita juga mengimpor garam. Meskipun memiliki Pulau Garam, Indonesia rupanya masih impor garam dari negara Kangguru. Impor garam dari Australia dari Januari hingga Juni 2011 mencapai 1,04 juta ton dengan nilai 53,7 juta dolar AS.

Impor garam juga dilakukan dengan India yaitu sebesar 741,12 ribu ton dengan nilai 39,84 juta dolar AS. Ada juga dari Singapura, Selandia Baru, Jerman sehingga total impor garam sampai Juni 2011 mencapai 1,8 juta ton dengan nilai  95,42 juta dolar AS. Indonesia juga mengimpor daging ayam dari Malaysia. Sepanjang semester I tahun 2011 ini, impor daging ayam mencapai 9 ton dengan nilai  29,24 ribu dolar AS.

Indonesia juga mengimpor teh sebanyak 6,54 ribu ton dengan nilai 11 juta dolar AS selama enam bulan pada tahun ini. Negara pengimpor teh terbesar adalah Vietnam, yaitu 3,24 ribu ton dengan nilai 3,68 juta dolar AS. Kemudian Kenya, sebanyak 1,07 ribu ton teh diimpor dengan nilai 3,32 juta dolar AS, dan dari negara Argentina, India, Cina, dan lain-lain. (arieska)

                                    -----------------------------------------------

 

 

 

 

 


KOMENTAR

1 Komentar

jofi
Tanggal 25 - 08 - 2011
kalo ini bener....gila pemerintah kita ini....justru orang di kampung/petani bingung...mau jual singkong kemana.....!!!!

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter