DIKAWAL 30 CEWEK CANTIK Ditulis Oleh :Arf, Pada Tanggal : 11 - 05 - 2011 | 14:06:31
 BERITA TERKAIT
Bersama gadis-gadis cantik usia muda, memang menyenangkan. Apalagi kalau mereka memakai rok mini dan terlihat kakinya panjang menjuntai dan mulus-mulus. Pasti enak dipandang dan tidak membosankan. Pemandangan sedap dan unik ini terjadi ketika mulai dibukanya pendaftaran calon ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), baru-baru ini.
Hadirnya para cewek cantik itu, memang khusus mengawal pendaftaran Erwin Aksa, salah seorang pendaftar muda usia. Meski berlangsung tidak lumrah, namun mampu mengundang keheranan semua orang. Disamping unik, juga bisa menyegarkan suasana. Kedatangannya bersama rombongan yang tak lazim itu, tentu saja menarik perhatian dan juga mengundang senyum simpul dari semua yang hadir. Ada-ada saja. Tetapi ide kreatifnya patut diacungi jempol juga.
Kedatangannya ke kantor PSSI, yang dikawal 30 perempuan muda itu, kesemuanya memakai kaos tim nasional merah, dipadu bawahan rok mini, atau celana pendek warna putih. Tiga puluh cewek cantik itu, seperti body guard, yang mengawal proses pendaftaran Erwin. Sambil tersenyum cerah dan mengepalkan tinju, Erwin pun menyerahkan formulir pendaftarannya, sebagai calon ketua umum. Ada sekitar lima orang calon, seorang di antaranya Sutiyoso, mantan Gubernur DKI.
Menurut Andi Arini, koordinator para gadis seksi tersebut, seperti dilansir Harian Semarang, kedatangan mereka ke kantor PSSI tidak hanya mengawal Erwin yang akan menyerahkan draf pendaftaran saja, melainkan juga memberikan dukungan moril kepada Erwin. Arini menilai, ini adalah saat tepat bagi PSSI, dipimpin sosok muda yang memiliki kredibilitas seperti Erwin.
"Sudah saatnya yang muda yang berbicara. Jika jadi Ketua Umum PSSI, tentu Erwin merupakan ketua termuda, yang juga berjiwa muda. Jadi, jangan hanya bawa preman ke PSSI. Kami datang bawa yang segar, masih muda serta fresh. Kami berharap Erwin juga memberikan kesegaran baru di tubuh PSSI," ujar Andi Arini. Ya, berharap sih boleh-boleh saja. (Arf)
----------------------------------------
SIAPA ERWIN AKSA
Lalu siapakah Erwin Aska ini? Ia diusung empat suara Pengprov PSSI Sulut, Sumbar, Sultra, dan Pesidafon. Kabarnya ia masih terus menggalang dukungan. Selain mencalonkan sebagai ketua umum, ia juga mencalonkan dirinya untuk jabatan waketum dan anggota komisi eksekutif.
Erwin mengaku terpanggil membangun sepakbola Indonesia. Dorongan inilah yang membuat Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan mantan Manajer PSM itu mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. "Saya merasa terpanggil untuk membangun sepakbola nasional sehingga mendaftar dalam pencalonan Ketua Umum PSSI," kata Erwin saat menyerahkan formulir di kantor PSSI.
Erwin Aksa adalah Chief Executive Officer (CEO) grup Bosowa. Ia menerima tongkat estafet dari sang ayah, Aksa Mahmud, sejak 2004. Di bawah kepemimpinannya, Bosowa Corporation meningkatkan aset grup dari Rp 3 triliun menjadi Rp 6 triliun dalam waktu empat tahun. Padahal ketika itu usianya baru menginjak 29, dan ia harus membawahi enam ribu karyawan dari enam bidang usaha: semen, otomotif, properti, finansial, infrastruktur, dan pertambangan.
Jauh sebelum mengurusi bisnis keluarga dan menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2008-2011, ia menempuh pendidikan menengah atasnya di Bandung, dan meninggalkan “kemewahan”. Lalu ia meneruskan kuliah di Amerika, University of Pittsburg, Pennsylvania.
Pulang dari Amerika, ia tidak langsung memimpin perusahaan keluarga seperti banyak putra mahkota lain. Ia harus bekerja, mulai dari nol, sebagai karyawan di dealer mobil Mitsubihi di Makasar. Di luar itu, ayahnya juga memintanya menjadi pengurus olahraga. Ia pernah menjadi Manajer PSM dan Ketua Pertina Sulsel (2003-2008).
Di usia relatif muda, 29, suami Andi Fatmawati Manggabarani yang telah dikaruniai tiga anak, Trinisha Erwin Aksa, Shyla Erwin Aksa, dan Muhammad Ysuf Erwin Aksa ini menerima tampuk kepemimpinan perusahaan keluarga. Tapi syaratnya, ia harus bisa melipatgandakan yang sudah ada. “Kalau Bapak hanya bangun jalan tol, kau harus minimal lima, karena kau lima bersaudara,” pesan sang ayah.
Erwin tergolong sosok yang mendapatkan sesuatu secara cepat. Misalnya menjadi Ketua HIPMI pada usia 33 (biasanya usia 36-37), mendapatkan tanggungjawab penuh memegang perusahaan pada usia 29, dan meminang istri di usia 26. (Arf)
-------------------------------------
SEPAK BOLA SEBAGAI INDUSTRI
Erwin sebenarnya tak terlalu bernafsu mencalonkan diri menjadi pimpinan PSSI. Namun dukungan sabahat dan klub-klub binaannya, membuatnya nekat. Ia mengaku telah menyiapkan konsep pengelolaan sepakbola Tanah Air. Pengelolaan sepakbola, menurutnya, harus dibawa ke industri. Langkah ini harus dilakukan agar sepakbola berjalan tanpa menggunakan dana APBD.
“Kita butuh reformasi di sepakbola. Jadi diperlukan darah segar yang mempunyai pemikiran menyatukan sepakbola dengan bisnis, sehingga sepakbola bisa menjadi putaran industri,” kata Erwin. Ia menargetkan Indonesia menjadi tim yang disegani di Asia. Untuk itu kuncinya ada di kompetisi yang berkualitas dan sehat, sehingga harus diciptakan kompetisi yang sesuai standar kualitas.
“Semua orang yang mau memajukan kompetisi ditampung,” kata Erwin seraya menambahkan bahwa Liga Primer Indonesia (LPI) harus dirangkul PSSI, dengan format yang bisa dibicarakan bersama. Nah, apakah ia akan terus dinaungi keberuntungan sehingga menjadi Ketua Umum PSSI dari tanah Bugis seperti halnya Nurdin Halid yang juga berdarah sama? (Arf)
|